LAPORAN
BIOTEKNOLOGI
PEMBUATAN
TAPE
DISUSUN
OLEH :
KELOMPOK
III
RIJAL
(161604100
SUHARIA
(1616040006)
HILDA
(1616040012)
ITA
SUSANTI (1616042003)
MUHAMMAD
YUSUF (1616042011)
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN IPA REGULER
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
A.
Judul percobaan
Percobaan ini
berjudul “Pembuatan Tape”
B.
Tujuan Percobaan
1.
Mahasiswa dapat mengetahui cara
pembuatan tape dengan baik dan benar
2.
Mahasiswa dapat mengetahui karakteristik
tape yag memiliki kualitas yang baik
3.
Mahasiswa dapat mengetahui proses
terjadinya fermentasi.
C.
Landasan Teori
Tapai merupakan hasil dari proses
fermentasi dari bahan-bahan yang mengandung karbohidrat seperti beras ketan dan
ubi kayu. Dalam proses fermentasi yang melibatkan aktifitas mikroorganisme ini
terjadi proses pengubahan karbohidrat menjadi etanol, sehingga bahan makanan
hasil fermentasi menjadi lebih enak rasanya.
Fermentasi merupakan suatu cara yang
telah dikenal dan digunakan sejak lama sejak jaman kuno. Fermentasi merupakan
suatu cara untuk mengubah substrat menjadi produk tertentu yang dikehendaki
dengan menggunakan bantuan mikroba. Bioteknologi berbasis fermentasi sebagian
besar merupakan proses produksi barang dan jasa dengan menerapkan teknologi
fermentasi atau yang menggunakan mikroorganisme untuk memproduksi makanan dan
minuman seperti keju, yoghurt, minuman beralkohol, cuka, sirkol, acar, sosis,
kecap dan lain-lain
Tapai
mempunyai rasa sedikit manis dengan sedikit rasa alkohol dan aroma semerbak yang
khas. Tekstur lunak dan berair serta menghasilkan cairan yang merupakan efek
dari fermentasi. Rasa manis pada tapai dipengaruhi oleh kadar gula dari tapai
itu sendiri. Tetapi kadang-kadang pada sejenis tapai tertentu timbul rasa asam
agak menyengat. Hal ini biasanya disebabkan oleh perlakuan selama proses
pembuatan yang kurang teliti, misalnya penambahan ragi yang terlampau banyak,
penutupan yang kurang sempurna selama proses fermentasi berlangsung, ataupun
karena proses fermentasi yang terlalu lama.
Perbedaan
waktu fermentasi dapat menghasilkan perbedaan pertumbuhan mikroorganisme.
Semakin lama waktu fermentasi maka mikroorganisme yang tumbuh semakin banyak
sampai nutrisi dimedia tersebut habis. Proses pemecahan karbohidrat dipengaruhi
aktivitas mikroorganisme. Dari hasil fermentasi yang dilakukan, didapatkan
pertumbuhan dan tinggi mikroorganisme yang tertinggi adalah waktu fermentasi 9
hari. Hal ini dikarenakan adanya aktivitas mikroorganisme yang optimal,
sedangkan pada fermentasi hari ke 0 mikroorganisme belum tumbuh dan fermentasi
hari ke 3 didapatkan pertumbuhan dan tinggi mikroorganisme rendah.
Tape
dihasilkan melalui proses fermentasi oleh sejenis khamir (yeast) Saccharomyces cerevisae dan kapang Aspergillus sp. Khamir dan kapang
tersebut biasanya terdapat di dalam ragi tapi. Proses fermentasi merupakan
sutau proses pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa yang sederhana. Dalam
proses mikrobiologi, fermentasi dilakukan oleh mikrobia yang menghasilkan atau
mempunyai enzim yang sesuai dengan proses tersebut.
Menurut
Rukmana(2000), berdasarkan produk yang dihasilkan, fermentasi digolongkan
menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.
1.
Fermentasi alkoholis, yaitu fermentasi
yang menghasilkan alkohol sebagai produk akhir di samping produk lainnya. Misalnya
pada pembuatan wine, cider, dan tape.
2.
Fermentasi non-alkoholis, yaitu
fermentasi yang tidak menghasilkan produk akhir selain baha lainnya. Misalnya
pada pembuatan tape, antibiotika, dan lain-lain.
D.
Alat dan bahan
1. Alat
a. baskom
b. panci
c. kompor
d. inkubator
e. sendok
f. gelas
ukur
g. timbangan
h. blender
i.
Freezer
2. Bahan
a. ubi
kayu
b. ubi
jalar
c. susu
maskrimer 60 ml
d. susu
kental manis 60 ml
e. air
secukupnya
f. ragi
tape
g. Krim
santan 120 ml
h. es
batu 800 gr
DAFTAR PUSTAKA
Hidayati,
Darimiyya, dkk. 2013. Pola pertumbuhan Ragi pada Fermentasi Kulit Singkong: Argointek. Vol 7. No 1.
Nurcahyo, Heru.
2011. Diklat Bioteknologi.
Yogyakarta: Universitas Negeri Makassar
Rukmana, Rahmat
dan Yuyun Yuniarsih. 2001. Aneka Olahan Ubi Kayu. Yogyakarta: KASINIUS
Santosa, Agus
dan Cucut Prakosa. 2010. Karakteristik Tapai Buah Sukun Hasil Fermentasi Penggunaan Konsentrasi Ragi yang
Berbeda: Jurnal Biota. Vol 22. No 73.
Sutanto,Teja
Dwi, dkk. 2006. Studi Kandungan Etanol dalam Tapai Hasil Fermentasi Beras Ketan Hitam dan Putih: Jurnal Gradien. Vol 2. No1.
Komentar
Posting Komentar