Laporan praktikum Isolasi DNA - Genetika dan Evolusi


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
DNA merupakan molekul yang sangat panjang, terdiri dari ribuan deoksiribonukleotida (ada empat jenis), yang bergabung dalam suatu urutan yang bersifat khas bagi setiap organisme. Molekul ini biasanya berbentuk untaian ganda. Kromosom sel prokariot merupakan suatu molekul besar DNA yang berkaitan erat-erat menjadi suatu daerah inti atau nukleoid.
Sel eukariot mengandung sejumlah molekul DNA, yang masing-masing pada umumnya berukuran jauh lebih besar dari satu molekul DNA didalam prokaryota. Molekul DNA didalam eukaryota bergabung dengan protein dan dikelompokkan menjadi serabut kromatin di dalam nukleus, yang dikelilingi oleh system membran ganda yang bersifat kompleks. DNA berfungsi untuk menyimpan informasi genetik secara lengkap yang diperlukan untuk mencirikan struktur semua protein dan RNA tiap-tiap spesies organisme, untuk membuat program pada saat yang tepat dan menempatkan biosintesis sel dan komponen jaringan secara teratur, untuk menentukan aktivitas organisme sepanjang siklus hidupnya, dan untuk menentukan kekhususan organisme tertentu.
Sel prokaryotik mengandung jauh lebih banyak DNA dibandingkan dengan DNA virus. Contohnya, satu sel E. Coli mengandung hampir 200 kali lebih banyak DNA dibandingkan dengan partikel bakteriofage ?. Percobaan genetik dan juga mikroskopik langsung tengah memperlihatkan bahwa DNA didalam sel E. Coli merupakan molekul tunggal yang amat besar. Molekul ini berbentuk lingkaran untaian ganda yang tertutup secara kovalen, dengan berat molekul kira-kira 2600 juta. DNA-nya mengandung empat juta pasangan basa dengan panjang keseluruhan kira-kira 1400 ?M = 1,4 mm, atau sampai 700 kali panjang sel E. Coli (2 ?M). Molekul DNA harus betul-betul berlipat erat-erat, karena molekul ini keseluruhannya terdapat didaerah inti sel-sel E. Coli. DNA sel bakteri tampaknya melekat pada satu atau lebih titik (daerah) pada permukaan sebelah dalam membran sel.
Untuk dapat mengetahui bagaimana sifat genetik induk dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, maka dilaksanakan praktikum genetika. Percobaan genetika molekuler telah banyak dilakukan pada berbagai perguruan tinggi di Indonesia umumnya di jawa, seperti isolasi DNA, transformasi gen, clonin gen. percobaan tersebut ditunjang oleh alat yang memadai dan mahal. Dalam praktikum genetika mengenai isolasi DNA, kami mencoba mengekstraksi DNA dari jaringan pada salah satu organ tumbuhan, yaitu daun karena keterbatasan alat.
B.  Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui metode sederhana dalam mengisolasi DNA/mengekstraksi DNA dari jaringan tumbuhan.
C.  Manfaat
Dengan adanya pelaksanaan kegiatan praktikum ini, praktikan dapat secara langsubg mengisolasi/mengekstraksi DNA dari jaringan tumbuhan. Hingga ditemukan hasil isolasi DNA meskipun yang ditemukan hanya sercara kasat mata dan tidak terlihat struktur penyusunnya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Asam Deoksiribonukleat atau disingkat AND merupakan persenyawaan kimia yang paling penting pada makhluk hidup, yang membawa keterangan genetik dari sel khususnya atau dari makhluk dalam keseluruhannya dari satu generasi ke generasi berikutnya. AND sangat menarik perhatian para Biologiwan modern dalam abad ini, seperti halnya ahli kimia serta fisika tertarik pada atom. Oleh karena AND sangat erat hubungannya dengan hampir semua aktivitas biologi, maka banyak sekali penyelidikan telah dilakukan, bahkan kini masih terus berjalan untuk mengetahui lebih bayak lagi tentang ADN. AND menempati tempat utama dalam sitologi (ilmu hal sel), genetika, biologi molekul, mikrobiologi, biologi perkembangan, biokimia dan evolusi (Jusuf, 2001).
Struktur DNA pertama kali dijelaskan oleh James Watson dan Francis Crick. Mereka memperoleh model DNA dari hasil foto difraksi sinar X yang dibuat oleh Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins. Watson dan Crick menyimpulkan bahwa struktur DNA merupakan rantai ganda (double helix). Untai ganda tersusun dari dua rantai polinukelotida yang terpilin. Kedua rantai memiliki susunan antiparalel, yaitu satu rantai berorientasi dari ujung 5’ ke 3’sedangkan yang lain berorientasi ujung 3’ ke 5’. Ujung 5’ merupakan ujung yang berakhir dengan gugus 5-fosfat dan ujung 3’ berakhir dengan gugus OH. Kedua rantai dihubungkan dengan ikatan hidrogen yang memghubungkan kedua basa nitrogen (Anonima, 2010)
Semua makhluk hidup kecuali beberapa virus memiliki ADN. Di dalam sel, bagian terbesar dari ADN terdapat di dalam nucleus, terutama dalam kromosom. Molekul ADN juga ditemukan di dalam mitokondria, plastid dan sentriol. Pada paramecium, Tetrahymena, Amoeba proteus, amphibian dan paku-pakuan, molekul ADN terdapat dalam dasar sitoplasma (Hartati, 2008).
Molekul ADN dari sel-sel dengan nucleus sejati mempunyai bwntuk sebagai benag lurus dan tak bercabang, sedangkan pada sel-sel tanpa nucleus sejati, mitokondria danplastida molekul ADN berbentuk lingkaran. Ukuran molekul ADN berbeda-beda dari satu spesies ke spesies lainnya. Pada mitokondria, molekul ADN mempunyai ukuran 5 u, pada virus lebih panjang, sedang molekul ADN tunggal pada sel bakteri berukuran 1,4 mm. dalam sel-sel yang berinti sejati, beberapa orang peneliti menemukan molekul ADN dari berbagai ukuran, yaitu 50-60 u (Solari, 1965), 500 u (Cairus, 1966) dan 1,6 – 1,8 mm (Huberman dan riggs, 1966)        (Suryo, 2001).
Sel prokaryotik mengandung jauh lebih banyak DNA dibandingkan dengan DNA virus. Contohnya, satu sel E. Coli mengandung hampir 200 kali lebih banyak DNA dibandingkan dengan partikel bakteriofage. Percobaan genetik dan juga mikroskopik langsung tengah memperlihatkan bahwa DNA didalam sel E. Coli merupakan molekul tunggal yang amat besar. Molekul ini berbentuk lingkaran untaian ganda yang tertutup secara kovalen, dengan berat molekul kira-kira 2600 juta. DNA-nya mengandung empat juta pasangan basa dengan panjang keseluruhan kira-kira 1400 ?M = 1,4 mm, atau sampai 700 kali panjang sel E. Coli (2 ?M). Molekul DNA harus betul-betul berlipat erat-erat, karena molekul ini keseluruhannya terdapat didaerah inti sel-sel E. Coli. DNA sel bakteri tampaknya melekat pada satu atau lebih titik (daerah) pada permukaan sebelah dalam membran sel. Eukaryota mengandung DNA lebih banyak dibandingkan dengan prokaryota. Sebuah sel jamur lender, salah satu eukaryota tingkat rendah, mengandung sampai 10 kali DNA sel E. Coli. Sel lalat buah (Drosophila) yang biasanya digunakan dalam penelitian genetika mengandung DNA 25 kali lebih banyak dibandingkan dengan DNA sel E. Coli. Setiap molekul sel eukaryota mengandung satu molekul DNA dupleks berukuran besar, yang dapat mencapai 4-100 kali ukuran DNA sel E. Coli. Sebagai contoh, panjang DNA salah satu kromosom terkecil pada manusia kira-kira 30 nM, hampir 15 kali lebih panjang dari DNA E. Coli. Ukuran molekul DNA didalam 46 kromosom manusia pada sel manusia tidak sama tetapi bervariasi pada kisaran 1-24 kali. DNA eukaryota berbentuk linier, tidak melingkar. Masing-masing kromosom dalam eukaryota membawa serangkain gen yang bersifat unik. Semua gen pada tiap sel menyusun genom (Anonimb, 2010).
ADN merupakan susunan kimia makromolekular yang kompleks, yang terdiri dari tiga macam molekul yaitu, gulam pentosa yang dikenal sebagai deoksiribosa, asam pospat, basa nitrogen yang dapat dibedakan atas dua tipe dasar yaitu pirimidin, basa ini dibedakanb lagi atas sitosin (S) dan timin (T). Purin basa ini dibedakan lagi atas adenine (A) dan guanine (G). pirimidin (sitosin dan timin) dan purin (adenine dan guanine) membentuk rangkaian deoksiribosa. Atom C 1’ dari gula deoksiribosa akan berhubungan dengan atom nitrogen pada posisi 1 dari pirimidin atau pada posisi 9 dari purin. Molekul denikian ini disebut nukleosida atau deoksiribonukleosida dan mereka ini dapat berlaku sebagai precursor elementer untuk sintesa ADN. Akan tetapi sebelum suatu nukleosida dapat menjadi bagian dari suatu molekul ADN, ia hatus bergabung dengan gugus pospat untuk membentuk suatu nukleotida atau deoksiribonukleotida (Gardner, 1991).
Menurut Jusuf (2001), Watson dan Crick pada tahun 1953 menyimpulkan bahwa DNA mempunyai strukturt heliks ganda dengan rincian sebagai berikut:
1.      DNA disusun oleh dua rantai polinukleotida yang basanya berpasangan dengan ikatan hidrogen dengan aturan perpasangan A-T dan G-C. pasangan A-T diikat oleh dua ikatan hidrogen sedangkan G-C oleh dua ikatan.
2.      Antara dua utusan membentuk pasangan anti paralel yaitu antara kedua utusan terdapat arah yang berlawanan, ujung 5’P akan berhadapan dengan ujung 3’OH.
3.      Antara dua pasangan basa terdapat jarak sebesar 3,4Ao.
4.      Pasangan dua utusan DNA membentuk suatu pilihan di sekitar suatu sumbu dengan arah pilihan ke arah kanan atau searah dengan putaran jarum jam.
Banyaknya ADN dari sebuah sel juga berhubungan erat dengan sifat ploidi atau jumlah kromosom dari sel itu. Molekul AND dari sel-sel dengan nucleus sejati mempunyai bentuk sebagai benang lurus dan tidak bercabang sedangkan pada sel-sel tanpa nucleus sejati, mitokondria atau plastid molekul AND berbentuk lingkaran. Ukuran molekul AND berbeda-beda dari satu spesies ke spesies lainnya. Pada mitokondria, molekul AND mempunyai ukuran 5u (Suryo, 2001).
Salah satu metode untuk mengisolasi gen adalah dengan bekerja secara terbalik dari protein yang dihasilkan pertama, paling tidak ada bagian dari protein yang telah dikenali, artinya urutan asam amino yang menyusun rantai protein tersebut sudah cukup. Selanjutnya, berdasarkan urutan asam amino yang telah diketahui dan memahami proses sintesis protein, kita dapat memperkirakan urutan nukleotida dari sebagaian copy mRNA protein tersebut. Berikutnya, perunut DNA utas tunggal disusun memurut pasangan dari sekuen mDNA yang diperkirakan. Misalnya, kalau bagian dari perkiraan sukeun DNA itu CUA GUA CGA, bagian yang dikenali oleh perunut akan menjadi GAT CAT GCT, karena G berpasangan dengan C dan A berpasangan dengan T. sebenarnya, karena detail susunan tertentu dari molekul DNA, sekuen pasangannya seharusnya ditulis TCG TAC TAG, yang merupakan kebalikan dari GAT CAT GCT. Meskipun begitu, disini kita menggunakan urutan yang secara teknis tidak tepat, untuk menghindari kebingungan. Perunut DNA terbuat dari radioaktif sehingga dapat terdeteksi ketika mengikat DNA kembaranya (Jusuf, 2001).








BAB V
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dari pengamatan tentang isolasi DNA dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam mengisolasi DNA dengan menggunakan metode dan bahan sederhana dapat diamati secara kasat mata untaian benang halus, meskipun tanpa menggunakan alat yang lebih memadai.
B.       Saran
Sebaiknya pada praktikum selanjutnya, praktikan memiliki pengetahuan dasar men genai isolasi DNA dan lebih teliti dalam mengukur alat dan bahan.

DAFTAR PUSTAKA
Anonima,2010. Isolasi DNA. http://isolasidna.blogspot.com/. Diakses tanggal 02 Mei 2010.

Anonimb,2010. Isolasi DNA. http://isolasiDNA.blogspot.com/Genetik. Diakses tanggal 02 Mei 2010.

Gardner, E.J, dkk. 1991. Principles of genetics. John Wiley and Sons, Inc. New York

Jusuf, 2001. Genetika I. Jakarta. CV. INFOMEDIKA.
Hartati. S.si, M.Si. 2009. Penuntun Praktikum Genetika. Makassar: Jurusan Biologi
FMIPA UNM.

Suryo, 2001. Genetika Strata I. Yogyakarta. UGM.

Komentar