HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Lengkap Biologi
Dasar dengan judul ”Pengamatan
Mikroskopis” yang disusun oleh :
nama : Hilda
NIM : 1616040012
kelas
: Pendidikan IPA Reguler
kelompok
:
VI
telah diperiksa dan disahkan oleh
asisten/koordinator asisten, maka laporan ini diterima.
Makassar, Desember 2016
Koordinator Asisten Asisten
Muh.Farid Abdullah,S.Pd Balqis Dinarty Jamaluddin
NIP.161051301073 NIM. 1314041015
Mengetahui,
Dosen Penanggungjawab
Sitti
Saenab,S.Pd M.pd
NIP.198103022009122
BAB I
PENDAHULUAN
Terdapat dalam tubuh manusia bagian-bagian terkecil yang tidak bisa
dilihat oleh mata telanjang, dimana haruslah menggunakan alat yang disebut
mikroskop. Bagian-bagian terkecil itu dinamakan sel. Dengan kata lain, sel
adalah bagian terkecil dari makhluk hidup. Jika gabungan antara sel dimana sel
tersebut sejenis baik strukturnya maupun fungsinya disebut jaringan. Ilmuwan
Schwann mengemukakan bahwa makhluk hidup terdiri dari sel.
Seluruh proses dan kegiatan hidup dilakukan oleh sel itu sendiri. Hal
ini dapat dilakukan karena didalam sel terdapat berbagai organel dan memiliki
fungsi tertentu yang mendukung proses hidup. Jaringan mempunyai cabang
tersendiri dalam ilmu biologi yang dinamakan histologi.
Organisme yang paling banyak berada di bumi adalah tumbuhan. Sel
tumbuhan mempunyai bentuk, ukuran dan struktur bervariasi. Sel merupakan
kesatuan structural dan fungsional organisme hidup. Struktur sel berada dengan
sel hewan dan sel tumbuhan. Perbedaan pokok antara sel hewan dan tumbuhan adalah
sel tumbuhan mempunyai dinding sel, plastida, vakuola sel yang membesar,
sedangkan sel hewan mempunyai sentriol. Pada dasarnya sel tumbuhan terdiri dari
dinding sel dan protoplasma.
Dinding sel merupakan bagian sel yang bersifat mati dan dinding sel juga bersifat kaku. Ada
empat tipe jaringan dasar yang membentuk
tubuh semua hewan termasuk tubuh manusia dan organisme multiseluler tingkat
rendah seperti serangga, yaitu jaringan epitel merupakan jaringan yang disusun
oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti pernukaan kulit.
Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya, sebagai
organ sekresi dan penyerapan, jaringan pengikat yang berfungsi untuk mengikat
jaringan dan alat tubuh. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah, jaringan
otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu jaringan licin yang dapat
ditemukan di organ tubuh bagian dalam, otot lurik yang dapat ditemukan pada
rangka tubuh, dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung, dan jaringan
saraf adalah jaringan yang berfungsi untuk mengukur organ serta menerima dan
meneruskan rangsangan. Jaringan tubuh tumbuhan dapat dibedakan atas jaringan
muda (meristem) dan jaringan dewasa.
B.
Tujuan Praktikum
Tujuan ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan struktur dan dan
macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tumbuhan.
C.
Manfaat Praktikum
Mahasiswa dapat mengetahui dan menjelaskan tentang struktur dan
macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ pada tumbuhan dan hewan, serta
dapat melihat secara langsung bentuk-bentuk sel yang menyusun organ tersebut.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
Jaringan
adalah kumpulan sel yang berhubungan erat satu sama lain yang mempunyai
struktur dan fungsi yang sama. Ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan
disebut histologi. Berbagai jaringan tersusun dan terorganisasi dalam bentuk
organ. Jaringan tubuh tumbuhan dapat dibedakan atas jaringan muda (meristem)
dan jaringan dewasa (permanen) yang terdiri atas jaringan pelindung (epidermis),
jaringan parenkim, jaringan pengangkut, dan jaringan gabus (Tim Pengajar, 2016).
Organisme menurut teori sel terdiri dari sel atau kumpulan sel yang
merupakan satuan structural, fungsional, dan penentu faktor genetik dari
organisme. Dalam organisme terdapat pembagian tugas di antara sel-sel tersebut.
Untuk melakukan tugas yang bermacam-macam terjadilah organisasi dan
spesialisasi sel. Hal itu akan memunculkan istilah differensiasi, yaitu
pertumbuhan sel dari bentuk tidak terspesialisi menjadi terspesialisasi
(berbagai bentuk sesuai tugasnya). Jaringan pada tumbuhan dan hewan berbeda.
Jenis-jenis jaringan pada tumbuhan pada tumbuhan antara lain : Jaringan
meristem, jaringan parenkim, jaringan epidermis, jaringan klorenkim, jaringan
kolenkim, jaringan sklerenkim, xylem dan floem (Benjamin,2009).
Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya selalu aktif membelah
(mitosis) serta belum terdiferensiasi. Ada beberapa macam meristem, yaitu
a. Titik
tumbuh, terdapat pada ujung batang, meristem ini menyebabkan tumbuh memanjang
atau disebut juga tumbuh primer.
b. Perisikel
(perikambium) merupakan tempat tumbuhnya cabang-cabang akar. Letaknya antara
korteks dan silinder pusat.
c. Kambium
fasikuler (cambium primer). Kambium ini terdapat di antara xylem dan floem pada
tumbuhan dikotil dan gymnospermaee Khusus pada tumbuhan monokotil, kambium
hanya terdapat pada batang tumbuhan Agave dan Pleomele.
d. Kambium
sekunder (kambium gabus/ kambium felogen), kambium ini terdapat pada permukaan
batang atau akar yang pecah akibat pertumbuhan sekunder. Kambium inilah yang
menyebabkan terjadinya lingkar tahun pada tumbuhan.
e. Parenkim
yang meristematis, ini hanya terdapat pada beberapa batang pohon palm raja
(Benjamin,2009).
Jaringan parenkim adalah jaringan yang selnya
berdinding selulosa tipis yang berfungsi sebagai pengisi bagian tubuh tumbuhan.
Ciri-ciri khas jaringan ini adalah sel-selnya berukuran besar, berdinding tipis
dan susunannya renggang sehingga banyak ruang antar sel dan vakuolanya besar.
Jaringan ini terletak pada korteks dan empulur batang dan akar, pada buah,
serta diantara xilem dan floem. Adapun
fungsinya yaitu sebagai pengisi tubuh, tempat menyimpan cadangan makanan, dan
sebagai tempat fotosintesis. Jaringan ini terbagi menjadi dua, yang pertama
adalah parenkim yang berada di daun, disebut mesofil dan yang kedua adalah
jaringan parenkim berklorofil yang letaknya tidak di daun disebut klorenkim
(Benjamin,2009).
Menurut Benjamin(2009), jaringan
epidermis adalah jaringan yang terdapat pada tubuh sebelah luar. Jaringan
epidermis tersusun atas sel-sel hidup berbentuk pipih selapis yang berderet
rapat tanpa ruang antar sel. Fungsi jaringan epidermis antara lain :
a. Pelindung,
tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali akar yang muda.
b. Peresap
air dan mineral pada akar yang muda. Oleh karena itu akar-akar yang muda
epidermisnya diperluas dengan tonjolan-tonjolan yang disebut bulu akar.
c. Sebagai
penguapan air yang berlebihan.
d. Tempat
difusi O2 dan
CO2 sewaktu
respirasi, terjadi epidermis yang permukaannya bergabus
Jaringan epidermis memiliki beberapa
struktur yaitu smota (mulut daun), trikoma, dan bulu-bulu akar.
Jaringan kolenkim adalah jaringan yang terdiri atas sel-sel hidup yang
memiliki selulosa tebal, penebalan yang utama terjadi pada sudut-sudutnya.Jaringan
ini terletak pada bagian terluar batang dan urat daun. Fungsinya sebagai
penyokong dan memperkuat organ. Jaringan sklerenkim terdiri atas sel-sel yang
bersifat mati dan seluruh bagian dinding selnya mengalami penebalan. Letaknya
pada bagian korteks, perisikel serta di antara xilem dan floem. Fungsi jaringan
sklerenkim adalah sebagai alat penyokong dan pelindung (Benjamin,2009).
Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman. Fungsinya menyalurkan air dari
akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur trakeal,
serabut xilem, dan parenkim kayu. Sedangkan floem terdapat pada bagian kulit
kayu yang berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis keseluruh tubuh
tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur buluh tapis, sel pengiring, serabut
floem, dan parenkim floem (Benjamin,2009).
Semua kehidupan ditandai dengan
tingkat organisasi yang berhirarki. Sel menempati tempat khusus dalam hirarki
kehidupan karena merupakan tingkat organisasi terendah yang dapat hidup mandiri
sebagai suatu organisme. Protista menggambarkan tingkat organisasi seluler,
tingkat yang paling sederhana yang mungkin dicapai oleh suatu organisme.
Organisme multiseluler, termasuk hewan, memiliki sel-sel khusus yang membuat
kelompok membentuk jaringan yang merupakan tingkat struktur dan fungsi yang
lebih tinggi. Pada sebagian besar hewan, kombinasi berbagai jaringan membentuk
unit fungsional yang disebut organ, dan kumpulan organ yang bekerja
bersama-sama akan membentuk sistem organ (Campbell,2005 ).
Suatu jaringan disatukan oleh
jaringan matriks ekstraseluler lengket yang melapisi sel-sel itu atau menenun
mereka bersama-sama menjadi suatu anyaman serat. Sebenarnya istilah jaringan (tissue) berasal dari bahasa latin yang
berarti “tenunan”.Kita dapat mengelompokkan jaringan ke dalam empat kategori
utama: jaringan epitelium, jaringan ikat, jaringan saraf, dan jaringan otot.
Keempat macam jaringan tersebut
ditemukan pada semua hewan kecuali hewan yang paling sederhana (Campbell,2005).
Jaringan epitel merupakan
jaringan yang membatasi tubuh dan lingkungannya, baik di sebelah luar maupun
dalam. Jaringan epitel berasal dari spesialisasi lapisan ectoderm. Jaringan
epitel yang melapisi luar tubuh disebut epidermis. Yang membatasi rongga dalam
disebut endodermis, sedangkan yang membatasi rongga disebut mesoderm. Fungsi
epitel secara umum memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai pelindung atau
proteksi jaringan yang berada di sebelah dalamnya, sebagai kelenjar, yaitu
cairan yang menghasilkan getah, sebagai penerima rangsang atau reseptor, dan
sebagai pintu gerbang lau lintas zat yang berfungsi melakukan penyerapan zat ke
dalam tubuh dan mengeluarkan zat dari dalam tubuh (Benjamin,2009).
Pengelompokan epitelium adalah jumlah lapisan sel dan bentuk sel-sel
pada permukaan bebasnya. Epitelium sederhana terdiri dari lapisan sel tunggal,
sementara epitelium berlapis terdiri dari sel-sel majemuk yang tersusun
bertingkat. Epitelium berlapis semu sebenarnya berlapis tunggal, tetapi
terlihat berlapis-lapis karena sel-sel itu memiliki panjang yang berbeda-beda.
Bentuk sel yang berada pada permukaan bebas epitelium dapat berupa kuboidal
(seperti dadu), kolumnar (seperti bata yang dijejer berdiri), atau
skuamosa/datar seperti segel lantai (Campbell,2005).
Protease banyak dimanfaatkan di berbagai bidang diantaranya industry,
kesehatan, maupun peternakan. Bakteri dari genus Bacillus telah banyak
dikembangkan untuk produksi enzim protease dan memiliki keuntungan tersendiri.
Faktor lingkungan seperti medan magnet dan ion logam dapat mempengaruhi
aktivitas Bacillus sp. Dalam menghasilkan enzim. IItulah salah satu peranannya
sebagai inductor maupun inhibitor pada pertumbuhan dan aktivitas yang
menghasilkan enzim protease (Indah Selviana,vol 2.no.1).
Jaringan epitel dapat dibedakan menjadi dua, yaitu epitel simpleks dan
epitel kompleks. Pada epitel simpleks, jenis-jenisnya yaitu epitel pipih
selapis, epitel kubus selapis, epitel silidris selapis, epitel silidris selapis
bersilia, dan epitel silidris semu berlapis. Sedangkan pada epitel kompleks,
tersusun oleh beberapa lapisan sel. Lapisan sel terbawah yang selalu membelah
diri untuk mengganti sel-sel permukaan yang rusak, disebut lapisan germinativa.
Beberapa jaringan yang termasuk epitel kompleks adalah epitel pipih berlapis,
epitel kubus berlapis, epitel silidris berlapis, epitel transisional, dan epitel
kelenjar endokrin (Benjamin,2009).
Jaringan ikat berfungsi untuk mengikat dan menyokong jaringan lain.
Serat jaringan ikat yang terbuat dari protein, terdiri atas tiga jenis yaitu
serat berkolagen, serat serat elastis , dan serat retikuler. Matriks tersebut
umumnya terdiri atas suatu anyaman serat yang tertanam dalam suatu dasar
(fondasi) yang seragam dan dapat berupa cairan. Pada sebagian besar kasus,
bahan-bahan matriks itu disekresikan oleh sel-sel jaringan ikat itu sendiri
(Campbell,2005).
BAB III
METODE
PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat Praktikum
Hari : Selasa, 29 November 2016
Waktu
: 10.00-11.50 WITA
Tempat : Laboratorium Biologi lantai 3 bagian timur
Fakultas Matematika dan Ipa
Universitas Negeri Makassar
B. Alat dan Bahan
1.
Alat
a.
Mikroskop
b.
Lap kasar
c.
Lap halus
2.
Bahan
a.
Preparat awetan jaringan akar, batang,
dan daun pada monokotil dan dikotil
b.
Preparat awetan epitel kubus selapis
c.
Preparat gosok tulang padat
d.
Preparat awetan apusan darah dengan pewarna
giemsa
e.
Preparat awetan otot polos
f.
Preparat awetan otot lurik
g.
Preparat awetan otot jantung
h.
Preparat awetan sel purkinje
C.
Prosedur kerja
1.
Jaringan pada Tumbuhan
1)
Menyiapkan mikoskop berdasarkan aturan
tata cara penggunaannya.
2)
Mengambil preparat awetan jaringan akar,
batang, dan daun yang mewakili golongan monokotil dan dikotil.
3)
Mengamati ciri struktur dan letak
masing-masing jaringan yang menyusun akar, batang, dan daun tersebut.
4)
Menggunakan pembesaran obyektif 4x untuk
melihat preparat secara keseluruhan, kemudian ganti dengan pembesaran objektif
10x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas.
5)
Menggambar jaringan ketiga organ
tersebut secara keseluruhan dan menyebutkan bagian-bagiannya.
6)
Membandingkan hasil pengamatan dengan
gambar berikutnya.
7)
Mempelajari fungsi masing-masing
jaringan yang menyusun organ tumbuhan tersebut.
3. Jaringan
pada Hewan
a.
Jaringan epitel
1) Mengamati
preparat awetan epitel kubus selapis pada medulla renalis.
2) Menggunakan
pembesaran objektif 10x untuk melihat preparat secara keseluruhan kemudian
mengganti dengan pembesaran 40x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih
jelas.
3) Memperhatikan
sel epitel berbentuk kubus dengan inti sel dan terletak di tengah yang
membulat. Menggambar dan memberi keterangan.
4) Membandingkan
hasil pengamatan.
b.
Jaringan Penyokong
1) Mengamati
preparat gosok tulang padat pada tulang pipa.
2) Menggambar
dan memberi keterangan bagian-bagian yang terlihat.
3) Memperhatikan
struktur dari arah luar/tepi adanya:
a) Periosteum,
berupa jaringan padat.
b) Sistem
Haverst yang terdiri atas :
- Saluran Haverst
- Lamella Haverst yang tersusun
konsentris mengelilingi saluran haverst.
- Tiap lamella mengandung osteosit
dalam lacuna yang mempunyai kanalikuli.
c) Endosteum
4) Membandingkan
hasil pengamatan.
c.
Jaringan Saraf
1) Mengamati
sel purkenji pada preparat awetan ota kecil.
2) Menggambar
dan memberi keterangan bagian-bagian yang terlihat.
3) Meminta
kepada asisten untuk melihat sel-sel yang dimaksud. Pada lapisan ganglion yang
terdiri dari selapis sel purkinje berbentuk botol, ini pucat dan besar,
nucleolus kecil dan gelap.
4) Membandingkan
hasil pengamatan
d.
Jaringan Darah
1) Mengamati
preparat awetan apusan darah dengan pembesaran kuat.
2) Memperhatikan
dan mmenggambar macam-macam sel darah (eritrosit, limfosit, monosit, leukosit,
neutrophil, dan basofil) yang terdapat dalam darah.
3) Membandingkan
hasil pengamatan.
e.
Jaringan Otot
1) Mengamati
preparat awetan jaringan otot polos, otot lurik, dan otot jantung dengan
pembesaran kuat.
2) Memperhatikan
dan menggambar macamm-macam sel otot, bentuk, dan letak intinya serta arah
serabutnya.
3) Membandingan
hasil pengamatan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
a. Penampang
melintang monokotil
Gambar
pembanding
|
Hasil
Pengamatan
|
Gambar
Tangan
|
Keterangan
|
1.
Xylem
2.
Floem
3.
Ground tissue
4.
Vascular bundles
|
Gambar pembanding
|
Hasil Pengamatan
|
Gambar Tangan
|
Keterangan
|
1. Medula
2. Korteks
|
Gambar mamal skip
Gambar Pembanding
|
Hasil Pengamatan
|
Gambar Tangan
|
Keterangan
|
|
|
|
1.Kelenjar koordinat
|
|||
Gambar
Gambar
Pembanding
|
Hasil
Pengamatan
|
Gambar
Tangan
|
Keterangan
|
|||
|
|
1. Epidermis
atas
2. parenkim Palisade
3. jaringan bunga karang
4. epidermis bawah
5.
berkas pengangkut
6. sel
penjaga stomata
|
Gambar
pembanding
|
Hail
Pengamatan
|
Gambar
Tangan
|
Keterangan
|
|
|
1. Otot polos
|
Gambar
tulang keras
Gambar
pembanding
|
Hasil
Pengamatan
|
Gambar
Tangan
|
Keterangan
|
|
|
1. Berkas Pengangkut
2. Palisade
Epidermis
|
Gambar
Pembanding
|
Hasil
Pengamatan
|
Gambar
Tangan
|
Keterangan
|
|
|
1.
Inti
2. Discus
|
Gambar
Pembanding
|
Hasil
Pengamatan
|
Gambar
Tangan
|
Keterangan
|
|
|
1.
Xilem
2.
Floem
3.
Korteks
4.
Epidermis
5.
Endodermis
|
Gambar
Pembanding
|
Hasil
Pengamatan
|
Gambar
Tangan
|
Keterangan
|
|
|
1. Serat kolagen
2. Matriks
3. Kapsula
4. Lakuna
5. Sel kondrosit
6. Nukleus
Kondrosit
|
B. Pembahasan
1.
Struktur Pada
Tubuh Tumbuhan
Berdasarkan hasil pengamatan, pada daun
monokotil dan dikotil didapatkan perbedaan antara daun monokotil dan dikotil
yaitu:
a.
Pada Daun
Monokotil
Pada daun
monokotil terdapat
1.
Xilem berfungsi
untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah melalui akar kemudian menuju
daun.
2.
Floem berfungsi
untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
3.
stomata terletak di antara urat daun dan berfungsi
sebagai jalan udara masuk dan keluar daun
b.
Pada daun dikotil
Pada daun dikoti terdapat
1.
Kambium,yang menyebabkan batang bertambah besar(pertumbuhan
sekunder).
2.
Korteks,
bagian setelah epidermis adalah korteks dan setelah itu adalah endodermis.
Dimana korteks berfungsi sesuai sel penyusunnya.
2. Struktur
pada tubuh Hewan
a.
Jaringan epitel
Jaringan epitel ditemukan
pada usus halus dengan jenis epitel berlapis tunggal silindris merupakan
jaringan penutup baik di luar maupun di dalam tubuh, misalnya kulit dan lapisan
luar pada alat pencernaan, peredaran darah, dan sebagainya. Sel-selnya tersusun
secara rapat/ kompak. Sel-sel epitel melekatkan diri pada membran tipis di
bawahnya yang disebut membran basal.
b.
Jaringan ikat
Jaringan yang paling banyak dalam tubuh
adalah jaringan ikat. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi, menunujang dan
mempersatukan barbagai jaringan-jaringan dan organ-organ tubuh. Umunya banyak
memliki pembuluh darah kecuali tulang rawan yang tidak memilki pembuluh darah.
Jaringan ini letak sel-selnya tidak begitu rapat dan memiliki zat interseluler
yang disebut matriks. Jaringan ikat ini tidak terdapat pada permukaan tubuh.
c.
Otot jantung
Jaringan ini hanya terdapat pada lapisan
tengah dinding jantung. Strukturnya menyerupai otot lurik, memiliki percabangan,
berinti satu ditengah tiap sel. Sel otot jantung membentuk berkas erat sehingga
membentuk gelombang kontraksi.
d.
Otot polos
Jaringan otot
polos berbentuk seperti selendang yang panjangnya antara 30-300 milimikron.
Inti sel berjumlah satu dan terletak dibagian tengah, kontraksinya tidak
dibawah kesadaran dan lambat. Otot polos banyak ditemukan pada organ tubuh
bagian dalam seperti sistem pencernaan, hati, ginjal, lambung, dan lain-lain.
e.
Otot lurik
Otot lurik terdiri atas berkas-berkas
sel yang sangat panjang, yang memperlihatkan garis-garis melintang.Serabut
ototnya mempunyai banyak nukleus yang terletak di tepi.
seperti
gelondong dengan inti satu ditengah. Otot lurik berbentuk silindris berinti banyak yang terletak ditepi.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan yang
telah dilakukan, maka dapat disimpukan bahwa jaringan adalah kumpulan sel yang
berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur dan fungsi yang sama.
Adapun jaringan yang menyusun tubuh tumbuhan adalah jaringan muda, dan jaringan
dewasa yang terdiri dari jaringan pelindung, jaringan parenkim, jaringan
pengangkut dan jaringan gabus sedangkan pada struktur tubuh hewan yaitu
jaringan epitel, jaringan ikat/penyokong,jaringan otot yang terdiri dari otot
polos, otot lurik dan otot jantung, jaringan saraf dan jaringan darah.
B.
Saran
Adapun saran saya dalam praktikum kali ini adalah sebaiknya
praktikan lebih teliti dan bersabar dalam mengamati preparat awetan sederhana
agar didapatkan hasil gambar yang diharapkan.
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell,2005.Biologi edisi kelima
jilid 1.Jakarta:Erlangga
Benjamin,dkk.2009.Biologi Dasar: Struktur Jaringan.Jakarta:Erlangga
Selviana,Indah.2013.Jaringan epitel
pada hewan.vol 2,no 1 (diakses pada 10 Desember 2016)
LAMPIRAN-LAMPIRAN
1.
Bagaimana bentuk sel otot polos, dimana
letaknya, berapa banyak inti dalam setiap sel ?
Jawab:
bentuk ujungnya runcing dan seperti
gelendong. Letaknya berada ditengah sel.jumlah inti dalam setiap sel hanya
satu.
2.
Kumpulan serabut sel Otot lurik disebut
apa, berapa banyak inti pada setiap serabut ?
Jawab:
kumpulan
srabut sel otot lurik disebut dengan sarkomer.Banyaknya inti pada setiap
serabut berjumlah dua.
3.
Apa perbedaan mendasar antara sel otot
polos, otot lurik, dan otot jantung yang Anda temukan ?
Jawab:
Perbedaannya yaitu
a. Otot
lurik
Gerak atau aktivitas otot lurik dipengaruhi
oleh saraf sadar. Sel-selnya berbentuk silinder yang sangat panjang dan
memiliki inti dibagian tepi sel.
b. Otot
polos
Berbentuk seperti kumparan dengan
sitoplasma yang tampak bening.reaksinya lambat tetapi dapat bekerja dalam
jangka waktu lama dan gerakannya tanpa kita sadari. Letaknya berada di tengah
sel.
c. Otot
jantung
Berbentuk silindris dengan sebuah inti
ditengahnya. Sel-selnya memiliki cabang dimana satu sama lain bersebelahan pada
sisi pendeknya.
4.
Apa yang dimaksud dengan lamella,
lakuna, kanalikuli ?
Jawab:
Lamella
adalah lapisan matriks yangterdiri dari garam mineral dan serat kolagen. Lakuna
adalah ruang kecil yang mengandung sel-sel tulang atau osteosit. Kanalikuli
adalah saluran-saluran halus dalam matriks yang merupakan tempat uluran
sitoplasma osteosit.
5.
Apa fungsi saluran Haverst ?
Jawab:
Fungsinya yaitu
untuk mengatur kehidupan sel tulang.









Komentar
Posting Komentar