LAPORAN PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP HIJAU DAUN TANAMAN


LAPORAN PENGARUH INTENSITAS CAHAYA
TERHADAP HIJAU DAUN TANAMAN




DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 2

1.      AINUNG SABRINA/1616040008
2.      HERSYAH AINUN/16160009
3.      MUHAMMAD YUSUF ISLAM/1616040010
4.       NURULHIKMAH HASANUDDIN/1616040011
5.       HILDA/1616040012
6.       NIA AGUSTINA/1616041001



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA REGULER 2016
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
TAHUN AJARAN 2018/2019
BAB I
PENDAHULUAN


            Cahaya matahari sangat mempengaruhi tumbuhan berdaun hijau karena cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis tumbuhan, respirasi, pertumbuhan serta pembuangan, pembukaan dan penutupan stomata, perkecambahan dan pertumbuhan tanaman. Fotosintesis tumbuhan adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk menghasilkan makanan. Pada dasarnya cahaya matahari langsung sangat menghambat pertumbuhan, sebab intensitas cahaya tinggi akan menguapkan air tanah dalam jumlah banyak sehingga akar tidak akan cukup menyerap air. Selain itu cahaya akan menghambat kerja hormon auksin, dimana hormon auksin akan berubah menjadi senyawa yang menghambat pertumbuhan apabila terkena cahaya.
            Cahaya surya pagi atau sore hari yang menyebar dan merata sangat disukai tumbuhan. Intensitas cahaya berpengaruh terhadap warna, bentuk, dan kecepatan pertumbuhan. Fotosintesis merupakan aktivitas kimiawi dari tumbuhan untuk membentuk energi. Beberapa faktor yang mempengaruhi fotosintesis adalah air, konsentrasi CO2 dan cahaya. Cahay tidak dapat dipisahkan dari fotosintesis karena cahaya merupakan bahan bakar untu menghasilkan karbohidrat dan oksigen. Pada dasrnya satu foton hanya dapat diserap oleh satu molekul saja pada waktu tertentu dan terjadinya eksitasi pada suatu elektron dalam molekul disebabkan oleh foton. Foton akan menempati posisi pada kondisi tereksitasi yang ditangkap oleh molekul-molekul pigmen.
            Pigmen-pigmen atau warna-warna pada tanaman terutama sayuran dan buah-buahna memiliki perbedaan yag ada pada sayuran atau buah-buahan tersebut. Beberapa pigmen yang banyak dan basa terlihat seperti klorofil, antosianin dan karotenoid (karoten dan sxanotifil). Warna hijau pada daun merupakan salah satu aplikasi dari pigmen klorofil. Selain memberikan warna hijau pada daun, klorofil memiliki andil besar dalam proses fotosintesis, tanpa adanya klorofil fotosintesis tidak mungkin terjadi, kondisi ini terjadi karena klorofil emiliki sifat dapat menerima sinar cahaya dan dapat mengembalikannya dalam kondisi gelombang yang berbeda.
            Klorofil dapat mengalami degradasi warna yang awalnya berwarna hijau dapat berubah menjadi warna kuning. Degradasi warna ini dapat menjadi patokan atau alat ukur dari sayuran apakah masih segar atau tidak. Klorofil tidak larut dalma air melainkann larut dalam etanol, eter, bensol, dan metanol. Klorofil tidak dapat larut dalam air disebabkan memiliki lebih banyak sifat lipofil daripada hidrofil yang menyebabkan sukar bersinggungan dengan air. Pada kloroplas terdapat pigmen-pigmen lain seperti karotenoid.
            Karotenoid banyak terdapat pada buah yang masak. Klorofil terurai dan digantikan oleh pigmen karotenoid dan mengahsilkan warna merah dan kuning, Lebih spesifik lagi warna merah merupakan hasil dari pigmen likopen, salah satu anggota dari karoten.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA


            Matahari adalah sumber energi bagi seluruh makhluk hidup di dunia, terutama karena matahari adala sumber energi yang tak terbatas. Bila diuraikan cahaya matari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda, Cahaya merah, biru, hijau, dan biru violet berperan sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis. Makanan hasil fotosintesis yang terdapat pada tumbuhan akan digunakan untuk pertumbuhan. Biji yang ditanam dan ditempatkan di tempat teduh akan tumbuh cepat, tetapi abnormal (tumbuh lemah). Peristiwa ini dinamakan etiolasi.
            Cahaya dapat mengubah leukoplas menjadi kloroplas. Tersedianya cahaya yang memadai akan meningkatkan pembentukan kloroplas. Pada tumbuhan yang sama, tetapi hidup pada tempat yang berbeda pencahayaannya akan menimbulkan perbedaan ukuran daun. Daun yang berada di tempat yang cukup mendapatkan cahaya memiliki ukuan yang lebih sempit, tetapi jaringan mesofilnya lebih tebal draipada daun dari tumbuhan yang berada ditempat yang kurang mendapatkan cahaya,
            Suatu pigmen jika diterangi dengan cahaya putih, warna yang kita lihat ialah warna yang paling dipanulkn atau diteruskan oleh pigmen bersangkutan. (Jika suatu pigmen menyerap semua panjang gelombang, pigmen itu akna tampak hitam). Kita melihat warna hijau saat kita melihat daun karena klorofil menyerap cahaya merah dan biru ketika meneruskan dan memantulkan cahaya hijau. Kemampuan pigmen utnuk menyerap panjang gelombang cahaya dapat diukur dengan menempatkan larutan pigmen itu dalam spektrofotometer. Grafik yang merupakan plot penyerapan (absorpsi) cahaya oleh pigmen terhadap panjang gelombang disebut sebagai spektrum absorpsi.
            Stomata pada tumbuhan yang berada di tempat yang kurang mendapatkan cahaya memiliki jumlah yang sedikit tetapi ukurannya besar. Tumbuhan yang berada pada tempat yang mendapatkan cahaya cukup, memiliki jumlah stomata lebih banyak dengan ukuran yang kecil. Sistem perakaran tumbuhan yang hidup pada temat yang cukup mendapatkan cahaya lebih lebat dibandingkan dengan sistem perakaran tumbuhan yang berada pada tempatt kurang emndapatkan cahaya. Adanya letak geografis menyebabkan perbedaan lamanya pencahayaan yang diterima oleh tumbuhan. Pada daerah yang memiliki empat musim, kadang-kadang waktu siang lebih lama daripada waktu malam atau sebaliknya. respon tumbuhan terhadap lama pencahayaan dinamakan fotoperiodisme. Respon tumbuhan yang dimaksud adalah pertumbuhan, perkembangan, dan produksi.
            Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi pada tumbuhan dengan bantuan cahaya matahari. Cahaya merupakan sebentuk energi yang dikenal sebagai energi elektromagnetik. Ketika cahaa bertemu materi, cahaya mungkin dipantulkan, diteruskan, atau diserap. Zat yang menyerap cahaya tampak dikenal sebagai pigmen. ketika klorofil dan pigmen-pigmen lain menyerap cahaya, warna-warna yang bersesuaian dengan panjang gelombang yang diserap lenyap dari spektrum yang terdiri dari cahaya yang diteruskan dan dipantulkan, namun energi tidak dapat hilang.
            Pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan generatif berhubungan dengan tingkat fotosintesis yaitu sumber energi bagi proses pembungaan yang juga melalui mekanisme hormon tanaman. Klorofil merupakan komponen penting pada tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Terdapat beberapa faktor yang memepengaruhi pembentukan klorofil, yaitu faktor bawaan, dimana sama halnya dengan pigmen-pigmen lainnya, klorofil dibawa oleh gen induknya, bila pada indukan tidak terdapat klorofil maka pada anakan akan mengalami hal yang sama. selanjutnya cahaya, dengan kondisi yang kurang cahaya atau gelap warna daunnya akan pucat, jika kelebihan cahaya maka akan berwarna hijau kekuning-kuningan. Oksigen, pada kecambah yang ditumbuhkan tabpa cahaya lalu dipindahkan ke tempat dengan cahaya tidak bisa menghasilkan klorofil tanpa pemberian oksigen terlebih dahulu.
            Nitrogen dan magnesium, keduanya merupakan bahan penyusun dari klorofil. Berbeda dengan antosianin, jumlah dari klorofil dan karotenoid menurun akibat paparan dari UV. Produksi flavonoid memerlukan gula sebagai sumber fosfoenolpiruvat dan eritrosa4-fosfat yang menyediakan bebrapa atom karbon yang diperlukan flavonoid untuk cincin-B.


BAB III
METODE PENELITIAN

Tujuan                      : Untuk mengetahui bahwa intensitas cahaya berpengaruh pada   warna hijau daun
Metode                    : Ekperimen
Variabel                   :



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
No.
Tanaman
Watt lampu
Hasil perlakuan
1.
Kangkung
3
Hijau muda
2.
Kangkung
5
Hijau
3.
Kangkung
7
Hijau tua

B. Pembahasan
            Pada pengamatan ini, yang menjadi bahan percobaan adalah tanaman yang memiliki daun berwarna hijau. Tanaman kangkung yang diberi lampu 7 watt, warna daunnya lebi hijau daripada tanaman kangkung yang diberi lampu 3 watt dan 5 watt. Meningkatnya intensitas cahaya ini juga akna meningkatkan laju fotosintesis dimana meningkatnya intensitas cahaya yang sangat tinggi juga akan meningkatkan laju fotosintesis. Dalam hal ini intensitas cahaya yang snagat tinggi juga kan mempengaruhi laju fotositesis dimana akan berhenti karena stomata akan tertutup sehingga fiksasi karbondioksida tidak terjadi dan oksigen pun tak dapat keluar.
            Fotosintesis adalah suatu proses yang hanya terjadi pada tumbuhan yang berklorofil dan bakteri fotosintetik, dimana energi kimia (ATP dan NADPH). Molekul klorofil menyerap cahaya merah, biru, dan ungu, serta memantulkan cahaya hijau dan sedikit kuning dalam reaksi terang fotosintesis, sehingga mata manusia menerima warna hijau ini. Di dalam daun terdapat materi disebut pigmen yang menentukan ketika cahaya mengenai daun tersebut. Sebagian cahaya akan diserap, sedangkan sisanya akan dipantulkan. Cahaya yang dipantulkan akan diterima oelh amta kta sebagai warna. Pigmen-pigmen hijau klorofil tersebut berada dan dibuat di dalam suatu bagian sel pestisida yang dsebut kloroplas. Pigmen hijau itu mendominasi dan menutupi pigmen-pigmen wara lainnya seperti merah-oranye(beta caroten) dan juga kuning(xanthophylls).
            Selain klorofil, beberapa jenis daun memiliki pigmen-pigmen lainnya seperti kaoten dan antosianin. Karoten meyerap cahaya biru dan biru-kehijauan, emnyisakan warna erah serta kuning. Sedangkan antosianin menyerap sangat banyak cahaya berwarna biru , biru-kehijauan, serta hijau, dna memantulkan cahaya merah. Bersamaan dengan klororfil, jumlah pigmen yang terkandung dalam daun menentukan warna daun yang tampak, gabungan klorofil dan karoten menghasilkan warna hijau muda, sedangkan daun berwarna merah dan merah gelap banyak mengandung antosianin. Kandungan ini dapat berubah seiring dengan waktu. Klorofil misalnya, memiliki umur yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan pigmen lainnya. Seiring menuanya daun, jumlah klorofil dalam daun berkurang. Akibatnya warna hijau daun memudar dan tergantikan oleh warna lain, kuning dari akroten atau merah/ungu dari antosianin.
            Radiasi cahaya matahari juga bermafaat untuk mengaktifkan pembelahan sel klorofil yang terkandung dalam tanaman. Oleh karena itu, tanaman ataupun kecambah yang kurang terkena cahaya matahari akan ebrwarna kuning pucat. Sebaliknya, kecambah atau tanaman yang terkena cahaya matahari langsung akan berwarna hijau karena secara otomatis klorofil diaktifkan. Tanamamn berdaun hijau tua sudah terbiasa hidup di kondisi cahaya rendah dan tidak membutuhkan cahaya tinggi.  Tanaman jenis ini mengeluarkan daun baru berwarna hijau muda karena belum mempunyai klorofil sebanyak daun tuanya.
            Taaman dengan daun hijjau muda kurang efisien dalam berfotosintesis dan mempunyai pigmen fotosintesis (klorofil) dalam jumlah sedikit. Tanaman berdaun hijau muda membutuhkan cahaya terang untuk mengkompensasi kekuranagn klorofil dalam jaringan tubuhnya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
           

A. Kesimpulan
            Pengaruh intensitas cahaya sangat penting dalam proses fotosintesis dan pembentukan zat warna pada suatu tanaman. Dalam hal ini intensitas cahaya dapat mempengaruhi jumlah oksigen yang dihasilkan pada reaksi fotosintesis dimana dengan meningkatnya intensitas cahaya berarti laju fotosintesis juga meningkat, tetapi jika melebihi kadar tertentu dapat menghambat kegiatan fotosintesis karena stomata akan tertutup sehingga intensitas cahaya dapat menjadi faktor pembatas.

B. Saran
            Dalam proses pengamatan sebaiknya memilih tanaman yang berdaun lebat agar pengambilan data lebih mudah.
PUSTAKA


Cahyono. 2002. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Erlangga.

Campbell, dan Jane B. Reece.2002. Biologi Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.

Dwijosepto. 1990. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Semarang: PT Suryani Utama

Ferdinand, Fictor dan Moekti Ariewibowo. 2007. Praktis Belajar Biologi. Jakarta: Visindo Media Persada

Pertamawati. 2010. Ekologi Tanaman. Jakarta: Rajawali Press.




LAMPIRAN



Text Box: TANAMAN KANGKUNG YANG AKAN DI UJI 





       
Text Box: SETELAH BEBERAPA HARI





     

Text Box: MEDIA TANAMAN


Text Box: kondisi tanaman setelah 1 minggu










                                             

Komentar