laporan praktikum lengkap Pengamatan Mikroskopis


HALAMAN PENGESAHAN
       Laporan Lengkap Biologi Dasar dengan judul ”Pengamatan Mikroskopis” yang disusun oleh :
            nama                : Hilda                      
NIM                : 1616040012
kelas                : Pendidikan IPA Reguler
kelompok        :  VI

telah diperiksa dan disahkan oleh asisten/koordinator asisten, maka laporan ini diterima.


                                                                 Makassar,     Desember 2016
Koordinator Asisten                                                                Asisten



Muh.Farid Abdullah,S.Pd                                                    Balqis Dinarty Jamaluddin
NIP.161051301073                                                                 NIM. 1314041015




       Mengetahui,
           Dosen Penanggungjawab


           Sitti Saenab,S.Pd M.pd
           NIP.198103022009122















   
BAB I
PENDAHULUAN
        Terdapat dalam tubuh manusia bagian-bagian terkecil yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang, dimana haruslah menggunakan alat yang disebut mikroskop. Bagian-bagian terkecil itu dinamakan sel. Dengan kata lain, sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup. Jika gabungan antara sel dimana sel tersebut sejenis baik strukturnya maupun fungsinya disebut jaringan. Ilmuwan Schwann mengemukakan bahwa makhluk hidup terdiri dari sel.
        Seluruh proses dan kegiatan hidup dilakukan oleh sel itu sendiri. Hal ini dapat dilakukan karena didalam sel terdapat berbagai organel dan memiliki fungsi tertentu yang mendukung proses hidup. Jaringan mempunyai cabang tersendiri dalam ilmu biologi yang dinamakan histologi.
        Organisme yang paling banyak berada di bumi adalah tumbuhan. Sel tumbuhan mempunyai bentuk, ukuran dan struktur bervariasi. Sel merupakan kesatuan structural dan fungsional organisme hidup. Struktur sel berada dengan sel hewan dan sel tumbuhan. Perbedaan pokok antara sel hewan dan tumbuhan adalah sel tumbuhan mempunyai dinding sel, plastida, vakuola sel yang membesar, sedangkan sel hewan mempunyai sentriol. Pada dasarnya sel tumbuhan terdiri dari dinding sel dan protoplasma.
        Dinding sel merupakan bagian sel yang bersifat mati   dan dinding sel juga bersifat kaku. Ada empat tipe jaringan dasar  yang membentuk tubuh semua hewan termasuk tubuh manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti serangga, yaitu jaringan epitel merupakan jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti pernukaan kulit.
         Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya, sebagai organ sekresi dan penyerapan, jaringan pengikat yang berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah, jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu jaringan licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam, otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh, dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung, dan jaringan saraf adalah jaringan yang berfungsi untuk mengukur organ serta menerima dan meneruskan rangsangan. Jaringan tubuh tumbuhan dapat dibedakan atas jaringan muda (meristem) dan jaringan dewasa.

B. Tujuan Praktikum
         Tujuan ini diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan struktur dan dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tumbuhan.
C. Manfaat Praktikum
          Mahasiswa dapat mengetahui dan menjelaskan tentang struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ pada tumbuhan dan hewan, serta dapat melihat secara langsung bentuk-bentuk sel yang menyusun organ tersebut.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
     Jaringan adalah kumpulan sel yang berhubungan erat satu sama lain yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan disebut histologi. Berbagai jaringan tersusun dan terorganisasi dalam bentuk organ. Jaringan tubuh tumbuhan dapat dibedakan atas jaringan muda (meristem) dan jaringan dewasa (permanen) yang terdiri atas jaringan pelindung (epidermis), jaringan parenkim, jaringan pengangkut, dan jaringan gabus (Tim Pengajar, 2016).
        Organisme menurut teori sel terdiri dari sel atau kumpulan sel yang merupakan satuan structural, fungsional, dan penentu faktor genetik dari organisme. Dalam organisme terdapat pembagian tugas di antara sel-sel tersebut. Untuk melakukan tugas yang bermacam-macam terjadilah organisasi dan spesialisasi sel. Hal itu akan memunculkan istilah differensiasi, yaitu pertumbuhan sel dari bentuk tidak terspesialisi menjadi terspesialisasi (berbagai bentuk sesuai tugasnya). Jaringan pada tumbuhan dan hewan berbeda. Jenis-jenis jaringan pada tumbuhan pada tumbuhan antara lain : Jaringan meristem, jaringan parenkim, jaringan epidermis, jaringan klorenkim, jaringan kolenkim, jaringan sklerenkim, xylem dan floem (Benjamin,2009).
        Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya selalu aktif membelah (mitosis) serta belum terdiferensiasi. Ada beberapa macam meristem, yaitu
a.    Titik tumbuh, terdapat pada ujung batang, meristem ini menyebabkan tumbuh memanjang atau disebut juga tumbuh primer.
b.   Perisikel (perikambium) merupakan tempat tumbuhnya cabang-cabang akar. Letaknya antara korteks dan silinder pusat.
c.    Kambium fasikuler (cambium primer). Kambium ini terdapat di antara xylem dan floem pada tumbuhan dikotil dan gymnospermaee Khusus pada tumbuhan monokotil, kambium hanya terdapat pada batang tumbuhan Agave dan Pleomele.
d.   Kambium sekunder (kambium gabus/ kambium felogen), kambium ini terdapat pada permukaan batang atau akar yang pecah akibat pertumbuhan sekunder. Kambium inilah yang menyebabkan terjadinya lingkar tahun pada tumbuhan.
e.    Parenkim yang meristematis, ini hanya terdapat pada beberapa batang pohon palm raja (Benjamin,2009).
       Jaringan parenkim adalah jaringan yang selnya berdinding selulosa tipis yang berfungsi sebagai pengisi bagian tubuh tumbuhan. Ciri-ciri khas jaringan ini adalah sel-selnya berukuran besar, berdinding tipis dan susunannya renggang sehingga banyak ruang antar sel dan vakuolanya besar. Jaringan ini terletak pada korteks dan empulur batang dan akar, pada buah, serta diantara xilem  dan floem. Adapun fungsinya yaitu sebagai pengisi tubuh, tempat menyimpan cadangan makanan, dan sebagai tempat fotosintesis. Jaringan ini terbagi menjadi dua, yang pertama adalah parenkim yang berada di daun, disebut mesofil dan yang kedua adalah jaringan parenkim berklorofil yang letaknya tidak di daun disebut klorenkim (Benjamin,2009).
        Menurut Benjamin(2009), jaringan epidermis adalah jaringan yang terdapat pada tubuh sebelah luar. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup berbentuk pipih selapis yang berderet rapat tanpa ruang antar sel. Fungsi jaringan epidermis antara lain :
a.       Pelindung, tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali akar yang muda.
b.      Peresap air dan mineral pada akar yang muda. Oleh karena itu akar-akar yang muda epidermisnya diperluas dengan tonjolan-tonjolan yang disebut bulu akar.
c.       Sebagai penguapan air yang berlebihan.
d.      Tempat difusi O2 dan CO2 sewaktu respirasi, terjadi epidermis yang permukaannya bergabus
Jaringan epidermis memiliki beberapa struktur yaitu smota (mulut daun), trikoma, dan bulu-bulu akar.
        Jaringan kolenkim adalah jaringan yang terdiri atas sel-sel hidup yang memiliki selulosa tebal, penebalan yang utama terjadi pada sudut-sudutnya.Jaringan ini terletak pada bagian terluar batang dan urat daun. Fungsinya sebagai penyokong dan memperkuat organ. Jaringan sklerenkim terdiri atas sel-sel yang bersifat mati dan seluruh bagian dinding selnya mengalami penebalan. Letaknya pada bagian korteks, perisikel serta di antara xilem dan floem. Fungsi jaringan sklerenkim adalah sebagai alat penyokong dan pelindung (Benjamin,2009).
        Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman. Fungsinya menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur trakeal, serabut xilem, dan parenkim kayu. Sedangkan floem terdapat pada bagian kulit kayu yang berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis keseluruh tubuh tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur buluh tapis, sel pengiring, serabut floem, dan parenkim floem (Benjamin,2009).
        Semua kehidupan ditandai dengan tingkat organisasi yang berhirarki. Sel menempati tempat khusus dalam hirarki kehidupan karena merupakan tingkat organisasi terendah yang dapat hidup mandiri sebagai suatu organisme. Protista menggambarkan tingkat organisasi seluler, tingkat yang paling sederhana yang mungkin dicapai oleh suatu organisme. Organisme multiseluler, termasuk hewan, memiliki sel-sel khusus yang membuat kelompok membentuk jaringan yang merupakan tingkat struktur dan fungsi yang lebih tinggi. Pada sebagian besar hewan, kombinasi berbagai jaringan membentuk unit fungsional yang disebut organ, dan kumpulan organ yang bekerja bersama-sama akan membentuk sistem organ (Campbell,2005 ).
         Suatu jaringan disatukan oleh jaringan matriks ekstraseluler lengket yang melapisi sel-sel itu atau menenun mereka bersama-sama menjadi suatu anyaman serat. Sebenarnya istilah jaringan (tissue) berasal dari bahasa latin yang berarti “tenunan”.Kita dapat mengelompokkan jaringan ke dalam empat kategori utama: jaringan epitelium, jaringan ikat, jaringan saraf, dan jaringan otot. Keempat macam  jaringan tersebut ditemukan pada semua hewan kecuali hewan yang paling sederhana (Campbell,2005).
       Jaringan epitel merupakan jaringan yang membatasi tubuh dan lingkungannya, baik di sebelah luar maupun dalam. Jaringan epitel berasal dari spesialisasi lapisan ectoderm. Jaringan epitel yang melapisi luar tubuh disebut epidermis. Yang membatasi rongga dalam disebut endodermis, sedangkan yang membatasi rongga disebut mesoderm. Fungsi epitel secara umum memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai pelindung atau proteksi jaringan yang berada di sebelah dalamnya, sebagai kelenjar, yaitu cairan yang menghasilkan getah, sebagai penerima rangsang atau reseptor, dan sebagai pintu gerbang lau lintas zat yang berfungsi melakukan penyerapan zat ke dalam tubuh dan mengeluarkan zat dari dalam tubuh (Benjamin,2009).
       Pengelompokan epitelium adalah jumlah lapisan sel dan bentuk sel-sel pada permukaan bebasnya. Epitelium sederhana terdiri dari lapisan sel tunggal, sementara epitelium berlapis terdiri dari sel-sel majemuk yang tersusun bertingkat. Epitelium berlapis semu sebenarnya berlapis tunggal, tetapi terlihat berlapis-lapis karena sel-sel itu memiliki panjang yang berbeda-beda. Bentuk sel yang berada pada permukaan bebas epitelium dapat berupa kuboidal (seperti dadu), kolumnar (seperti bata yang dijejer berdiri), atau skuamosa/datar seperti segel lantai (Campbell,2005).
        Protease banyak dimanfaatkan di berbagai bidang diantaranya industry, kesehatan, maupun peternakan. Bakteri dari genus Bacillus telah banyak dikembangkan untuk produksi enzim protease dan memiliki keuntungan tersendiri. Faktor lingkungan seperti medan magnet dan ion logam dapat mempengaruhi aktivitas Bacillus sp. Dalam menghasilkan enzim. IItulah salah satu peranannya sebagai inductor maupun inhibitor pada pertumbuhan dan aktivitas yang menghasilkan enzim protease (Indah Selviana,vol 2.no.1).
        Jaringan epitel dapat dibedakan menjadi dua, yaitu epitel simpleks dan epitel kompleks. Pada epitel simpleks, jenis-jenisnya yaitu epitel pipih selapis, epitel kubus selapis, epitel silidris selapis, epitel silidris selapis bersilia, dan epitel silidris semu berlapis. Sedangkan pada epitel kompleks, tersusun oleh beberapa lapisan sel. Lapisan sel terbawah yang selalu membelah diri untuk mengganti sel-sel permukaan yang rusak, disebut lapisan germinativa. Beberapa jaringan yang termasuk epitel kompleks adalah epitel pipih berlapis, epitel kubus berlapis, epitel silidris berlapis, epitel transisional, dan epitel kelenjar endokrin (Benjamin,2009).
        Jaringan ikat berfungsi untuk mengikat dan menyokong jaringan lain. Serat jaringan ikat yang terbuat dari protein, terdiri atas tiga jenis yaitu serat berkolagen, serat serat elastis , dan serat retikuler. Matriks tersebut umumnya terdiri atas suatu anyaman serat yang tertanam dalam suatu dasar (fondasi) yang seragam dan dapat berupa cairan. Pada sebagian besar kasus, bahan-bahan matriks itu disekresikan oleh sel-sel jaringan ikat itu sendiri (Campbell,2005).




BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.  Waktu dan Tempat Praktikum
 Hari                      :   Selasa, 29 November 2016
      Waktu                   :    10.00-11.50 WITA
Tempat                   :   Laboratorium Biologi lantai 3 bagian timur  Fakultas Matematika  dan Ipa Universitas Negeri Makassar
B.  Alat dan Bahan
1.      Alat
a.       Mikroskop
b.      Lap kasar
c.       Lap halus
2.      Bahan
a.       Preparat awetan jaringan akar, batang, dan daun pada monokotil dan dikotil
b.      Preparat awetan epitel kubus selapis
c.       Preparat gosok tulang padat
d.       Preparat awetan apusan darah dengan pewarna giemsa
e.       Preparat awetan otot polos
f.       Preparat awetan otot lurik
g.      Preparat awetan otot jantung
h.      Preparat awetan sel purkinje

C.  Prosedur kerja
 1.  Jaringan pada Tumbuhan
1)      Menyiapkan mikoskop berdasarkan aturan tata cara penggunaannya.
2)      Mengambil preparat awetan jaringan akar, batang, dan daun yang mewakili golongan monokotil dan dikotil.
3)      Mengamati ciri struktur dan letak masing-masing jaringan yang menyusun akar, batang, dan daun tersebut.
4)      Menggunakan pembesaran obyektif 4x untuk melihat preparat secara keseluruhan, kemudian ganti dengan pembesaran objektif 10x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas.
5)      Menggambar jaringan ketiga organ tersebut secara keseluruhan dan menyebutkan bagian-bagiannya.
6)      Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar berikutnya.
7)      Mempelajari fungsi masing-masing jaringan yang menyusun organ tumbuhan tersebut.
3.      Jaringan pada Hewan
a.       Jaringan epitel
1)      Mengamati preparat awetan epitel kubus selapis pada medulla renalis.
2)      Menggunakan pembesaran objektif 10x untuk melihat preparat secara keseluruhan kemudian mengganti dengan pembesaran 40x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas.
3)      Memperhatikan sel epitel berbentuk kubus dengan inti sel dan terletak di tengah yang membulat. Menggambar dan memberi keterangan.
4)      Membandingkan hasil pengamatan.
b.      Jaringan Penyokong
1)      Mengamati preparat gosok tulang padat pada tulang pipa.
2)      Menggambar dan memberi keterangan bagian-bagian yang terlihat.
3)      Memperhatikan struktur dari arah luar/tepi adanya:
a)      Periosteum, berupa jaringan padat.
b)      Sistem Haverst yang terdiri atas :
- Saluran Haverst
- Lamella Haverst yang tersusun konsentris mengelilingi saluran haverst.
- Tiap lamella mengandung osteosit dalam lacuna yang mempunyai kanalikuli.
c)      Endosteum
4)      Membandingkan hasil pengamatan.
c.       Jaringan Saraf
1)      Mengamati sel purkenji pada preparat awetan ota kecil.
2)      Menggambar dan memberi keterangan bagian-bagian yang terlihat.
3)      Meminta kepada asisten untuk melihat sel-sel yang dimaksud. Pada lapisan ganglion yang terdiri dari selapis sel purkinje berbentuk botol, ini pucat dan besar, nucleolus kecil dan gelap.
4)      Membandingkan hasil pengamatan
d.      Jaringan Darah
1)      Mengamati preparat awetan apusan darah dengan pembesaran kuat.
2)      Memperhatikan dan mmenggambar macam-macam sel darah (eritrosit, limfosit, monosit, leukosit, neutrophil, dan basofil) yang terdapat dalam darah.
3)      Membandingkan hasil pengamatan.
e.       Jaringan Otot
1)      Mengamati preparat awetan jaringan otot polos, otot lurik, dan otot jantung dengan pembesaran kuat.
2)      Memperhatikan dan menggambar macamm-macam sel otot, bentuk, dan letak intinya serta arah serabutnya.
3)      Membandingan hasil pengamatan.


 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
a.    Penampang melintang monokotil

Gambar pembanding
Hasil Pengamatan
Gambar Tangan
Keterangan



1.      Xylem
2.      Floem
3.      Ground tissue
4.      Vascular bundles




Gambar pembanding
Hasil Pengamatan
Gambar Tangan
Keterangan


1.      Medula
2.      Korteks


     Gambar mamal skip
Gambar Pembanding
Hasil Pengamatan
Gambar Tangan
Keterangan




1.Kelenjar koordinat



Gambar
Gambar Pembanding
Hasil Pengamatan
Gambar Tangan
Keterangan




1.   Epidermis
  atas
2. parenkim     Palisade
3. jaringan bunga karang
4. epidermis bawah
5. berkas pengangkut
6. sel penjaga stomata


 Gambar Otot polos
Gambar pembanding
Hail Pengamatan
Gambar Tangan
 Keterangan




1.      Otot polos



Gambar tulang keras
Gambar pembanding
Hasil Pengamatan
Gambar Tangan
Keterangan



1.      Berkas Pengangkut
2.      Palisade
Epidermis


Gambar Pembanding
Hasil Pengamatan
Gambar Tangan
Keterangan



1.       Inti
2.      Discus

Gambar Batang dikotil 
Gambar Pembanding
Hasil Pengamatan
Gambar Tangan
Keterangan



1.      Xilem
2.      Floem
3.      Korteks
4.      Epidermis
5.      Endodermis



Gambar Pembanding
Hasil Pengamatan
Gambar Tangan
Keterangan



1.      Serat kolagen
2.       Matriks
3.      Kapsula
4.      Lakuna
5.      Sel kondrosit
6.      Nukleus
Kondrosit




B. Pembahasan
1.      Struktur Pada Tubuh Tumbuhan
      Berdasarkan hasil pengamatan, pada daun monokotil dan dikotil didapatkan perbedaan antara daun monokotil dan dikotil yaitu:
a.       Pada Daun Monokotil
Pada daun monokotil terdapat
1.      Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah melalui akar kemudian menuju daun.
2.      Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
3.      stomata terletak di antara urat daun dan berfungsi sebagai jalan udara masuk dan keluar daun
b.      Pada daun dikotil
Pada daun dikoti terdapat
1.      Kambium,yang menyebabkan batang bertambah besar(pertumbuhan sekunder).
2.      Korteks, bagian setelah epidermis adalah korteks dan setelah itu adalah endodermis. Dimana korteks berfungsi sesuai sel penyusunnya.
2. Struktur pada tubuh Hewan
a.              Jaringan epitel
       Jaringan epitel ditemukan pada usus halus dengan jenis epitel berlapis tunggal silindris merupakan jaringan penutup baik di luar maupun di dalam tubuh, misalnya kulit dan lapisan luar pada alat pencernaan, peredaran darah, dan sebagainya. Sel-selnya tersusun secara rapat/ kompak. Sel-sel epitel melekatkan diri pada membran tipis di bawahnya yang disebut membran basal.
b.    Jaringan ikat
        Jaringan yang paling banyak dalam tubuh adalah jaringan ikat. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi, menunujang dan mempersatukan barbagai jaringan-jaringan dan organ-organ tubuh. Umunya banyak memliki pembuluh darah kecuali tulang rawan yang tidak memilki pembuluh darah. Jaringan ini letak sel-selnya tidak begitu rapat dan memiliki zat interseluler yang disebut matriks. Jaringan ikat ini tidak terdapat pada permukaan tubuh.
c.    Otot jantung
       Jaringan ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Strukturnya menyerupai otot lurik, memiliki percabangan, berinti satu ditengah tiap sel. Sel otot jantung membentuk berkas erat sehingga membentuk gelombang kontraksi.
d.   Otot polos
        Jaringan otot polos berbentuk seperti selendang yang panjangnya antara 30-300 milimikron. Inti sel berjumlah satu dan terletak dibagian tengah, kontraksinya tidak dibawah kesadaran dan lambat. Otot polos banyak ditemukan pada organ tubuh bagian dalam seperti sistem pencernaan, hati, ginjal, lambung, dan lain-lain.
e.    Otot lurik
       Otot lurik terdiri atas berkas-berkas sel yang sangat panjang, yang memperlihatkan garis-garis melintang.Serabut ototnya mempunyai banyak nukleus yang terletak di tepi.
  seperti gelondong dengan inti satu ditengah. Otot lurik berbentuk silindris berinti  banyak yang terletak ditepi.





BAB V
PENUTUP
A.  Kesimpulan
       Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, maka dapat disimpukan bahwa jaringan adalah kumpulan sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Adapun jaringan yang menyusun tubuh tumbuhan adalah jaringan muda, dan jaringan dewasa yang terdiri dari jaringan pelindung, jaringan parenkim, jaringan pengangkut dan jaringan gabus sedangkan pada struktur tubuh hewan yaitu jaringan epitel, jaringan ikat/penyokong,jaringan otot yang terdiri dari otot polos, otot lurik dan otot jantung, jaringan saraf dan jaringan darah. 
B.  Saran
Adapun saran saya dalam praktikum kali ini adalah  sebaiknya praktikan lebih teliti dan bersabar dalam mengamati preparat awetan sederhana agar didapatkan hasil gambar yang diharapkan.
  


DAFTAR PUSTAKA
        Campbell,2005.Biologi edisi kelima jilid 1.Jakarta:Erlangga
       Benjamin,dkk.2009.Biologi Dasar: Struktur Jaringan.Jakarta:Erlangga      
Selviana,Indah.2013.Jaringan epitel pada hewan.vol 2,no 1 (diakses pada 10 Desember 2016)



LAMPIRAN-LAMPIRAN
1.      Bagaimana bentuk sel otot polos, dimana letaknya, berapa banyak inti dalam setiap sel ?
Jawab:
   bentuk ujungnya runcing dan seperti gelendong. Letaknya berada ditengah sel.jumlah inti dalam setiap sel hanya satu.
2.      Kumpulan serabut sel Otot lurik disebut apa, berapa banyak inti pada setiap serabut ?
Jawab:
    kumpulan srabut sel otot lurik disebut dengan sarkomer.Banyaknya inti pada setiap serabut berjumlah dua.
3.      Apa perbedaan mendasar antara sel otot polos, otot lurik, dan otot jantung yang Anda temukan ?
Jawab:
 Perbedaannya yaitu
a.       Otot lurik
    Gerak atau aktivitas otot lurik dipengaruhi oleh saraf sadar. Sel-selnya berbentuk silinder yang sangat panjang dan memiliki inti dibagian tepi sel.
b.      Otot polos
     Berbentuk seperti kumparan dengan sitoplasma yang tampak bening.reaksinya lambat tetapi dapat bekerja dalam jangka waktu lama dan gerakannya tanpa kita sadari. Letaknya berada di tengah sel.
c.       Otot jantung
     Berbentuk silindris dengan sebuah inti ditengahnya. Sel-selnya memiliki cabang dimana satu sama lain bersebelahan pada sisi pendeknya.
4.      Apa yang dimaksud dengan lamella, lakuna, kanalikuli ?
Jawab:
Lamella adalah lapisan matriks yangterdiri dari garam mineral dan serat kolagen. Lakuna adalah ruang kecil yang mengandung sel-sel tulang atau osteosit. Kanalikuli adalah saluran-saluran halus dalam matriks yang merupakan tempat uluran sitoplasma osteosit.
5.      Apa fungsi saluran Haverst  ?
Jawab:
Fungsinya yaitu untuk mengatur kehidupan sel tulang.

Komentar