laporan praktikum lengkap biologi dasar Kebakaan



HALAMAN PENGESAHAN
                                         
        Laporan Lengkap Biologi Dasar dengan judul ”Kebakaan yang disusun oleh :
 nama                : Hilda
 NIM                : 1616040012
 Kelas               : reguler
 Kelompok       : VI  (enam)
                                                                                                           
 telah diperiksa dan disahkan oleh asisten/ koordinator asisten, maka laporan ini diterima.




                                                                                      Makassar,    Desember 2016
Koordinator Asisten                                                      Asisten


Muh.Farid Abdullah,S.Pd                                         Muh.Ikram Hadi Putra
NIP.161051301073                                                       NIM.1314041015


Mengetahui,
Dosen Penanggungjawab


Sitti Saenab,S.pd M.pd
NIP.198103022009122




BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Mekanisme penurunan sifat dari parental kepada individu anaknya pertama kali dikemukakan oleh Gregor Mendel(1826-1884) dengan meneliti penurunan ciri-ciri baka pada kacang kapri. Mendel mengemukakan hokum Mendel I dan II. Hukum Mendel I menyatakan bahwa “ketika berlangsung pembentukan gamet pada individu heterozigot terjadi pemisahan alel secara bebas. Selama proses meiosis berlangsung pasangan-pasangan kromosom homolog saling berpisah.
Setiap sel kromosom itu terkandung satu gen dari alelnya. Proses pemisahan gen secara bebas itu dikenal dengan segresi gen. Peristiwa itu dikenal melalui persilangan monohibrida.Pola-pola pewarisan sifat berlaku juga pada manusia. Sifat-sifat tersebut meliputi fisik, fisiologi, dan psikologis. Sifat fisik adalah sifat badan yang tampak misalnya bentuk hidung, bibir, dan telinga. Sifat fisikologis adalah sifat fatal tubuh , misalnya alergi dan hormonal.
 Sifat psikologis adalah sifat kejiwaan seseorang. Didalam kehidupan sehari-hari kita menjumpai adanya yang dominan hamper selalu muncul pada keturunannya, misalnya mata sipit, kulit gelap, dan rambut lurus. Sifat fisik tersebut merupakan warisan dari kedua orangtua. Hanya saja, apakah sifat-sifat itu dominnan atau resesif.Pewarisan sifat yang dapat dikenl dari orangtua kepada keturunannya disebut hereditas.
 Hukum pewarisan ini mengikuti pola ang diatur dan terulang dari generasi ke generasi. Dengan mempelajari cara pewarisan sifat gen tungal akan dimengerti mekanisme pewarisan suatu sifat tetap ada dalam populasi. Didalam sel makhluk hidup suatu substansi yang mengendalikan perkembangan dan pewarisan sifat-sifat yang dimilikinya kepada keturunannya. Demikian juga akan dimengerti bagimana pewarisan dua sifat atau lebih. Hal-hal tersebutlah yang melatarbelakangi diadakannya percobaan ini.
B.   Tujuan Praktikum
        Membuktikan perbandingan genotip dan feotip dari Hukum Mendel dan dasar genotip beberapa sifat baka pada manusia.
C.   Manfaat Praktikum
            Mahasiswa dapat mengetahui atau membuktikan angka-angka pembanding genotif dan fenotif dari hokum mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

            Teori hanya menyatakan bahwa sifat-sifat yang diperoleh dari induk selama masa hidupnya dapat diturunkan kepada keturunannya. Teori ini biasa digabungkan dengan Lamarck. Seorang biologian Prancis yang menggunakannya dalam upaya menerangkan banyak peyesuaian yang mencolok dari lingkungannnya yang diperhatikan tumbuhan dan hewan. Ilustrasi yang terkenal ialah jerapah. Ia memastikan bahwa leher panjang jerapah itu berkembang perlahan-lahan sebagai akibat dari generasi-generasi jerapah mengulurkan lehernya untuk mencari daun pohon-pohon. Setiap generasi menurunkan kepada keturunannya penambahan sedikit pada kehernya yang disebabkam terus-menerus menjulurkan lehernya(Kimbaall,1981).
            prinsip pewarisan sifat dirumuskan hukum pewarisan sifat pada makhluk hidup. Hukum pewarisan sifat tersebut lebih dikenal sebagai hokum Mendel I dan hokum Mendel II. Hukum mendel I disebut juga sebagai hokum hokum Segresi secara bebas(independent segregation). Hukum Mendel II disebut juga sebagai hokum berpasangan secara bebas atau hokum Asortasi secara bebas (Priyandoko,2007).
            Susunan gen yang menentukan sifat individu disebut genotip artinya tidak bisa dilihat oleh mata. Genotip suatu individu diberi symbol dengan huruf dobel, karena individu itu umumnya diploid, misalnya MM, Mm, dan mm. Genotip memiliki sepasang gen. Sifat sutau individu yang genotipnya terdiri dari gen-gen yang sama dari setiap jenis gen disebut homozigot,  Homozigot terjadi apabila individu bergenotip RR, AA, TT. Seadngkan homozigot resesif bila individu bergeenotip rr, aa, tt, dan sebagainya(Tim Pengajar,2016).
            Menurut Kusnadi (2007), ada beberapa prinsip dasar pewarisan sifat yaitu:
1.      Gen yang merupakam substansi penentu sifat memiliki bentuk-bentuk
interaktif yang mengatur variasi pemunculan sifat individu. Hal ini
berhubungan dengan konsep gen homolog(sejenis).
2.      Setiap individu mebentuk dan membawa pasangan gen dari satu induk jantan dan satu dari induk betina(parental).
3.      Jika sepasang gen ini merupakan du alel yang berbeda, alel dominan akan terekspresikan. Alel resesif yang tidak terekspresikan tetap akan diwariskan pada gamet yang dibentuk.
     Adanya variasi sinambung antaa suatu sifat  dalm populasi jadinya dapat diterangka dengan mengasumsikan bahwa yang mengendalikannnya ialah beberapa pasang gen, yang efek-efeknya digabung bersama. Hipotesis ini dinamai dengan hipoesis faktor berganda. Hal itu menyatakan bahwa bila dua tipe ekstrim (umpamanya AABB dan aabb) disilangkan maka keturunannya bersifat intermediat. Bila ada dua tipe intermediat disilangkan, kebanyakan dari keturunnannya intermediat, tetapi beberapa tipe ekstrim juga ada, dan hasil persilangan acak dalam populasi besar merupakam kisaran luas tipe-tipe dengan jumlah terbesar dalam kisaran tengah dan terkecil pada ekstrim-ekstrimnya. Ketiga efek ini sebenarnya diamati terhadap kebanyakan kasus tenang variasi kuantitatif pada makhluk hidup(Kusniadi,2007).
  Menurut Tim Pengajar(2016), prinsip-prinsip dalam pewarisan sifat atau persilangan yaitu:
1.      Gen yang berperan dalam pengaturan dan penentuan sifat diberi sumbol huruf
2.      Gen yang bersifat dominan dinyatakan dengan huruf kapital.
Gen yang bersifat resesif dinyatakan dengan huruf kecil, misalnya gen yang menentukan sifat batang pendek yang ditulis dengan huruf “t”. Jadi dapat diartikan bahwa batang tinggi dominan terhadap batang pendek, dan sebaliknya bang pendek resesif terhadap batang tinggi.
            Kenyataan tentang faktor-faktor dari Mendel(gen-gen) yaitu gen-gen berada dalam keadaan berpasangan(alel), gen-gen memisah dalam sel kelamin, sel alel menuju salah satu sel kelamin. Gen-gen tersusun atas rambang dalam tepung sari dan sel telur, serta sifat gen tetap dari generasi ke generasi(Kusniadi,2007).
            Gregor Mendel (1822- 1884) orang Austria pantas dinyatakan sebagai “Bapak genetika”,karena ia adalah orang yang pertama kali melakukan percobaan kawin silang , yang dilakukan pada beberapa jenis tanaman kapri (Pisum Sativum), untuk mempelajari perbedaan sifat satu dengan yang lainnya. Percobaan ini dilakukan selama 7 tahun.Mendel memilih tanama kapri dalam percobannya, karena tanaman ini mempunyai umur pendek, mudah tumbuh, dan dapat disilangkan secara buatan dan mempunyai sifat- sifat dengan perbedaan karakter yang kontras(Priyandoko,2007).
            Gen yang bersifat resesif dinyatakan dengan huruf kecil, misalnya gen yang menentukan sifat batang yang pendek ditulis dengan huruf “t”. Jadi, dapat diartikan bahwa batang tinggi dominan terhadap batang pendek, dan sebaliknya batang pendek resesif terhadap batang tinggi. Pada manusia dan hewan vertebrata, penyatuan sperma dan ovum yang masing-masing bersifat haploid (n) akan membentuk zigot. Zigot tumbuh dan berkembang menjadi induvidu yang bersifat diploid (2n), sehingga individu yang memiliki sifat tersebut dinyatakan dengan dua huruf (Tim Pengajar,2016).
            Pewarisan sifat-sifat hereditari memiliki basis molekuler pada replikasi DNA secara tepat, yang menghasilkan salinan gen-gen yang dapat diwariskan dari orangtua kepada anak.Pada hewan dan tumbuhan, sel-sel reproduksi yang disebut gamet (gamete) merupaka wahana yang meneruskan gen dari satu generasi ke generasi berikutnya. Selama fertilisasi, gamet jantan dan betina (sperma dan sel telur)bergabung sehingga meneruskan gen-gen dari kedua induk ke anaknya(Kusniadi,2007).
            Mendel berhasil menemukan bahwa hukum segregasi berlaku untuk ketujuh sifat berlawanan yang ia teliti. Ia lalu melakukan penelitian untuk mengetahui apakah dua sifat yang dipelajari secara bersamaan diwariskan secara bebas atau dipengruhi oleh pola herediter satu sama lain. Ketika Mendel melakukan persilangan yang mirip dengan kelompok percobaan pertamanya, tetapi melibatkan dua sifat sekaligus, ia menemukan bahwa pembentukan pasangan alel berlangsung secara sepenuhnya ”demokratik”. Hukum mendel mengekspresikan konsep bahwa sifat- sifat yang diwariskan secara bebas.Lebih jauh lagi rasio- rasio dari fenotipe berbeda dapat dikalkulasi dengan mudah menggunakan hukum- hukum probabilitas untuk masing- masing kelas(Priyandoko,2007).
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.  Waktu dan Tempat Praktikum
Hari                      :   Selasa, 31 Desember 2016
      Waktu                   :   10.00-11.50 WITA
Tempat                  :   Laboratorium Biologi lantai 3 bagian timur  Fakultas Matematika dan Ipa
B.  Alat dan Bahan
1.      Alat
a.        Daftar fenotif
Daftar fenitip sifat baka manusia yang dikontrol oleh 1 gen dengan 2 alel dan masing- masing alel menghasilkan fenotip yang jelas.
a.    Lesung dagu merupakan sifat dominan(D).
b.    Ujung daun telinga menggantung bebas erupakan sifat dominan (E).
c.      Orang yang meletakkan ibu jari tangan kiri diatas ibu jari tangan kanan pada waktu menjalinkan jari- jari tangan,merupakan sifat dominan (F).
d.      Orang memiliki ruas jari kelingking paling ujung menyerong kearah dalam (ke arah jari manis) merupakan sifat dominan (B).
e.      Rambut dahi menjorok merupakan sifat dominan (W).
a.       Rambut pada jari: tumbuhnya rambut pada kedua ruas jari tangan merupakan sifat dominan (M).
f.       Lesung pipi merupakan sifat dominan (P).
g.      Orang yang dapat menggulung lidahnya memanjang sifat dominan (L).
h.      Orang yang mempunyai gigi seri atas bercelah merupakan sifat dominan (G).
2.       Bahan
a. Praktikan Prodi Pendidikan IPA Reguler 2016
C. Prosedur Kerja
1.    Memeriksa fenotif dari setiap sifat baka yang ada pada daftar fenotif pada diri sendiri. Mencatat hasilnya dalam bentuk tabel.
2.    Memberi tanda (-) untuk gen kedua bila mempunyai fenotif yang dominan.
3.      Mencatat data dari teman-teman kelompok dan menghitung persentasenya.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Pengamatan
1.     Data Pribadi (Hilda)
No
Ciri/Sifat Baka
Genotif
1
Ada lesung dagu (D), tidak ada (d)
Dd
2
Anak daun telinga menggantung (E), menempel (e)
Ee
3
Ibu jari kiri di atas (F), di bawah (f)
Ff
4
Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B), tidak menyerong (b)
BB
5
Rambut dahi menjorok (W), tidak menjorok (w)
Ww
6
Rambut pada jari (M), tak ada rambut (m)
MM
7
Lesung pipi (P), tidak ada (p)
PP
8
Dapat menggulung lidah memanjang (L), tidak dapat (l)
Ll
9
Gigi seri atas bercelah (G), tidak bercelah (g)
Gg

2.      Daftar fenotip kelompok (6)
Nama Anggota kelompok
A
B
C
D
E
F
G
H
I
DD
dd
EE
ee
FF
ff
BB
bb
WW
ww
MM
mm
PP
pp
LL
l
l
GG
Gg
Nursyamsi
-
-
­-
-
­-
­-
­-
­-
­-
-
Syerlinda
­-
­-
-
­-
­-
­-
­-
­-
-
Hilda
-
-
-
-
-
­-
­-
­-
-
Muh.Yusuf
­-
­-
­-
­-
­-
­-
­-
­-
-
Mersi R. Parimata
­-
-
­-
­-
­-
­-
­-
­-
-



3.      Daftar Fenotip Setiap kelompok

Nama Kelompok

A

B

C

D

E

F

G

H

I
DD
dd
EE
ee
FF
ff
BB
bb
WW
ww
MM
mm
PP
pp
LL
l l
GG
gg
1
-
4
1
3
1
3
2
2
-
4
4
-
1
3
2
2
-
4
2
1
3
1
3
3
1
1
3
-
4
4
-
3
1
-
4
2
2
3
-
5
2
3
2
3
2
3
-
5
5
-
2
3
2
3
4
1
4
-
4
3
1
3
1
1
3
2
2
4

2
2
1
3
1
3
5
-
4
2
2
3
1
2
2
-
4
3
1
1
3
2
2
-
4
6
-
5
3
2
2
3
1
4
1
4
5
-
1
4
4
1
-
5

B.     Analisis Data
1.      Analisis perhitungan pada saat sifat baka kelompok
gen dominan %
gen resesif %

a.       Lesung dagu
DD =
= 0 %                            
            dd =
                 = 100%
b.      Daun Telinga Menggantung
EE =
      = 60%
ee =
= 40%
c.       Ibu Jari Tangan Kiri di atas
FF =
     = 40%
ff  = 
     = 60%
d.      Ruas jari Kelingking Terujung menyerong ke dalam
BB = 
     = 20%
bb = 
     = 80%
e.       Rambut dahi menjorok
WW =
         = 20%
ww =
      = 80%
f.       Rambut Pada Jari
MM =
         =100%
mm =
        = 0%
g.      Lesung Pipi
PP =
      = 20%
pp =
= 80%
h.      Lidah Menggulung memanjang
LL =
= 80%
i.        Gigi Seri atas Bercelah
GG =
= 0%
gg =
          = 100%
2.      Analisis perhitungan pada sifat baka data kelas
a.       Lesung Dagu
DD =
        = 3,84%
dd =
= 96,15%
b.      Daun Telinga Menggantung
EE =
= 46,15%
ee =
= 53,84%
c.       Ibu Jari Tangan Kiri Di atas
FF =
= 53,84%
ff  =
= 46,15%
d.      Ibu Jari Kelingking Terujung Menyerong ke dalam
BB =
=  34,61%
bb =
= 65,38%
e.       Rambut Dahi Menjorok
WW =
= 11,53%
ww =
= 88,46%
f.       Rambut Pada Jari
MM =
= 96,15%
mm =
= 3,84%
g.      Lesung Pipi
PP =
= 38,46%
pp =
= 61,53%
h.      Lidah Digulung Memanjang
LL =
= 42,30%
ll  =
= 57,69%
i.        Gigi Seri atas Bercelah
GG =
= 26,92%
gg  =
= 73,07%



C.    Pembahasan
           
 Percobaan ini melibatkan 26 orang praktikan untuk mengidentifikasi data dari sifat baka pada manusia. Dengan mengidentifikasi data dan sifat baka pada praktikan bahwa pada dasarnya manusia memiliki sifat baka yang berbeda, terbukti data yang diperoleh dari 26 praktikan yang diidentifikasikan pada sifat baka tertentu tidak dikemukakan data yang menunjukkan bahwa 26 praktikan tersebut memiliki sifat baka yang sama. Ada orangtua yang memiliki gen homozigot yang dominan dan ada pula yang heterozigot. Pada pengamatan sifat baka yang di lakukan pada diri sendiri, hasil yang diperoleh adalah 3 sifat dominan yaitu ada lesung pipi (P),ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam(B), dan rambut pada jari (M). 6 sifat resesif yaitu tidak ada lesung dagi (d), ibu jari tangan kiri  dibawah (f), lidah tidak dapat digulung memanjang (l) daun telinga menempel (e) rambut dahi tidak menjorok (w), dan gigi seri atas tidak bercelah (gg). Jelas terlihat perbandingan antara sifat yang dominan dan resesif, dimana dominan lebih banyak dengan perbandingan 3 : 6. Dari sifat baka yang didefenisikan kepada 26 orang mahasiswa memiliki sifat dominan 39,31% dan sifat resesif 60,67% untuk frekuensinya. Munculnya kedua sifat ini yaitu dominan dan resesif disebabkan karena perbedaan gen dari parental.

 Dari percobaan ini dapat dikemukakan bahwa adanya keanekaragaman pada manusia karena pengaruh gen resessif dan gen dominana pada sifat baka manusia itu berbeda-beda. Hal tersebut dapat diketahui dari setiap praktikan yang mewarisi gen-gen keturunan yang berbeda-beda sehingga menghasilkan keturunan yang berbeda pula.



BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
                 Gen dinyatakan dominan karena adanya sifat gen yang menutupi sifat gen lain, sedangkan yang ditutupi adalah resesif. Perbedaan sifat baka pada setiap orang berbeda-beda atau beraneka ragam fenotip dan genotif yang di turunkandari parental ke anaknya. Selain itu juga disebabkan karena adanya hereditas pada manusia.
B.     Saran
       Sebaiknya mengamati seteliti mungkin mengamati sifat-sifat baka pada diri sendiri maupun teman agar mendapatkan data yang akurat.




BAB VI
DAFTAR PUSTAKA
Kusniadi.2007. Biologi.Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
Priyandoko, Didik.2007.Biologi.Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
Tim Pengajar.2016.Penuntun Praktikum Biologi Umum.Makassar: Universitas Negeri Makassar




JAWABAN PERTANYAAN
  Nilai frekuensi gen dominan dan resesif dalam kelas yaitu
a.       Frekuensi Gen Dominan (FGD)
FGD = 
=
=39,31%
b.      Frekuensi Gen Resesif (FGR)
FGR = 

=
= 60,67%



Komentar