MAKALAH
BAHASA INDONESIA
MENULIS
AKADEMIK
Disusun
oleh:
Nasaruddin
1616040001
Triana
Nurfitra 1616040002
Hilda
1616040012
Mersi R.
Parimata 1616041005
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa atas segala Rahmat, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang mungkin sangat
sederhana. Makalah ini berisikan tentang informasi mengenai tata cara menulis akademik.
Makalah ini kami akui masih
banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena
itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Kami berharap semoga makalah
ini dapat dipergunakan sebagai salah satu pedoman dan juga berguna untuk
menambah pengetahuan bagi para pembaca.
Makassar, 13 Desember 2016
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL...............................................................................................
i
KATA
PENGANTAR............................................................................................
ii
DAFTAR
ISI..........................................................................................................
iii
BAB I.
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang...................................................................................................
1
1.2 Rumusan
Masalah..............................................................................................
2
1.3
Tujuan................................................................................................................
2
1.4
Manfaat..............................................................................................................
2
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Langkah-Langkah Menulis
Akademik............................................................... 3
2.1.1 Merencanakan.................................................................................................
3
2.1.2 Menulis............................................................................................................
3
2.1.3
Merefreksikan.................................................................................................
3
2.1.4 Merevisi...........................................................................................................
3
2.2 Menulis Makalah atau Kertas
Kerja.................................................................. 4
2.2.1 Pengertian Makalah.........................................................................................
4
2.2.2 Jenis
Makalah..................................................................................................
4
2.2.3 Sistematika Makalah.......................................................................................
4
2.2.4 Praktik Menulis
Makalah................................................................................
5
2.3 Menulis
Proposal................................................................................................
6
BAB III. PENUTUP
3.1
Simpulan............................................................................................................
9
3.2
Saran..................................................................................................................
9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemampuan mahasiswa menulis akademik
merupakan tolak ukur kemapanan bernalar yang dimiliki mahasiswa tersebut. Untuk
menulis akademik, dibutuhkan daya nalar dan kemampuan analisis terhadap sesuatu
yang terjadi atau sedang berkembang. Dalam hal ini, menulis akademik dikaitkan
dengan pengembangan kepribadian mahasiswa.
Pengembangan kemahiran menulis akademik memliki peran
penting dalam pengembangan kepribadian mahasiswa sebgai insane Indonesia yang
terpelajar.terkait dengan hal tersebut, mahasiswa seyogyanya mendapatkan
kesempatan untuk mengembangkan kemampuan menulis dalam berbagai kegiatan yang
mendukung, seperti pelatihan-pelatihan jurnalistik, proses pengembangan penalaran,
penyusunan karya ilmiah, bai polular maupun ilmiah, dan sejenisnya.
Menuis akademik bukanlah pekerjaan yang sulit. Akan tetapi, bukan pekerjaan
yang mudah. Ketika memulai menulis ilmiah, seorang penulis tidak perlu menunggu
menjadi penulis yang terampil. Diperlukan keberanian memulai meskipun belum
terampil. Apabila dilakukan secara terus-menerus dengan tingkat frekuensi yang
tinggi, bukan sesuatu yang berlebihan apabila nantinya dapat menjadi penulis
yang terampil. Tidak ada waktu yang tidak tepat untuk memulai menulis, artinya,
kapanpun dan dimanapun seorang mahasiswa dapat melakukan kegiatan menulis.
Ketakutan akan kegagalan bukanlah penyebab yang harus dipertahankan. Sebliknya,
kegagalan dijadikan landasan untuk menuju kea rah perbaikan,
a) Dalam hal pengembangan penulisan
yang dapat dilakukan seorang mahasiswa, Nunan (1991:86-90) menawarkan lima
konsep pengembangan keterampilan menulis, meliputi:
b) perbedaan antara bahasa lisan dan
bahasa tulis,
c) menulis sebagai proses dan sebagai produk,
d) struktur generic wacana tulis,
e) perbedaan antara penulis termpil dan
penulis tidak terampil, dan
f) penerapan menulis dalam
pembelajaran.
Perbedaan antara bahasa lisan dan tulis tampak pada fungsi serta karakteristik
yang dimiliki oleh keduanya. Namun, yang patut diperhatikan adalah keduanya
bahasa tersebut harus memiliki fungsi komunikasi. Dari sudut pandang inilah
dapat diketahui bagaimana hubungan antara bahasa lisan dan tulis sehingga dapat
diaplikasikan dalam pembelajaran dan pelatihan ketrampilan
menulis.
1.2
Rumusan Masalah
Bagaimanakah tata cara penulisan akademik yang baik dan
benar?
Bagaimanakah membuat suatu makalah yang baik dan benar?
Bagaimanakah membuat suatu proposal yang baik dan benar?
1.1 Tujuan
Mengetahui tata cara penulisan akademik yang baik dan benar
Mengetahui pembuatan suatu makalah yang baik dan benar
·
Mengetahui
pembuatan suatu proposal yang baik dan benar
1.2 Manfaat·
Dapat
mengetahui tata cara penulisan akademik yang baik dan benar·
Dapat
mengetahui pembuatan suatu makalah yang baik dan benar·
Dapat
mengetahui pembuatan suatu proposal yang baik dan benar
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Langkah-Langkah Menulis Akademik
2.1.1
Merencanakan
a.
Mengumpulkan bahan
Hampir semua penulis mengumpulkan segala sesuatu yang mereka
perlukan berupa data, informasi, bacaan sebelum memulai menulis.
b.
Menentukan tujuan dan bentuk
Dalam penulisan ilmiah, tujuan dan bentuk yang dipilih
sering ditentukan oleh situasi. Misalnya, dalam membuat laporan penelitian,
format dan tujuan laporan mungin sudah ditentukan oleh sponsor pemberi dana
penelitian.
c.
Menentukan pembaca
Pembaca yang berbeda akan memelurkan bacaan yang berbeda
pula. Oleh karena itu, penulis mengetahui keadaan pembaca sebaik-baiknya.
Penulis perlu mengetahi apa yang diinginkan, yang diperlukan, atau yang
diharapkan oleh pembaca.
2.1.2
Menulis
Dalam penulisan ilmiah, karena kompleksnya isi dan adanya batas waktu yang
sudah pasti, lebih baik menulis seawall mungkin, lebih-lebih penulis sudah
mempersiapkan bahan sebagai bahan dasar penulisan, dan paling akhir sedikit
menyusun draf untu mencapai hasil akhir.
2.1.3
Merefreksikan
Teknik yang sering digunakan oleh penulis karangan ilmiah, sebelum merangkum
karangannya, mereka merefleksikan apa yang sudah mereka tulis. Kesempatan ini
memungkinkan penulis memperoleh perspektif yang segar tentang ata-kata yang
pada mulanya tampak sangat betul tetapi kemudian terasa salah.
2.1.4
Merevisi
Revisi, perbaikan dan penyempurnaan tulisan yang dilaksanakan secara
berhati-hati dan seksama dapat menghasilkan tulisan yang jelas, terarah,
terfokus, dan sesuai dengan keinginan penulis dan pembaca. Penulis perlu
mencoba meramalkan masalah yang mungkin muncul, dan menuntut perbaikan dari
diri penulisnya sendiri, sehingga tulisan yang dihasilkan menjadi lebih baik
dan layak baca. Upayakan, jangan sampai pembaca tidak dapat memahaminya, atau
salah menginterprestasi serta menafsirkan tulisannya karena tidak jelas arah,
fokus, dan tujuannya.
2.2
Menulis Makalah atau Kertas Kerja
menulis makalah merupakan tahap lanjut dari kegiatan menulis artikel ilmiah.
Jika seseorang telah terbiasa menulis artikel atau karangan nonfiksi lainnya
dalam bentuk sederhana, maka dia tidak akan menjumpai kesulitan berarti dalam
menyusun bahasan yang lebih luas seperti makalah. Maka, berikut ini akan di
sajikan pengertian makalah, jenis- jenis makalah, sistematika makalah, dan
teknik menulis makalah.
2.2.1
Pengertian Makalah
makalah adalah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup
dalam ruang lingkup suatu perkuliahan atau yang berkaitan dengan tema seminar,
simposium, diskusi atau kegiatan ilmiah lainnya.
2.2.2
Jenis Makalah
secara umum, baik dalam kegiatan akademik maupun nonakademik, di kenal dua
jenis makalah , yaitu makalah biasa ( common paper) dan makalah posisi (
position paper). makalah biasa di buat mahasiswa untuk menunjukkan pemahamannya
terhadap permasalahan yang di bahas.
Makalah biasa juga dapat di tulis seseorang untuk mendeskripsikan suatu
kebijakan, gagasan, atau temuannya kepada khalayak. sebagai contoh, seorang
mahasiswa aktivis dapat mengemukakan gagasannya tentang metode pengolahan
sampah, atau seorang pejabat memaparkan kebijakannya dalam meningkatkan
kualitas pendidikan dasar di daerahnya.
Dalam makalah posisi, mahasiswa di tuntut untuk menunjukkan posisi teoretisnya
dalam suatu kajian. Untuk makalah jenis ini, dia tidak hanya diminta
menunjukkan penguasaan mengenai suatu teori atau pandangan tertentu, tetapi
juga di persyaratkan untuk menunjukkan di mana dia berdiri beserta alasannya
yang di dukung oleh teori- teori atau data yang relevan. Pada umumnya, makalah
biasa diwajibkan kepada mahasiswa S1, sedangkan makalah posisi di wajibkan
kepada mahasiswa pancasarjana.
2.2.3
Sistematika Makalah
makalah
biasanya di susun dengan sistematika sebagai berikut:
a.
judul karangan
judul dapat di pandang sebagai tanda pengenal karangan dan
sekaligus juga kunci utama untuk mengetahui isi karangan. oleh karena itu,
judul harus dapat mencerminkan seluruh isi karangan dan dapat menunjukkan fokus
serta permasalahan pokok karangan.
b.
Abstrak
Abstrak
atau ringkasan biasanya berisi intisari keseluruhan tulisan, di tulis secara
naratif, dan diketik satu spasi serta paling banyak tiga paragraph atau sekitar
150-200 kata. Abstrak memuat latar belakang masalah, tujuan kesimpulan dan
saran yangb tulis secara padat.
c.
pendahuluan
Bagian
pendahulan terdiri atas latar belakang masalah yang disusun dalam alur piker
yang logis, yang menunjukkan kesenjangan antara situasi yang ada dengan situasi
yang di harapakan (das sollen dan das sein)
d.
pembahasan
Bagian
ini merupakan inti Makalah, pada bagian ini hendaknya di kemukakan deskripsi
tentang subjek studi, analisis permasalahan, dan solusi pemecahannya.
e.
simpulan
secara
umum, simpulan berasal hasil dari seluruh pembahasan dan setidak-tidaknya
berisi jawaban atas semua permasalan yang dikemukankan dalam pendahuluan.
f.
daftar pustaka
Bagian
ini memuat pustaka atau rujukan yang diacu dalam makalah. Rujukan ini di susun
ke bawah menurut abjad nama akhir penulis pertam. Buku dan majalah tidak di
bedakan, kecuali penyusunannya dari kiri dan kanan. Untuk buku, teknik penulis,
tahun terbit, judul buku, jilid (jika ada), terbitkan ke, nama kota dan nama
penerbit.
Contoh:
rifal, mien A. (1997). Pegangan gaya penulisan, penyuntingan dan penerbitan
karya ilmiah Indonesia. Cetakan kedua. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press.
2.2.4
Praktik Menulis Makalah
Sebelum
menulis makalah, sebaiknya dibuat jejaring ide. Alwasilah (2005: 96)
mengemukakan beberapa langkah membuat jejaring ide seperti berikut:
a. Sebelum menulis,
siapkan kertas dan alat tulis
b. Pikira ide-ide pokok yang
paling penting untuk di tulis
c. Batasi maksimal lima
ide pokok
d. Tulis ide pokok sesingkat
mungkin dalam lingkaran-lingkaran
e. Hubungkaran
lingkaran-lingkaran itu dengan garis searah atau dua arah yang sesaui dengan
pemikiran anda.
f. Gunakan pula garis
patah-patah untuk menunjukkan hubungan tidak langsung, visualisasi ide-ide ini
sesungguhnya subjektif, tergantung pada penulis itu sendiri.
2.3
Menulis Proposal
Kata
proposal dalam kamus Bahasa Indonesia diartikan sebagai rencana yang
dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Dalam Bahasan ini, usulan itu di
fokuskan pada proposal penelitian yang merupakan salah satu langkah konkret
pada tahap awal penilitian.
Sebagai
suatu proses, penelitian memerlukan tahapan-tahapan tertentu yang disebut
sebagai siklus:
1)
Pemilihan masalahan dan pernyataan hipotesisnya (jika ada)
2)
Pembuatan desain penelitian
3)
Pengumpulan data
4)
Pembuata kode atau analisi data
5)
Interpretasi hasilnya (Maria S. W. Soemardjono, 1997:1-2)
Usulan penelitian pada umumnya memuat:
1)
Judul
2)
Latar belakang
3)
Tujuan penelitian
4)
Tujuan pustaka
5)
Landasan teori
6)
Hipotesis (jika ada)
7)
Metode penelitian
8)
Jadwal kegiatan
9)
Daftar pustaka.
Judul
penelitian hendaknya
dibuat singkat, jelas, menunjukkan dengan tepat maslah yang akan diletiti, dan
tidak memberi peluang bagi penafsiran atau interpretasi yang bermacam-macam.
Latar
belakang berisi
permasalahan, manfaat penelitian, dan keaslian penelitian. Dalam permasalahan
diuraikan masalah yang menarik minat dan memdesak untuk diteliti.
Tujuan
penelitian hendaknya
dikemukakan dengan jelas dan tega oleh karena itu antara masalah, tujuan, dan
simpulan yang ditrik dari hasil penelitian harus sinkron. Jika masalah yang
dikemukakan ada emapat hal, maka tujuan harus dirumuskan dalam keempat hal
tersebut. Melalui pengujian hipotesis( jika ada) terhadap keempat masalah atau
tujuan tersebut akan diperoleh simpulan yang meliputi keempat hal itu pula.
Tujuan
pustaka berisi uraian
sistematis tentang berbagai informasi yang dikumpulkan dari sumber bacaan,
referensi dan data empiric yang ada hubungannya dan menunjang penelitian.
Landasan
teori
sekurang-kurangnya mengandung hal pokok:
1. Seperangkat proposisi yang berisi
konstruk atau konsep yang sudah didefinisikan dan salaing berhubungan
2. Penjelasan hubungan antar variabel
sehingga menghasilkan pandangan sistematis mengenai fenomena yang digambarkan
oleh variabel-variabelnya,
3. Penjelasan mengenai fenomena dengan
cara menghubungkan variabel dengan variabel lain dan bagaimana hubungan antar
variabel itu.
Hipotesis (jika ada) dirumuskan berdasarkan
landasan teori atau berdasarkan tinjauan pustaka tidaklah tepat apabila ada
pandangan bahwa penelitian harus memuat hipotesis. Pandangan itu diakibatkan
oleh adanya persepsi yang menganggap bahwa suatu penelitian tanpa hipotesis
tidak bersifat ilmiah.
Metode
penelitian berisi
tentang bahan atau materi penelitian, alat atau intrumen jalannya penelitian,
variabel serta data yang dikumpulkan, dan analisis hasil.
Instrument,
pada umumnya dapat dipergunakan seperti observasi, wawancara, kuisioner, studi
dokumen dan sebagainya. Pemilihan instrument bergantung dalam beberapa
pertimbangan misalnya:
1. Jumlah responden, apabila jumlahnya
relative terbatas, maka wawancara lebih tepat dari pada kuisioner
2. Lokasi, penggunaan kuisioner lebih
tepat jika penelitian meliputi daerah yang relative luas
3. Data, jika pendapat yang lebih
mendalam ingin diperoleh, metode wawancara lebih tepat
4. Observasi dapat digunakan, dan
sebaliknya, penggunaan kuisioner lebih tepat (Arikunto, 1983:116)
Dalam
jadwal penelitian ditunjukkan tahap-tahap/uraian setiap kegiatan dan jangka
waktunya.
Daftar
pustaka dapat
disusun menurut aturan yang lazim yang dapat diperoleh dari berbagai sumber.
Apa pun cara penulisan yang dipilih hendaknya dihunakan cara konsisten.
Berikut
contoh kerangka usulan penelitian yang dapat dijadikan sebagai pedoman oleh
calon peneliti.
Kerangka
usulan penelitian
a. Judul
b. Latar belakang, berisi:
- Perumusan masalah/permasalahan
- Keaslian orisinalitas penelitian
- Manfaat penelitian
c. Tujuan penelitian
d. Tinjauan pustaka
e. Landasan teori
f. Hipotesis (jika ada)
g. Metode/cara penelitian, yang berisi:
- Bahan/materi penelitian
- Alat/instrument pengumpulan data
- Jalannya penelitian
- Variabel dan data yang dikumpulkan
- Analisis hasil
h. Jadwal peneltian, yang berisi:
- Tahap- tahap penelitian
- Rincian kegiatan pada setiap tahap
- Jangka waktu yang diperlukan untuk
melaksanakan setiap kegiatan
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Jadi untuk membuat suatu makalah dan proposal yang baik dan
benar kita harus mengetahui dulu tata cara penulisan akademik yang telah
disepakati sehingga dalam penulisannya sesuai dengan aturan EYD. Dalam
penulisan akademik tersebut dimulai dari proses merencanakan, menulis,
merefreksikan hingga merevisi.
3.2 Saran
Sebagai mahasiswa sebaiknya kita
harus mengetahui tata cara penulisan akademik dan pembuatan makalah yang baik
dan benar untuk menunjang tugas yang akan kita tempuh.
Komentar
Posting Komentar