Makalah Mamalia (Struktur Perkembangan Hewan)

 

MAKALAH  MAMALIA

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Struktur Perkembangan Hewan

 

 

Why Do Poachers Still Thrive? 5 Key Hurdles to Overcome to Stop the  Slaughter | African Wildlife Foundation

 

 

 

DISUSUN OLEH :

Kelas Pendidikan IPA Reguler 2016  (Kelompok 3)

1.    Nurul Hikmah .H.

2.    Reniwati

3.    Peri Irawan

4.    Nurul Ismi

 

 

Program Studi Pendidikan IPA

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Negeri Makassar

Tahun 2017

 


KATA PENGANTAR

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kita selalu panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita semua sehingga penyusunan makalah dengan judul “Mamalia” dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Shalawat serta salam selalu kita kirimkan kepada panutan dan tauladan hidup kita, yakni nabi Muhammad SAW. Dalam penyusunan makalah ini, Penulis tidak dapat menyelesaikan makalah ini tanpa adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis sangat berterima kasih kepada Dosen mata kuliah Profesi Keguruan dan teman-teman yang telah mendukung pembuatan makalah ini. Sungguh merupakan suatu kebanggaan dari penulis apabila makalah ini dapat terpakai sesuai fungsinya, dan pembacanya dapat mengerti dengan jelas apa yang dibahas didalamnya. Tidak lupa juga penulis menerima kritikan dan saran yang membangun, yang sangat diharapkan demi memperbaiki pembuatan makalah di kemudian hari.

 

                                                                                                                                                                                                                                                                        Penyusun,

 

                                                                                                            8 September 2017


 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG

1.2.RUMUSAN MASALAH

1.3.TUJUAN

BAB II

ISI

2.1.DEFINISI DAN KARAKTERISTIK MAMALIA

2.1.1.DEFINISI MAMALIA

2.1.2.KARAKTERISTIK MAMALIA

2.1.3.KLASIFIKASI MAMALIA

2.2.ORGAN PADA MAMALIA

2.2.1.SISTEM PERNAFASAN

2.2.2.SISTEM OTOT

2.2.3.SISTEM PENCERNAAN

2.2.4.SISTEM PEREDARAN DARAH

2.2.5.SISTEM EKSKRESI

2.2.6.SISTEM INDRA

2.2.7.SISTEM SIRKULASI

2.2.8. SISTEM SARAF

2.2.9.SISTEM REPRODUKSI

2.2.10. SISTEM 

BAB III

PENUTUP

3.1.KESIMPULAN

3.2.SARAN

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. LATAR BELAKANG

Mamalia secara garis besar adalah sekelompok organisme yang bertulang belakang, berdarah panas dan menyusui atau memiliki kelenjar mamae. Mamal memiliki karakter struktural yang membedakan dari kehidupan vertebrata lain (Sukiya, 2005).

Karnivora merupakan pemakan daging, biasanya menjadi konsumen sekunder atau tersier (Rifai, 2004). Karnivora adalah suatu golongan hewan pemakan daging yang merupakan suatu  ordo atau bangsa Mamalia dan bagian dari komponen konsumen ekosistem (www.pengertianahli.com, 2013).

 

Artinya:

“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, Maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Qs.An Nur :45).

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah menciptakan hewan dengan bermacam-macam bentuk dan dengan bermacam-macam karakter. Macam-macam karakter tersebut dapat digunakan untuk membagi hewan-hewan yang terdapat di muka bumi ini dalamtingkatan yang berbeda-beda.

Tingkatan tertinggi pada kingdom animalia tersebut adalah mamalia. Pada umumnya, semua jenis mamalia memiliki rambut yang menutupi tubuhnya. Jumlah rambut tersebut berbeda-beda antara spesies yang satu dengan yang lain. Ada spesies yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh rambut dan ada pula spesies yang hanya memiliki rambut di tempat-tempat tertentu pada bagian tubuhnya. Mamalia merupakan hewan yang bersifat homoioterm atau sering disebut hewan berdarah panas. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.

Seperti telah dikatakan sebelumnya bahwa mamalia merupakan tingkatan tertinggi pada kerajaan hewan. Hal ini mengakibatkan segala proses yang dilakukan oleh mamalia lebih tinggi daripada jenis animalia lainnya. Mulai dari sistem pencernaan, pernafasan, peredaran darah, urogenital, hingga sistem syarafnya. Mamalia memiliki 14 ordo utama yang paling banyak ditemui, dan dalam makalah ini akan di bahas ordo karnivora, tentang karakteristik, cara hidup, dan habitat dari ordo karnivora beserta peranannya dalam ekosistem untuk menambah wawasan mengenai makhluk Tuhan.

Kucing (Felis silvestris-catus) adalah sejenis karnivora. Kata "kucing" biasanya merujuk kepada "kucing" yang telah dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada "kucing raksasa" seperti singa, harimau, macan dan sebagainya. Dalam makalah ini penyusun akan lebih banyak menuangkan pengetahuan-pengetahuan lebih mengenai kucing. Oleh karena selain ia merupakan jenis hewan karnivora yang sering dan mudah untuk dijumpai dan diamati, karakteristik dari kucing juga dirasa cukup dapat mewakili penjelasan dari hewan karnivora yang lain seperti harimau, macan, dan lain sebagainya.

1.2. RUMUSAN MASALAH         

Rumusan masalah dalam makalah ini antara lain adalah:

1.       Apa definisi dari mamalia ?

2.       Bagaimana karakteristik secara umum dari mamalia ?

2.      Apa organ-organ yang terdapat pada mamalia?

1.3. TUJUAN

Tujuan dalam makalah ini antara lain adalah:

1.       Untuk mengetahui definisi dari mamalia

2.       Untuk menjelaskan karakteristik secara umum dari mamalia ?

2.     Untuk menjelaskan organ-organ yang terdapat pada mamalia?

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

ISI

 

2.1. DEFINISI DAN KARAKTERISTIK MAMALIA

2.1.1. DEFINISI MAMALIA

Mamalia merupakan hewan vertebrata yang muncul pada zaman mesosoikum dan saat ini mendiami seluruh relung muka bumi mulai dari daratan, lautan, sepanjang pantai, danau, sungai, bawah tanah, pohon dan bahkan di udara yang tersebar mulai dari daerah kutub sampai daerah tropis (Sukiya, 2005).

2.1.2. KARAKTERISTIK MAMALIA

Sebutan mamalia sendiri berasal dari keberadaan glandula ( kelenjar ) mamae pada tubuh mereka yang berfungsi sebagai penyuplai susu sebagai sumber makanan anaknya. Seperti yang telah diketahui bahwa mamalia betina menyusui anaknya dengan memanfaatkan keberadaan kelenjar tersebut. Walaupun mamalia jantan tidak menyusui anaknya, bukan berarti mereka tidak memiliki kelenjar mamae. Semua mamalia memiliki kelenjar mamae, tetapi pada mamalia jantan kelenjar ini tidaklah berfungsi sebagaimana pada mamalia betina. Sebagaimana yang telah Allah jelaskan dalam firmannya pada Qs. Al Mu’minun ayat 21 :

 

Dan  Sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan (Qs.Al Mu’minun :21 ).

            Mamalia bersifat endothermis karena memiliki pusat pengatur panas tubuh (homoiothermous) (Sukiya, 2005).

Ciri-ciri umum mamalia diantaranya adalah:

1.      Tubuh umumnya tertutup rambut, kulit berkelenjar.

2.         Pada betina terdapat kelenjar mammae (glandula mammae) yang tumbuh baik.

3.         Craniumdengandua occipital condyle, mulutumumnyabergigi.

4.         Diagfragma yang menventilasi paru-paru.

5.         Mempunyai kantung amniotik.

6.         Gigi umumnya terbagi menjadi empat tipe yaitu gigi seri, gigi taring, gigi premolar, dan gigi molar.

7.         Lubangtelingaluarumumnyamemilikidauntelinga yang kenyal.

8.         Kolumna vertebralis dengan linia wilayah yaitu : serviks, toraks, sakral dan caudal.

9.         Mempunyai empat anggota gerak kecuali golongan cetacean.

10.     Jantung ada empat ruang.

11.     Respirasihanyadengan paru-paru.

12.     Terdapatduabelaspasangsarafkranialis.

13.     Suhutubuhendotermis(homoiotermis).

14.     Jantandenganorgankopulasi(penis), fertilisasiinternal.

 

Ciri-ciri khusus mamalia :

1.         Beberapa jenis mamalia mempunyai kelenjar lain misalnya kelenjar bau dan kelenjar pipi.

2.         Memiliki kantung pada mamalia marsupialia.

3.         Memiliki alat gerak yang berupa dua pasang tungkai, sepasang tungkai belakang dan sepasang tangan, atau sepasang tungkai depan yang menyerupai sirip, atau alat gerak yang menyerupai sayap.

4.         Anggota gerak depan dapat bermodifikasi untuk berlari, menggali lubang, berenang, dan terbang.

5.         Pada jari-jarinya terdapat kuku, cakar, atau tracak.Pada kulit terdapat banyak kelenjar minyak dan kelenjar keringat.

2.1.3. KLASIFIKASI MAMALIA

Klasifikasi

Mamalia memiliki 14 ordo utama yang paling banyak ditemui, yaitu;


 

1.      Ordo Monotremata

2.      Ordo Marsupilia

3.      Ordo Artidoctyla.

4.      Ordo Carnivora

5.      Ordo Cetacea

6.      Ordo Chiroptera

7.      Ordo Edentata

8.      Ordo Insectivora

9.      Ordo Lagomorpha

10.  Ordo Perissodactyla

11.  Ordo Primata

12.  Ordo Proboscidea

13.  Ordo Rodentia

14.  Ordo Sirenia


 

2.2.1.SISTEM PERNAPASAN

Pada mamalia paru-parunya sama seperti pada manusia, terdiri atas beberapa gelambir. Bronkus memasuki paru-paru kemudian bercabang-cabang sampai akhirnya ke bagian yang menggelembung berdinding tipis, disebut alveoli yang selalu basah dan banyak mengandung kapiler darah Alveoli merupakan tempat tukar-menukar O2 dengan CO2. Jumlah alveoli pada satu paru-paru sangat banyak; mencapai puluhan juta sampai ratusan juta. Dengan demikian, permukaan paru-paru sangat luas memungkinkan pengambilan O2 dengan leluasa. Mamalia yang hidup di air, seperti ikan paus dan ikan duyung, bernapas dengan paru-paru.

Untuk mencegah masuknya air ke paru-paru, trakea ikan paus dan duyung bersekat sekat. Jika air masuk saat bernapas, air akan tertahan pada sekat trakea, kemudian disemprotkan melalui lubang di kepalanya. Ikan paus dan mamalia air lainnya sering muncul ke permukaan untuk menghirup udara atmosfer. Hal ini dilakukan sebab O2 yang terlarut tidak sebanyak O2 di atmosfer. Cara lain yang diatasi oleh mamalia air untuk masalah O2 ini, yaitu dengan menyimpan cadangan O2 di otot yang terikat oleh mioglobin. Jika masuk ke permukaan air yang kandungan O2-nya sangat kurang, mioglobin akan membebaskan.

2.2.2.SISTEM OTOT

Meskipun banyak dari otot-otot yang sama dengan yang di vertebrata yang lebih rendah, mamalia memiliki jumlah yang lebih kecil dari otot dekat vertebratae dan tulang rusuk dan lebih berkembang dari otot-otot yang terdapat di kepala, leher, tungkai iklan. Salah satu ciri khas dari mamalia adalah partisi berbentuk kubah, Diaphgram, yang memisahkan coelom ke dalam rongga thorax anterior, yang berisi jantung dan paru-paru, dan rongga perut posterior, visera abdomen (Boolootian, 1979).

2.2.3.SISTEM PENCERNAAN

Rongga mulut terdapat ruang yang menyerupai rangkaian pegunungan melintang pada bagian anterior, yaitu dari langit-langit yang membantu untuk menahan makanan, ini bagian dari atap yang memiliki landasan tulang dan dikenal sebagai langit-langit keras. Bagian posterior terdapat lipatan berdaging, langit-langit lunak, yang memisahkan mulut dari faring. Pada sisi bagian posterior dari langit-langit lunak adalah sepasang massa kemerahan kecil jaringan limfoid disebut amandel dan letak lidah melekat pada dasar mulut. Ada empat pasang kelenjar ludah, pertama adalah perotids yang terletak  di bawah telinga, kedua adalah infraorbitals terletak di bawah mata, ketiga adalah submaxiilaries terletak di belakang rahang bawah, dan keempat adalah sublingualas yang terletak disamaping. Kelenjar ini menuangkan cairan berair dan lendir ke dalam rongga mulut untuk melembabkan dan sebagian mencerna makanan (Boolootian, 1979).

Kelanjutan posterior rongga mulut adalah faring. Permukaan faring terdapat pembukaan pernapasan yang disebut glotis, yang ditutupi oleh lipatan tulang rawan bilobed, epiglotis ketika terjadi penelanan makanan. Faring mengarah ke bawah dan menyempit, otot esofagus dan perut. Duodenum berbentuk U terdiri dari usus kecil panjang beberapa meter yang mengarah ke usus besar (kolon) dan berakhir di dubur. di persimpangan dari usus kecil dan besar terdapat kantung pendek yang tidak terlihat, cecum, dilepaskan, tetapi tidak terdapat pada manusia. Getah dari pankreas dan empedu dari hati kemudian dituangkan ke dalam duodenum oleh saluran masing-masing (Boolootian, 1979).

2.2.4.SISTEM PEREDARAN DARAH

Sel-sel darah merah (eritrosit) pada kucing kecil dan bulat, karakteristik mamalia yang biasanya membedakan mereka dari sel-sel oval vertebrata yang lebih rendah. Hati terdapat selengkapnya empat bilik, seperti pada merpati, namun pembuluh darah utama, aorta, yang timbul dari ventrikel kiri, hanya memiliki lengkungan kiri. Lengkungan yang tepat direpresentasikan pada kucing dengan innominate arteri, yang merupakan batang umum hak karotis dan subklavia arteri. Ada sebuah sistem portal hati, tetapi sistem portal ginjal kurang. Limpa memanjang, organ gelap kemerahan di sisi kiri belakang perut, menghasilkan limfosit (sel darah putih) dan membantu dalam menghilangkan eritrosit tua (Boolootian, 1979).

Sistem limfatik penting dalam kucing dan jenis mamalia yang lain. Karena tekanan darah, beberapa bagian fluida dari darah (bersama dengan sel darah putih tertentu) keluar melalui dinding kapiler ke dalam ruang di antara jaringan dan dikumpulkan ke dalam pembuluh getah bening. Pembuluh ini melewati kelenjar getah bening dan membuang ke pembuluh darah besar di pangkal leher (Boolootian, 1979).

2.2.5.SISTEM EKSKRESI

            Urine disekresikan oleh dua ginjal yang dibawa oleh dua tabung ramping (Ureter) kedalam sebuah dinding kantung tipis  yang berotot, kandung kemih dapat dilembungkan. Pada dinding otot interval, kandung kemih secara sukarela dikontrak, memaksa urin keluar melalui uretra. Pada organisme jantan, uretra melewati penis (Boolootian, 1979).

Sistem Ekskresi pada mamalia hampir sama dengan manusia tetapi sedikit berbeda karena mamalia dipengaruhi/disebabkan oleh lingkungan tempat tinggalnya. Paru-paru mamalia mempunyai permukaan ber spon (spongy texture) dan dipenuhi liang epitelium dengan itu mempunyai luas permukaan per isipadu yang lebih luas berbanding luas permukaan paru-paru. Paru-paru manusia adalah contoh biasa bagi paru-paru jenis ini.

Paru-paru terletak di dalam rongga dada (thoracic cavity), dilindungi oleh struktur bertulang tulang selangka dan diselaputi karung dwi dinding dikenali sebagai pleura. Lapisan karung dalam melekat pada permukaan luar paru-paru dan lapisan karung luar melekat pada dinding rongga dada. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh lapisan udara yang dikenali sebagai rongga pleural yang berisi cecair pleural ini membenarkan lapisan luar dan dalam berselisih sesama sendiri, dan menghalang I a daripada terpisah dengan mudah.

Bernafas kebanyakannya dilakukan oleh diafragma di bawah, otot yang mengucup menyebabkan rongga di mana paru-paru berada mengembang. Sangkar selangka juga boleh mengembang dan mengucup sedikit. Ini menyebabkan udara tetarik ke dalam dan keluar dari paru-paru melalui trakea dan salur bronkus (bronkhial tubes) yang bercabang dan mempunyai alveolus di ujung yaitu karung kecil dikelilingi oleh kapilari yang dipenuhi darah. Di sini oksigen meresap masuk ke dalam darah, di mana oksigen akan d angkut melalui hemoglobin. Darah tanpa oksigen dari jantung memasuki paru-paru melalui pembuluh pulmonari dan lepas dioksigenkan, kembali ke jantung melalui salur pulmonary.

2.2.6.SISTEM INDERA

Mata mamalia pada dasarnya mirip dengan vertebrata lain, walaupun tentu ada modifikasi sehubungan dengan tingkah laku. Seperti pada bangsa burung, mamal nokturnal memiliki sel bentuk batang pada retinanya lebih dominan, sementara pada spesies diurnal sel kerucut pada betina tersebut lebih banyak. Mamal darat memiliki kondisi emmetropik di udara tetapi menjadi hipermetropik di air. Otter, mempunyai mata tipe darat tetapi memiliki otot sfinkter yang kuat pada irisnya sehingga mampu mengubah bentuk lensa agar pandangan menjadi lebih tajam ketika dibawah air. Maml fosorial seperti tikus mondok (Talpidae) peran dari mata menjadi kurang penting, seperti halnya pada Dolphin (Palanista gangetcka) dari India dan Pakistan yang hidup di air keruh.

Indera penciuman pada mamal berkembang baik.  Indera penciuman tidak hanya untuk mendeteksi sesama anggota spesies, melainkan juga untuk mendeteksi musuh dan makanan. Berbeda dengan paus yang tidak memiliki organ penciuman atau perasa, namun berdasarkan penelitian selanjutnya diketahui adanya organ yang beranalogi dengan organ olfaktori pada mamalia terestrial. Ditemukan pada semua gigi paus yang telah diuji epitel berkelenjar pada lubang oralnya, yang diperkirakan dapat berfungsi seperti kemoreseptor. Kemoreseptor dapat sebagai indera bau busuk yang tidak dapat dikenali dengan bagian nassal.

Indera pendengaran yang paling berkembang dengan baik adalah pada mamalia. Hanya mamalia yang memiliki struktur eksternal (Gunderson, 1976). Telinga mamal memiliki cupping dengan corong suara memancar ke kanal luar auditori. Di akhir kanal tersebut gelombang suara menyentuh gendang pendengaran atau membran timpani kemudian di transmisikan menyeberang ke telinga tengah atau ruang timpani yang dihubungkan oleh tulang kecil ke kohlea atau telinga dalam. Selanjutnya impuls menuju ke otak melalui saraf auditori. Bagian dorsal telinga dalam mamal terutama berisi tiga kanal semisirkular merupakan organ sangat esensial untuk keseimbangan atau orientasi kedudukan.

Kohlea umumnya bergulung untuk mengakomodasi peningkatan panjang, tidak lurus seperti pada reptil dan aves. Telingan bagian tengah berisi 3 osikula yang menstransmisikan vibrasi dari membran timpani ke telinga bagian dalam. Alat auditori beberapa mamal menunjukkan spesialisasi. Kelelawar, pausm dan pinniped mampu mendeteksi suara gema yang dihasilkan sendiri untuk mendeteksi adanya obyek di lingkungannya saat hewan itu bergerak. Kelelawar menghasilkan suara berfrekuensi tinggi saat terbang. Navigasi kelelawar menggunakan alat echolocation. Suara tersebut direfleksikan kembali dari obyek di sekitar berdasar gema dan refleksi yang diterima berupa keberadaan obyek, ukuran dan bentuknya.

2.2.7.SISTEM SIRKULASI

Menurut (Kimball, 1992:509) atrium kanan menerima darah miskin akan oksigen (darah deoksi) dari badan, dan ventrikel kanan memompa darah dengan kuat ke paru – paru untuk melepaskan karbon dioksida dan mengambil persediaan oksigen yang segar. Darah oksigen kemudian kembali ke atrium kiri, dan dipompa keluar dengan kuat kesemua organ – organ dan jaringan tubuh. Dengan pernyataan tersebut, maka mamalia termasuk golongan berdarah panas. Menurut (Radiopoetra, 1996:580) jantung atau cor dibagi oleh dua septum atriorum dan septum ventriculorum. Antara atrium dan ventriculus terdapat valvula atrioventricularis yang menghindari mengalirnya darah dari ventriculus ke atrium.  Di dalam pangkal aorta terdapat valvulae semilunares.

Jantung terdapat di dalam suatu kandungan, yang dindingnya dibentuk oleh perikardum. Pada pangkal aorta dan arteri pulmonalis pada tempat masuknya vena cava dan vena pumonales, perikardium melipat menjadi epikardium yang melapisi dataran luar dinding jantung. Jantung terdapat diantara kedua pulmonales.

Jantung Pada mamalia

 

Pengamatan yang mendalam mengenai jantung mamalia berbilik empat memberikan pemahaman yang lebih lengkap mengenai bagaimana sirkulasi ganda bekerja. Jantung manusia yang berada persisi di bawah tulang dada, misalnya berukuran sekitar satu kepalan tangan. Jantung terutama tersusun dari jaringan otot jantung. Kedua atria mempunyai dinding yang relatif tipis dan berfungsi sebagai ruangan penampungan bagi darah yang kembali ke jantung, dan hanya memompa darah dalam jarak yang sangat dekat menuju vemtrikel. Ventrikel mempunyai dinding yang lebih tebal dan jauh lebih kuat dibandingkan dengan atrrium-khususnya ventrikel kiri, yang harus memompakan darah keluar ke seluruh organ tubuh melalui sistematik.



Empat katup jantung, masing-masing terdiri atas flaps (jaringan ikat), berfungsi untuk mencegah aliran balik darah. Anatar setiap atrium dan ventrikel terdapat katup atriventrikel (AV). Katup AV ditambatkan oleh serabut yang kuat mencegah terjadinya perputaran balik aliran darah dari dalam keluar. Tekanan yang dibangkitkan oleh kontraksi ventrikel yang sangat kuat akan menutup katup AV, sehingga menjaga darah tidak mengalir kembali ke dalam atrium. Katup semilunar terletak dikedua pintu keluar jantung, tempat aorta meninggalkan ventrikel kiri dan arteri pulmoner meninggalkan ventrikel kanan.

1. Jantung (cor)

Merupakan alat pemompa darah. Jantung terdiri dari otot jantung (miokardium), selaput jantung (perikardium) dan selaput yang membatasi ruangan jantung (endokardium).

Otot jantung mendapatkan zat makanan dan O2 dari arah melalui arteri koroner. Peristiwa penyumbatan arteri koroner disebut koronariasis.

Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel.

- Atrium (serambi)

Merupakan ruangan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Atrium kanan (dekter) dan atrium kiri (sinister) terdapat katup valvula bikuspidalis. Pada fetus antara atrium kanan danatrium kiri terdapat lubang disebut foramen ovale.

- Ventrikel (bilik)

Ventrikel mempunyai otot lebih tebal dari atrium, dan ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan, karena berfungsi memompakan darah keluar jantung. Antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri terdapat katup valvula trikuspidalis.

Saat ventrikel berkontraksi, darah dari ventrikel kiri yang kaya O2 dipompakan menuju aorta. Sedangkan darah dari ventrikel kanan yang kaya CO2 dipompakan melalui arteri paru-paru (arteri pulmonalis). Bila ventrikel mengendur (relaksasi) maka jantung akan menerima darah vari vena cava superior, dan vena cava inferior yang kaya CO2 masuk ke dalam atrium kanan. Sedangkan darah dari pembuluh balik paru-paru (vena pulmonalis) yang kaya O2 masuk ke atrium kiri.

Pada jantung yang mengempis (kontraksi) maka tekanan jantung menjadi maksimum disebut sistole. Keadaan jantung yang relaksasi (mengendur) maksimum, maka tekanan ruang jantung menjadi minimum disebut diastole.

Jantung manusia berdenyut kira-kira 70 – 80 kali setiap menit, sehingga dalam sehari ± 100.000 kali. Pada bayi yang baru lahir berdenyut ± 130 setiap menit. Umur 20 tahun ± 72 / menit dan 45 tahun ± 75 / menit.

 

 

2. Pembuluh darah

- Pembuluh nadi (arteri) : pembuluh darah yang membawa darah dari jantung.

- Pembuluh vena (balik) : pembuluh darah yang membawa darah ke jantung.

Perbedaan antara arteri dan vena.

Macam-macam peredaran darah :

1. Peredaran darah kecil, melalui :

  1. Ventrikel kanan
  2. arteri pulmonalis
  3. paru-paru
  4. vena pulmonalis
  5. atrium kiri.

2. Peredaran darah besar, melalui :

Ventrikel kiri

  1. aorta
  2. arteri
  3. arteriola
  4. kapiler
  5. venula
  6. vena
  7. vena cava superior
  8. vena cava inferior
  9. atrium kanan.

3. Sistem portae

Darah sebelum masuk kembali ke jantung terlebih dahulu masuk ke dalam suatu organ yang disebut sistem portae.

Pada mamalia/ manusia hanya terdapat satu sistem portae yaitu sistem portae hepatica.

Pembuluh limpha (pembuluh getah bening)

1. Pembuluh limpha dada kanan (ductus limfaticus dekster).

Menerima aliran limpha dari daerah kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, lengan kanan yang bermuara di pembuluh balik di bawah selangka kanan.

2. Pembuluh limpha dada kiri (ductus thoracikus).

Menerima aliran limpha dari bagian lain danbermuara di pembuluh balik di bawah selangka kiri. Pembuluh inimerupakan tempat bermuaranya pembuluh-pembuluh kil atau pembuluh lemak, yaitu pembuluh yang mengumpulkan asam lemak, yang diserap oleh usus.

Pada kelenjar limpha dibuat sel-sel darah putih limfosit yang berperan dalam pemberantasan kuman penyakit.

Perbedaan peredaran limpha dengan peredaran darah





Peredaran darah

Peredaran limpha

( limpha )

Sistem per-edaran.

Yang dialir kan.

Tenaga pendorong.

Zat yang di angkut.

Pembuluh-nya

Tertutup

Darah, berwarna merah.

Kontraksi otot jantung.

O2, CO2, protein, gula.

Arteri dan vena.

Terbuka

Getah bening, ber-warna kuning ke-putihan.

Kontraksi otot rangka.

Lemak (asam lemak + gliserin).

Pembuluh getah be-ning (duktus torak-sikus dan duktus limfatikus dekster)

Denyut jantung

Volume jantung darah permenit yang dipompakan oleh ventrikel kiri ke dalam sirkuit sistemik disebut curah jantung. Volume tersebut bergantung pada dua faktor: denyut jantung (denyut nadi) dan volume per denyut (stoke volume), yaitu jumblah darah yang dipompakan oleh ventrikel kiri setiap kali berkontraksi. Rata-rata volume per denyut untuk manusia adalah sekitar 75 mil per denyut. Manusia dengan volume per denyut seukuran ini dan denyut jantung istirahat 70 denyut/ menit mempunyai curah jantung 5,25 L/menit. Ukuran tersebut kurang lebih ekuivalen dengan total volume darah dalam tubuh manusia. Curah jantung dapat meningkat sekitar lima kali lipat selama olahraga berat.



Darah

Darah adalah jaringan ikat dengan sel-sel yang tersuspensi dalam plasma. Darah vertebrata merupakan suatu jenis jaringan ikat yang terdiri atas beberapa jenis sel tersuspensi dalam suatu matriks cairan yang disebut plasma. Tubuh manusia pada umumnya mengandung kurang lebih 4 sampai 5 L darah. Jika sampel darah diambil, sel-sel darah dapat dipisahkan dari plasma dengan cara memasukan darah tersebut kedalam sentrifugasi dan memutarnya dengan kecepatan tertentu. (Antikoagulan harus ditambah untuk mencegah penggumpalan darah). Unsur seluler (sel dan fragmen sel), yang berkisar 45 % dari volume darah, akan mengendap ke dasar sentrifuge, dan membentuk pelet padat berwarna merah. Di atas pelet sekuler ini terdapat plasma transparan berwarna kekuning-kuningan.

 

Proses sirkulasi pada mamalia

 

Ventrikel kanan memompa darah ke paru-paru melalui arteri pulmoner. Ketika darah mengalir melalui hamparan kapiler paru-paru kanan dan kiri, darah mengambil oksigen dan melepaskan karbondioksida. Darah yang kaya oksigen akan kembali dari paru-paru melalui vena pulmoner ke atrium kiri jantung. Kemudian, darah yang kaya oksigen mengalir ke dalam ventrikel kiri, ketika ventrikel tersebut membuka dan atrium berkontraksi. Selanjutnya, ventrikel kiri akan memompa darah yang kaya oksigen keluar ke jaringan tubuh melalui sirkuit sistemik. Darah meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta, yang mengirimkan darah ke arteri yang menuju keseluruh tubuh. Cabang pertama dari aorta adalah arteri koroner, yang mengirimkan darah ke otot jantung itu sendiri. Kemudian ada juga cabang-cabang yang menuju ke hamparan kapiler di kepala dan lengan (atau tungkai depan). Aorta terus memanjang ke arah posterior, sambi mengalirkan darah yang kaya oksigen ke arteri yang menuju ke hamparan kapiler di organ abdomen dan kaki (tungkai belakang).

Di dalam masing organ tersebut, arteri akan bercabang menjadi artriola, yang selanjutnya akan bercabang menjadi kapiler, dimana darah melepaskan banyak oksigennya dan mengambil karbondioksida yang dihasilkan oleh respirasi seluler. Kapiler akan menyatu kembali membentuk venula, yang akan mengirimkan darah ke vena. Darah yang miskin oksigen dari kepala, leher, tungkai depan disalurkan ke dalam suatu vena besar yang disebut vena cava anterior (superior).  Vena besar lainnya yang disebut vena cava posterior (inferior) mengalirkan darah dari bagian tubuh utama dan tungkai belakang. Kedua cava itu mengosongkan darahnya ke dalam atrium kanan, sebelum kemudian darah yang miskin oksigen itu mengalir ke dalam ventrikel kanan (Campbell, 2000:46).

2.2.8.SISTEM SYARAF

Kucing itu memiliki otak, saraf kranial, saraf tulang belakang, dan sistem saraf otonom. Otak, seperti pada mamalia lainnya berbeda dari vertebrata yang lebih rendah dalam ukuran besar belahan otak dan otak kecil. Belahan otak yang sedikit ditandai oleh depresi atau sulci, yang membagi permukaan ke dalam lobus atau convolutions tidak ada dalam merpati. Lobus penciuman sangat besar dan klub-berbentuk. Seluruh permukaan otak kecil dilemparkan ke dalam berbagai lipatan. Ada 12 pasang saraf kranial dari otak, dari kabel saraf sepasang saraf tulang belakang muncul antara vertebra berturut-turut (Boolootian, 1979).

Organ bau, rasa, penglihatan, dan pendengaran yang sangat mirip dengan manusia baik lokasi maupun fungsi. Mata kucing memiliki pupil yang bervariasi dalam ukuran dan bentuk, tergantung pada jumlah cahaya di iris. Kilau metalik yang membuat mata kucing bersinar di malam hari adalah karena kristal memantulkan cahaya di bagian dari mata yaitu tapetum ludicum (Boolootian, 1979).

Telinga luar yang besar mengumpulkan gelombang suara yang dipancarkan telinga tengah (sebagai getaran dari membran timpani atau gendang telinga) melalui tiga tulang pendengaran (maleus, inkus, dan stapes) ke telinga bagian dalam. Koklea bagian dalam telinga adalah spiral melingkar, tidak hanya melengkung, seperti pada merpati. Rongga hidung besar, menunjukkan indra penciuman sangat berkembang, yang juga dibuktikan oleh lampu penciuman besar (Boolootian, 1979).

Sistem saraf pada mamals berkembang lebih kompleks dari pada vertebrata lain. Belahan cerebrum (otak besar) berasal dari terensefalon, ada lekukan dan tonjolan dipermukaannya sehingga ada ridge atau gyri dan depresi atau sulci. Lapisan luar (korteks) cerebrum penyusunnya sebagian besar berupa sel saraf, sehingga tampak berwarna abu-abu. Belahan petak besar sebelah kiri dan kanan digabungkan satu dengan yang lain oleh komisura putih disebut carpus callosum. Lobus olfaktori pada mamal, relatif lebih kecil bila dibanding dengan vertebrata yang lebih rendah (Sukiya, 2005).

Fungsi dari otak tengah mamal kurang begitu penting bila dibanding vertebrata yang lebih rendah, sehingga yang lebih berperan adalah cereblum. Otak tengah dibagi menjadi 4 bagian disebut korpora quadrigemina. Dua lobus superior berhubungan dengan penglihatan dan 2 lobus interior berhubungan dengan pendengaran . cerebellum sangat baik perkembangannya pada mamal sebagai pusat kontrol gerakan tubuh. Persarafan cerebellum mamal sebagai pusat kontrol gerakan tubuh. Persarafan cerebellum mamal merupakan struktur khusus dinamakan pons. Ada indikasi munculnya pons pada burung. Pons pada mamal merupakan ciri yang mencolok bila dilihat dari ventral metencefalon (Sukiya, 2005).

 

 

2.2.9.SISTEM REPRODUKSI

Perkembangbiakkan pada kucing hanya terjadi melalui proses seksual. Yang dimaksud pembiakan seksual adalah bertemunya dua sel yang disebut dengan proses pembuahan.  Kehamilan pada kucing berkisar 63 hari. Anak kucing terlahir buta dan tuli. Mata mereka baru terbuka pada usia 8-10 hari. Anak kucing akan disapih oleh induknya pada usia 6-7 minggu dan kematangan seksual dicapai pada umur 10-15 bulan. Kucing dapat mengandung 4 janin sekaligus karena rahimnya memiliki bentuk yang khusus dengan 4 bagian yang berbeda (Boolootian, 1979).

Pada kucing jantan terdapat dua testis yang berada pada kantong yang dibungkus oleh kulit yang disebut skrotum. Keduanya terletak disebelah organ kopulasi yaitu penis. Sperma berjalan dari masing-masing testis kedalam tabung kecil yang melilit disebut epididimis. Sperma kemudian masuk kedalam saluran sperma atau vas deverens yang membawa kedalam rongga perut dan terbuka kedalam uretra dan ditransfer ke betina oleh penis. Didasar uretra adalah kelenjar prostate, disepanjang uretra terdapat sepasang kelenjar boulbouretral (cowper). Sekresi dari kelenjar-kelenjar ini adalah untuk ditambahkan ke spermatozoa, membuat subtrat semen lebih cair dan menetralisi keasaman hasil dari lintasan urin pada uretra (Boolootian, 1979).

Saluran-saluran kelamin berpangkal pada testis dan menyambung ke uretra yang kemudian menjadi bagian dari penis dan merupakan jalan bersama spermatozoa dengan urine serta sekresi kelenjar-kelenjar kelamin. Kelenjar-kelenjar  kelamin  terletak pada atau disekitar saluran-saluran kelamin dan  bermuara  ke  dalam uretra. Sistem reproduksi pada anjing dan kucing secara anatomik berhubungan dengan saluran pengeluaran  urin yang terdiri dari ginjal dan vesika urinaria, serta saluran-salurannya, sehingga seluruh sistem  ini disebut traktus urogenitalis (Brotowijoyo, 1989).

Spermatikus (spermatic cord),  yang terletak   di bagian leher skrotum dan terdiri atas arteri spermatik dalam yang  berkelok-kelok di bagian atas testis, vena  spermatik dalam yang muncul dari plexus pampiniformis, merupakan anyaman di  seke liling  arteri  spermatik. Plexus pampiniformis membentuk bundelan spermatic cord  dan  muncul  dari beberapa vena yang meninggalkan kepala testis.  Bagian lain dari funikulus spermatikus adalah   saraf otonomik dari ginjal dan plexus mesenteric dari   belakang, pembuluh limfe dan otot  kremaster dalam yang membungkus bagian-bagian  tersebut di atas. Semua komponen teresbut terdapat di dalam lapisan viseral tunika vaginalis sedang duktus deferens lewat sendiri di tengah-tengah mesorchium (Jasin, 1984).

Sistem  reproduksi pada betina terdiri  atas  ovarium, saluran kelamin dan alat penggantungnya. Saluran kelamin terdiri dari: tuba fallopii (oviduk), tanduk rahim (kornua  uteri), badan rahim (korpus uteri),  leher  rahim (servik uteri), vagina dan vulva. Sistem reproduksi pada betina tidak hanya menerima sel-sel telur yang diovulasikan oleh ovarium dan membawa sel-sel telur tersebut ke tempat implantasi  yaitu rahim, tetapi juga menerima  sperma  dan membawanya ke tempat fertilisasi yaitu tuba fallopii (Jasin, 1984).

Ovarium dan bagian saluran  kelamin  dari sistem reproduksi tidak berhubungan satu  dengan  yang lain dan melekat pada dinding tubuh dipertautkan oleh alat penggantungnya.  Ovarium menerima suplai darah dan  suplai saraf  melalui hilus yang juga melekat pada uterus. Tuba fallopii  berada di dalam lipatan mesosalping, sedangkan mesosalping  melekat  pada ligamen ovarium. Ligamen  ini melanjutkan diri ke ligamen inguinal, yang homolog dengan gubernakulum  testis.  Bagian lain ligamen  ini membentuk ligamen  bulat pada uterus yang kemudian  melebarkan  diri dari uterus ke daerah inguinal (Jasin, 1984).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1.KESIMPULAN

            Berdasarkan hasil diskusi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:

 Mamalia merupakan hewan vertebrata yang muncul pada zaman mesosoikum dan saat ini mendiami seluruh relung muka bumi mulai dari daratan, lautan, sepanjang pantai, danau, sungai, bawah tanah, pohon dan bahkan di udara yang tersebar mulai dari daerah kutub sampai daerah tropis. Mamalia memiliki ciri khusus yakni ada glandula mamae yang ada dibagian dada yang berfungsi mensekresikan susu untuk memberi nutrisi pada anaknya. Karnivora merupakan sebutan untuk hewan pemakan daging, biasanya ia juga merupakan pemakan serangga. Karnivora mengalami adaptasi fisik sesuai dengan cara makannya, ia memiliki gigi yang bertaring yang digunakan untuk mencabik mangsanya, serta memiliki kuku yang kuat dan tajam untuk mencengkeram mangsanya.

3.2.SARAN

            Pembahasan mengenai materi alangkah lebih baik jika ditambahkan lagi beberapa literatur lain seperti jurnal atau buku-buku teks supaya menjadi lebih lengkap dan sempurna.


 

 

DAFTAR PUSTAKA 

Campbell. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid Tiga. Jakarta: Erlangga.

Kimball, John. 1992. Biologi Edisi Kelima Jilid dua. Jakarta: Erlangga.

Brotowijoyo, M. D. (1989). Zoolgy Dasar. Jakarta: Erlangga.

Jasin, M. (1984). Sitematika Hewan Vertebrata dan Avertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya Surabaya.

Rifai, M. A. (2004). Kamus Biologi. Jakarta: Balai Pustaka.

Pratiwi,dkk. 2007. Biologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga

Boolootian, R. A. (1979). ZOOLOGY: An Introduction to The Study of Animals. New York: Macmillan Publishing Co., Inc.

Radiopoetro. 1996. Zoologi. Jakarta: Erlangga.

Sukiya. (2005). Biologi Vertebrata. Malang: UM Press.

 

Komentar