Laporan praktikum lengkap Pengaruh pH Terhadap Enzim


                           HALAMAN PENGESAHAN

        Laporan Lengkap Biologi Dasar dengan judul ”Pengaruh pH Terhadap Enzim yang disusun oleh :

       nama                : Hilda
       NIM                : 1616040012
       Kelas               : reguler
       Kelompok       : VI
                                                                                                           
 telah diperiksa dan disahkan oleh asisten/ koordinator asisten, maka laporan ini diterima.




                                                                                      Makassar,     Desember 2016
Koordinator Asisten                                                      Asisten


Muh.Farid Abdullah,S.Pd                                         Paewa Panennungi
NIP.161051301073                                                       NIM.1214441003


Mengetahui,
Dosen Penanggungjawab


Sitti Saenab,S.pd M.pd
NIP.198103022009122



BAB I
PENDAHULUAN
            Pengaruh PH terhadap aktivitas enzim amilase dapat diketahui dengan melakukan pengamatan secara langsung, sehingga bisa lebih mengenal enzim yang terdapat pada tumbuhan. Enzim atau biokatalisator merupakan katalisator organik yang dihasilkan oleh sel organik. Fungsi enzim yaiitu sebagai katalisator dalam suatu reaksi kimia yaitu mempercepat suatu reaksi tetapi tidak ikut bereaksi.
Enzim dapat berupa protein murni atau gabungan antara protein dengan bagian lain yang bukan proein. Bagian yang berupa protein disebut apoenzim organik, sedangkan bagian yang bukan protein disebut koenzim, dapat berupa zat organik misalnya logam Fe, Cu, dan Zn. Gabungan antara apoenzim dan koenzim akan membentuk holoenzim. Cara kerja suatu enzim terdapat substrak digambarkan seperti anak kucing dan induk kucingnya. Mula-mula enzim mengikat substrak, ikatan antara enzim dan substrak akan membentuk gugusan enzim substrak. Selanjutnya enzim melepaskan diri dari gugusan tersebut, dan terbentuklah susunan molekul baru sebagai hasil akhir. Enzim amilase pada tumbuhan dapat menghidrolisis amilum menjadi gula yang dihasilkan oleh daun dan biji yang sedang berkecambah.
Sifat-sifat enzim yaitu sebagai biokatalisator, bersifat seperti protein, dapat bekerja bolak-balik, bekerja sangat cepat,  dan tidak ikut bereaksi. Berdasarkan tempat terjadinya, enzim dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu enzim ekstraseluler sebagai enzim yang bekerja diluar sel dan mempunyai fungsi utama dalam mencernakan substrak secara hidrolisis. Enzim intraseluler sebagi enzim yang dipakai pada proses fotosintetis. Tubuh makhluk hidup mempunyai berbagai enzim yang dibentuk dalam keadaan tidak aktif dan diberi nama zimogen. Untuk mengaktifkannya harus dibantu oleh aktivator sehingga fungsional.
B. Tujuan Praktikum
            Membuktikan pengaruh PH terhadap aktivitas enzim amilase.
C. Manfaat Praktikum
            Praktikan dapat mengetahui pengaruh PH terhadap aktivitas enzim dan perubahan warna yang terjadi pada setiap tabung percobaan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Reaksi metabolik dikatalis oleh enzim. Enzim adalah molekul protein yng mempercepat terjadinya reaksi kimiawi tanpa diubah secara permanen ataupun dikomsumsi dalam proses tersebut. Struktur tiap enzim (protein apapun lainnya) dikodekan oleh suatu segmen asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid, DNA) yang disebut gen. Secara struktural, terdapat dua jenis sel yaitu sel eukariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik pada umumnya berukuran lebih kecil dan mempunyai struktur lebih sederhana daripada sel eukariotik. Pada sel eukariotik sebagian besar mempunyai mitokondria yang mengandung enzim dan mekanisme untuk respirasi aerob dan fosforilasi oksidatif. Membran didalamnya yang mengandung rantai transpor elektron dan enzim yang dibutuhkan untuk menghasilkan ATP (Stansfield,dkk,2006:1-2).
Komponen-komponen anorganik pada komposisi kimia sel terdiri atas air, garam-garam mineral, gas oksigen, karbon dioksida, nitrogen, dan amonia. Sedangkan komponen organic terutama terdiri atas karbohidrat, lipida, protein, dan beberapa komponen-komponen spesifik seperti enzim, vitamin, hormon. 
            Menurut Wirahadikusumah (1987), beberapa istilah yang berhubungan dengan metabolisme penguraian glukosa antara lain:
a.  Fermentasi atau peragian : proses senyawa kimia yang enzimatis menghasilkan gas, dalam hal ini adalah penguraian karbohidrat menghasilkan etanol dan CO2 tanpa dilibatkannya oksigen.
b. Glikolisis : proses penguraian karbohidrat menjadi piruvat. Proses ini terjadi di dalam sitoplasma.
c.  Pernapasan atau respirasi : proses kimia yang terjadi bila sel menyerap oksigen, menghasilkan CO2 dan air.
d.                   Daur asam trikarboksilat atau daur asam sitrat : suatu jalur metabolisme dimana a sangat mempengaruhi asetat (khususnya asetil koenzim-A) diubah menjadi CO2 dan air dengan menggunakan oksigen.
            Komponen organik yang terdapat ada komposisis kimia sel seperti air, memiliki dua bentuk yaitu bentuk bebas dan bentuk terikat. Umumnya air berperan sebagai pelarut dan sebagai medium dispersi sistem koloid. Air merupakan medium tempat berlangsungnya transport nutrien, reaksi-reaksi enzimatis metabolisme sel atau transpor energi kimia. Air dan produk ionisasinya seperti ion O+ dan OH- sangat mempengaruhi berbagai sifat komponen penting sel seperti enzim, protein, asam nukleat, dan lipida. Sebagai contoh, aktivitas katalis enzim sangat bergantung pada konsentrasi ion H+ dan OH-. Oleh sebab itu, semua aspek dari struktur dan fungsi sel harus beradaptasi dengan sifat-sifat fisik dan kimia air (Adnan,2009:13).
            Beberapa ion-ion anorganik berperan sebagai kfaktor dala aktivitas enzim, misalnya ion magnesium. Fosfat anorganik digunakan dalam sintetis ATP yang mengsuplai energi kimia untuk proses kehidupan dari sel melalui proses fosforilasi oksidatif. Ion-ion kalsium dijumpai dari sirkulasi darah dan di dalam sel. Fosfat dijumpai di dalam darah dan di dalam cairan jaringan sebagai ion-ion bebas, tetapi fosfat di dalam tubuh banyak terikat dalam bentuk fosfolipida, nukleotida, fosfoprotein, dan gula-gula terfosforilasi (Adnan,2009:16).
            Karbohidrat murni memilii rumus empiris (CH2O)n. Karbohidratyang terkecil adalah gula sederhana atau monosakarida. Glukosa adalah monosakarida berkarbon yang digunakan sebagai sumber dasar energi oleh kebanyakan sel heterotrofik. Ribosa dan deoksiribosa adalah gula berkarbon lima yang secara berturut-turut mempunyai peran struktural pada RNA dan DNA (Stanfield,dkk,2006:17).
            Gugus fungsi yang terdapat pada molekul karbohidrat dapat menentukan sifat senyawa tersebut. Berdasarkan gugus molekul yang ada pada karbohidrat, maka karbohidrat dapat didefenisikan secara plohidroksialdehid atau polihidroksiketon serta menghasilkannya pada proses hidrolisis. Berbagai senyawa yang termasuk kelompok karbohidrat mempunyai molekul yang berbeda-beda ukurannya. Senyawa tersebut dapat dibagi menjadi empat golongan , yaitu monosakarida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida (Adnan,2009:26).
            Proses penguraian glukosa menjadi piruvat, alcohol, laktat, atau CO2 dan air dapat berlangsung melalui beberapa jalan metabolisme, tergantung dari keadaan lingkungan, keadaan dalam sel, atau macam jasadnya. Satu macam jasad hidup dapat melakukan satu atu lebih jalur metabolisme penguraian glukosa tergantung dari diperlukan atau tidaknya proses penguraian tersebut. Dalam hal ini tiap jasad hidup mempunyai system kontrolnya sendiri (Wirahadikusumah,1987:35).
            Adanya oksigen (dalam suasana aerob), glikolisis berlangsung menghasilkan piruvat, atau tanpa oksigen (glikolisis anaerob) menghasilkan laktat. Glikolisis menghasilkan dua senyawa karbihidrat berato tiga dari satu senyawa beratom enam. Pda proses ini terjadi sintesis ATP dari ADP+Pi.  Bila glikolisis dimulai dari glukosa, reaksi tahap pertamanya adalah pemasukan satu gugus fosfat ke daam molekul glukosa 6-fosfat. Gambar ini dikatalisis oleh glukokinase yang memerlukan ion Mg2+ sebagai kofaktornya. Sedangkan gugus fosfat dan energi yang diperlukannya didapat dari penguraian ATP menjadi ADP. Reaksi sebaliknya, dikatalis oleh enzim yang berbeda, yaitu glikosa 6-fosfat, dikaalis oleh fosfoheksoisomerase yang juga mengkatalis reaksi kebalikannya. Dalam reaksi ini tidak terjadi penguraian maupun pembentukan ATP (Wirahadikusumah,1987:35).
            Salah satu yang membedakan antara tumbuhan dan hewan adalah tumbuhan dan fungsi mempunyai dinding sel yang secara berururtan terbuat dari selulosa dan Kitin, sedangkan sel hewan tidak mempunyai dinding sel. Baik sel prokariotik maupun sel eukariotik memiliki membrane plasma dari lipid yang memisahkan sel dari lingkungannya. Semua sel juga memiliki ribosom yang terdiri dari protein dan asam ribonukleat (RNA). Ribososm berperan dalam sintetis protein. Jika terdapat oksigen untuk respirasi aerob, maka fermentasi akan berhenti dan ecepatan penggunaan glukosa akan berkurang. Laju produksi asam dan/atau alkohol juga akan terhambat. Fenomena ini dikenal sebagai efek Pasteur (Stanfield,dkk,2006:16).


BAB III
MATODE PRAKTIKUM
A.    Waktu dan Tempat Praktikum
Hari                             : Selasa,20 Desember 2016
Waktu                         : 10.00-11.50 WITA
Tempat                        : Laboratorium Biologi lantai 3 bagian timur Fakultas
                                                            Matematika dan Ipa Universitas Negeri Makassar
B.     Alat dan Bahan
1.      Alat
a.       Tabung reaksi 10 buah
b.       Pipet tetes
c.       Gelas ukur
d.      Spiritus
e.       Klem kayu
f.       Rak tabung reaksi
g.      Stopwatch
h.      Korek api
2.      Bahan
a.       Ekstrak kecambah
b.      Larutan amilum
c.       Larutan fehling A dan B
d.      Larutan HCl encer 10%
e.       Larutan NaOH 1%
f.       Kertas saring
g.      Kertas pH
C.    Prosedur Kerja
1.    Menyiapkan 10 tabung reaksi, kemudian mengelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu tabung I, tabung II, tabung III, dan tabung kontrol.
2.    Mengelompokkan tabung I menjadi IA, IB, IC, begitupun dengan tabung II dan III. Beri label D pada tabung IV.
3.    Mengisi larutan amilum pada masing-masing tabung 1 ml, menambahkan ekstrak kecambah.
4.    Menambahkan tabung 1 ditambahkan 2 tetes Fehling A dan B. Ukur PH-nya dan catat perubahan warnanya. Pada 5 menit pertama, dipanaskan sampai mendidih dan mengamati warnanya. Selanjutnya setelah 10 menit dari pengamatan warna. Lalu dipanaskan tabung IB dan mengamati warnanya. setelah 15 menit dari pengamatan warna pertama kali. Memanaskan tabung IC  dan mengamati warnanya.
5.    Menambahkan 2 tetes larutan HCl pada tabung IIA, Ukur PH-nya dan amati warnanya. Tunggu sampai 5 menit, panaskan sampai terjadi perubahan warna.  setelah 10 menit dari pengamatan warna, lalu tabung IIB dipanaskan dan mengamati warnanya. setelah 15 menit dari pengamatan warna. Memanaskan tabung IIC dan mengamati warna.
1.    Menambahkan 2 tetes larutan NaOH pada masing-masing tabung III, ukur PH-nya dan catat perubahan warnanya. Tunggu sampai 5 menit, dan panaskan tabung IIIA sampai mendidih, setelah 10 menit dari pengamatan warna, lalu tabung IIB dipanaskan dan mengamati warnanya. setelah 15 menit dari pengamatan warna. Memanaskan tabung IIC dan mengamati warna.
6.    Menambahkan larutan Amilum A dan B serta ekstrak kecambah. Kemudian mengamati warnaya.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Praktikum

Tabung

PH
Perubahan
Awal
Akhir

I
4
4
4
IA   Biru Keunguan
Kuning
IB   Biru Keunguan
Kuning
IC   Biru Keunguan
Kuning

II
6
6
6
IIA  Hijau
Kuning
IIB  Hijau Tua
Kuning
IIC   Hijau Keunguan
Kuning

III
10
10
10
IIIA  Ungu
Kuning
IIIB  Ungu
Kuning
IIIC  Ungu
Kuning
IV
10
        Ungu
Kuning



B.     Pembahasan
            Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan ini, maka pada tabung I memiliki PH 4, tabung II memiliki PH 6, tabung III memiliki PH 10, dan tabung IV memiliki PH 10. Pada tabung I, mula-mula dimasukkan larutan amilum 1 ml kemudian ditambahkan dengan ekstrak kecambah, setelah homogen larutan yang dihasilkan berwarna  keruh. Pada tabung A1, B1, dan C1 masing-masing ditambahkan dengan 2 tetes larutan fehling A dan B. kemudian dikocok agar larutannya homogen dan menghasilkan warna biru keungu-unguan, lalu didiamkan, selama 5 menit pada tabung IA, 10 menit pada tabung IB, dan 15 menit pada tabung IC hingga warnanya berubah. Setelah itu dilakukan pemanasan sampai mendidih dan berubah warna menjadi kuning. Perubahan warna menjadi kuning pada percobaan ini, menandakan bahwa pH-nya asam, dan hal ini mempengaruhi konsentrasi enzim dan waktu yang dapat mempercepat laju reaksi.
             Pada tabung II, masing-masing ditambahkan dengan 1 ml larutan fehling A dan B dan 2 tetes larutan HCl dan diukur PHnya dimana tabung II memiliki PH 6 dan bersifat asam. Selanjutnya didiamkan selama 5 sampai 15 menit pada masing-masing tabung II dan diamati hingga berubah warna menjadi hijau. Lalu dipanaskan sampai mendidih dan berubah warna menjadi kuning.
             Pada tabung III, masing-masing ditambahkan dengan 1 ml larutan fehling A dan B, lalu diberi 2 tetes larutan NaOH dan diukur PHnya dimana PH tabung III memiliki PH 10. Selanjutnya didiamkan selama 5 sampai 15 menit pada masing-masing tabung III dan diamati hingga berubah warna menjadi ungu. Lalu dipanaskan sampai mendidih dan berubah warna menjadi kuning an bersifat basa.
            Tabung IV sebagai tabung kontrol karena hanya ditambahakan amilum A dan B dan ekstrak kecambah. Setelah itu memanaskan sampai mendidih dan berubah warna dari  ungu menjadi warna kuning dan bersifat basa.


                      
BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
            Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa PH sangat berpengaruh terhadap aktivitas enzim. Hal ini dapat dilihat dengan adanya perubahan-perubahan warna yang terjadi pada masing-masing tabung dengan perlakuan yang berbeda-beda. Larutan yang memiliki PH yang tinggi menandakan bahwa larutan tersebut mengandung banyakk enzim amilase.
B.   Saran
1.      Untuk praktikan agar selalu waspada terhadap kecelakaaan yang biasa terjadi ketika berlangsungnya praktikum.
2.      Untuk asisten harus mengawasi praktikan dengan sebaik-baiknya, memandu dan mengingatkan ketika melakukan kesalahan.








DAFTAR PUSTAKA


Adnan.2009.Biologi Sel: Struktur dan Fungsi Sel. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam: Makassar.

Stansfield,William,Rani Cano,Jaime Colome.2006. Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta: Erlangga.

Wirahadikusumah,Muhammad.1967.Biokimia: Metabolisme energi, Karbohidrat, dan Lipid.Bandung: PT. ITB Bandung.










LAMPIRAN-LAMPIRAN
1.      Apa guna larutan fehling A dan B dan JKJ?
Jawab: Larutan fehling A dan B berguna untuk menguji glukosa dengan terjadinya perubahan warna. JKJ berguna untuk menguji amilum ditandai dengan adanya perubahan warna.
2.      Mengapa kecambah perlu dicentrifuge terlebih dahulu?
Jawab: Kecambah perlu dicentrifuge terlebih dahulu agar ekstrak enzim menjadi halus, sehingga memudahkan praktikan dalam melakukan praktikum.
3.      Apa fungsi HCl dan NaOH pada percobaan diatas?
Jawab: Fungsi HCl dan NaOH pada percobaan ini adalah Sebagai alat bantu untuk meningkatkan dan menurunkan pH dengan cara mengubah suasana larutan, HCl adalah suasana asam dan NaOH suasana basa.


Komentar