MATERI, ENERGI, DAN PERUBAHAN MATERI


MATERI  ,  ENERGI  , DAN  PERUBAHAN  MATERI


Apa sih materi itu ?

Materi adalah  apa saja yang ada disekeliling kita yang  punya massa ( berat ) dan menempati  ruangan.


Contohnya :

Hasil gambar untuk gambar animasi penghapus
penghapus
Hasil gambar untuk animasi papan tulis
papan tulis
                Hasil gambar untuk tabung animasi      



 





                                                                        pensil


                                Awan                                                               Tanda lalu lintas

Dan  tentunya masih berjuta  materi yang berada di alam ini.

Nah  dalam  ilmu  kimia  ,  yang  kita pelajari adalah tentang :  materi , perubahan materi dan perubahan energi selama materi mengalami perubahan.



KLASIFIKASI ( PENGELOMPOKAN MATERI )

            Dari sekian banyak materi, kita dapat mengelompokkannya  menurut skema berikut :

 














a.     ZAT  MURNI
adalah materi  yang  hanya terdiri dari sejenis atom atau molekul.

ATOM  ITU APA ?
Atom adalah bagian terkecil dari suatu zat yang tidak dapat dibagi lagi.
Kalau materi terdiri dari semacam atom, maka disebut UNSUR.
 

                                                        ATOM  TEMBAGA
 




       UNSUR  TEMBAGA ( Cu )


BAGAIMANA DENGAN MOLEKUL ?
Molekul adalah bagian terkecil dari zat yang tersusun dari dua jenis atom atau lebih. Karena itu molekul dapat dipisahkan menjadi unsur-unsur penyususnnya.
Kalau materi terdiri dari semacam molekul, maka disebut SENYAWA.


 



                                                                                             MOLEKUL AIR


                         SENYAWA  AIR ( H2O)

                       
           

b.     CAMPURAN, adalah materi yang terdiri dari dua macam / lebih zat.

Jika  zat yang tercampur tidak dapat dibedakan lagi ( tidak ada batas ), maka campuran tersebut dikatakan HOMOGEN.

Contoh:
Kalau kita campurkan air teh dan gula, lalu diaduk. Setelah gula larut, kita tidak dapat lagi membedakan mana gula dan mana air teh nya kan ?
 





                                                                Campuran air teh dan gula.

 





Tapi kalau zat yang dicampurkan masih terlihat ada batas ( dapat dibedakan ), maka
campurannya disebut HETEROGEN.
           
            Contoh : campuran air dengan minyak .

 

                                                                                             minyak



                                                                                              Air

 




Zat- zat  yang tercampur dalam campuran, dapat dipisahkan  dengan cara sederhana                 ( dipanaskan. Disaring, kromatografi , sublimasi dll ).

Contoh :
a.     memisahkan gula dan air  dari air gula, cukup dipanaskan. Nanti airnya menguap, gulanya tertinggal dalam wadah.

c.     memisahkan tanah  dari air keruh , kita saring saja dengan kain halus, nanti lumpurnya tertinggal pada kain.



 








d.     memisahkan warna dalam tinta, kita kromatografi dengan kertas saring khusus.


 















COBA…………..  UJI  KEMAMPUAN  PEMAHAMANNYA .

Beri tanda ( V ) pada kolom yang tepat !


No
Materi
Unsur
Senyawa
Campuran Homogen
Campuran Heterogen
1
Emas  18 K




2
Alumunium




3
Soft drink




4
udara




5
cuka




6
besi




7
Cat tembok




8
Gula




9
Air kapur






PERUBAHAN  MATERI

            Materi dapat berubah menjadi materi lain. Perubahannya ada yang menjadi materi baru  ( perubahan kimia ) dan ada juga yang hanya berubah fisiknya tetapi materinya tetap                ( perubahan fisika ).

Contoh :
           
a.     Kayu yang dibakar akan mengalami perubahan kimia, karena terbentuk arang yang sifatnya tidak sama dengan kayu semula.
b.     Beras yang ditumbuk menjadi tepung mengalami perubahan fisika, karena hanya fisik yang berubah, sedangkan materinya tetap beras.


ENERGI YANG MENYERTAI PERUBAHAN MATERI

            Saat materi mengalami perubahan, selalu disertai dengan perubahan energi.
 Bila selama perubahan materi terjadi perpindahan kalor dari materi ke lingkungan maka disebut EKSOTERM.
Contoh : bila kita berada dekat api unggun, kita merasakan udara sekitarnya hangat. Karena selama kayu terbakar, melepaskan kalor ke lingkungan sekitarnya.

            Sebaliknya, jika perubahan materi membutuhkan kalor maka disebut ENDOTERM.
Contoh : bila kita akan menguapkan air  , kita memanaskannya ( memberi kalor ).

COBA …………UJI KEMAMPUANNYA

Perubahan apa ( kimia atau fisika ) pada peristiwa berikut !
a.     Sampah membusuk              b. garam dilarutkan dalam air
c.     Kamfer menguap                 d. Singkong menjadi tape
e.   besi berkarat                       f.  kertas terbakar.
g.   santan basi                          h. buah diblender
i.     Daging dicincang                 j.  beras dibuat bubur.
           
BAB II
STRUKTUR ATOM , SISTIM  PERIODIK  DAN  IKATAN  KIMIA

            Sejak postulat John Dalton dikemukakan ( abad 17 ), sampai sekarang sebenarnya belum ada satu alatpun yang dapat memastikan bentuk atom. Tetapi dari perkiraan para ahli kimia berdasarkan percobaan-percobaannya, maka gambaran atom dapat diperkirakan modelnya.

PARTIKEL DASAR ATOM

1.   Tahun 1897, Joseph John Thomson dengan percobaan tabung katodanya menyimpulkan bahwa semua atom mengandung partikel dasar yang sama  yaitu ELEKTRON. Massa 1 elektron  9,11 x 10 –28 gram dan muatannya 1,6 x 10 –19 coulomb , dan diberi tanda -1.
2.   Tahun 1886, Eugene Goldstein menemukan partikel lain penyusun atom adalah PROTON. Massa 1 proton 1,6726 x 10 –24 gram, dan muatannya 1,67 x 10 –19 coulomb dan diberi tanda +1.
3.   Tahun 1932, James Chadwick menemukan adanya partikel lain penyusun atom yang tidak bermuatan ( netral ) tetapi massanya hampir sama dengan massa proton. Partikel tersebut adalah NEUTRON.

Dari hasil penemuan ketiga partikel tersebut, maka model atom Rutherford yang mengatakan bahwa atom adalah ruang kosong yang didalamnya terdapat bagian padat  ( INTI ATOM )  yang bermuatan positif dan seluruh massa atom terpusat pada bagian tsb.


 




                                                                                          INTI ATOM

 

                                                                                          Elektron



NOMOR ATOM  &  MASSA ATOM

            NOMOR ATOM  menunjukan jumlah PROTON atau jumlah ELEKTRON yang  terdapat dalam atom, sedangkan MASSA ATOM  merupakan JUMLAH PROTON dan NEUTRON dalam inti atom.

JADI:
NOMOR ATOM = S e = S p
            NOMOR MASSA =S P + S n 


Contoh : 1.      12 Mg
                      24                   

Nomor Atom = 12 , berarti dalam atom Mg terdapat 12 proton dan 12 elektron
Nomor Massa = 24 , berarti dalam inti atom Mg terdapat 12 proton dan 12 neutron.

2.       3 Li  
         7

Nomor Atom = 3 berarti dalam atom Li terdapat 3 proton dan 3 elektron.
Nomor Massa = 7 berarti dalam inti atom Li terdapat 3 proton dan 4 neutron.


ISOTOP . ISOBAR  DAN  ISOTON.

            Isotop  adalah unsur-unsur yang nomor atomnya sama tetapi nomor massa berbeda.

            Contoh :   16 O    ,   17O  dengan   18O
                              8            8                    8 

            Isobar adalah unsur-unsur yang massanya sama tetapi nomor atomnya berbeda.

            Contoh :    14N   dengan  14C
7                    6

Isoton adalah unsur – unsur yang berbeda tetapi jumlah neutronnya sama.

            Contoh :  40 Ca  dengan  39 K
                           20                    19


UJI  KEMAMPUANMU…….

1. Tentukan jumlah proton. Elektron dan neutron dalam atom      45 Sc   ,    39 K  dan   56Fe
                                                                                                21              19              26

2. Suatu atom X memiliki massa atom 59 sma ( satuan massa atom ) dan 26 proton. Tentukan nomor atom unsur X.

3.Bila dalam atom Y terdapat 15 elektron dan dalam intinya terdapat 16 neutron. Tentukan massa atom Y.



KONFIGURASI  ELEKTRON

            Adalah susunan elektron dalam atom. Jika dibayangkan elektron tersebut terdapat pada daerah tertentu ( lintasan/orbital ) dalam mengelilingi inti atom. Maka menurut Niels Bohr setiap lintasan elektron memiliki tingkat energi tertentu. Tingkatan energi tersebut dilambangkan dengan kulit ( n ) = 1, 2, 3 ….. atau   K , L , M ……
 





           INTI ATOM                                                     K
 

                                               

 

            ELEKTRON
 






            Menurut PAULI, setiap lintasan maksimal dapat terisi elektron sebanyak =2 n2.
( n = lintasan ke….. ).

Contoh :
Lintasan K ( n = 1 ) sebanyak 2.12 = 2 elektron
             L ( n = 2 )  sebanyak 2.22 = 8 elektron
             M( n = 3 )  sebanyak 2.32 = 18 elektron  dstnya

Catatan :
            Bila jumlah elektron terluarnya tinggal  9  jadikan 8, 1   dan  bila  10  jadikan  8,2

Contoh :          Konfigurasi elektron dalam atom

                        11 Na = 2, 8, 1
                        17Cl = 2, 8, 7
                        31Ga = 2, 8, 18. 3
                        20Ca = 2, 8, 8, 2
                        37Rb = 2, 8, 18, 8, 1



ION +  DAN  ION –
           
            Keadaan atom yang memiliki elektron pada kulit  terluar ( elektron  valensi ) bukan 8
( 2 untuk H dan He ), menyebabkan atom tidak stabil. Untuk membentuk elektron valensi 8, maka atom dapat melepaskan elektron terluarnya atau menerima elektron pada kulit terluarnya.
            Bila suatu atom melepaskan elektron terluarnya, maka atom tersebut akan berubah menjadi ION + , dan jika menerima elektron maka menjadi ION -.



Contoh :

11Na = 2, 8, 1 akan  melepaskan 1e terluarnya  menjadi ion Na+ = 2,8 ( stabil )
17Cl = 2, 8, 7  akan menerima 1e pada kulit terluarnya menjadi ion Cl-= 2, 8, 8 (stabil )


UJI KEMAMPUANMU
 
1. Buat konfigurasi elektron pada atom  8O  ,   13Al   ,   19K   dan    35Br

2. Ion apa yang akan terbentuk dari atom tsb untuk membentuk susunan elektron stabil ?


SISTIM PERIODIK UNSUR

            Sistim periodik unsur yang sekarang digunakan merupakan penyempurnaan dari sistim periodik sebelumnya. Sistim periodik panjang ini disusun berdasarkan kenaikan nomor atom.
            Dalam sistim periodik panjang terdapat  18 lajur vertikal ( Golongan A dan B ) dan 7 lajur horizontal ditambah  deret lantanida dan deret aktinida.
Lajur Horizontal  disebut PERIODA = menunjukan jumlah kulit ( lintasan elektron ) dalam atom dan Lajur Vertikal menunjukan GOLONGAN ( jumlah elektron valensi ).
Dengan mengetahui konfigurasi elektron dari suatu atom, maka letak unsur dalam sistim periodik dapat ditentukan.

Contoh :

Nonor atom
Unsur
Konfigurasi elektron
Perioda
Golongan
11
Natrium
2 , 8 , 1
3
IA
35
Bromium
2 , 8 , 18 , 7
4
VIIA
15
Posfor
2 , 8 , 5
3
VA
8
Oksigen
2 , 5
2
VIA


 UJI KEMAMPUANMU

Tentukan letak unsur dengan nomor atom 7 , 16 , 36 dan 38  dalam sistim periodik .



SIFAT  PERIODIK  UNSUR

            Unsur-unsur yang terdapat pada sistim periodik memiliki keteraturan sifat baik dilihat dalam satu perioda atau satu golongan. Sifat tersebut ( Sifat Periodik ) meliputi :

1.    Jari-jari Atom.

Adalah jarak dari inti atom sampai kulit terluar.
Unsur Segolongan, makin kebawah jari-jari atomnya membesar karena jumlah kulit bertambah.
Unsur Seperioda, jumlah kulitnya sama, tapi karena makin ke kanan massa atomnya bertambah, maka kulitnya akan mengkerut ( mengecil )

Oval: JARI-JARI ATOM
 


                                                     SEPERIODA
                                                     MENGECIL
 



           SEGOLONGAN
           MEMBESAR

2.    Energi Ionisasi

adalah energi yang diserap ( dibutuhkan ) oleh atom untuk melepaskan elektron pada kulit terluarnya.
Dalam satu golongan, makin kebawah makin besar jari-jari atomnya. Sehingga daya tarik elektron terluar terhadap inti atom melemah, maka energi ionisasi atom mengecil.
Dalam satu perioda, makin ke kanan jari-jari atom mengecil, sehingga daya tarik elektron terluar terhadap inti makin besar. Maka energi ionisasinya makin ke kanan makin besar.


Oval: ENERGI IONISASI
 

                                               SEPERIODA
                                                MEMBESAR

 




     SEGOLONGAN
       MENGECIL

3.Afinitas  Elektron

  adalah besarnya energi yang dilepas atau diserap saat atom netral menangkap elektron. Bila atom mudah menangkap elektron menunjukan afinitas elektronnya besar, dan bila mudah melepas elektron berarti afinitas elektronnya kecil.
 


                                                                                                          
         SEPERIODA
                                                                                                                           MEMBESAR





                                     SEGOLONGAN
                                     MENGECIL



    4. Keelektronegatifan

Oval: KEELEKTRONEGATIFANadalah kecenderungan atom untuk menangkap elektron membentuk ion negatif. Bila atom  mudah menangkap elektron berarti keelektronegatifannya besar, sebaliknya bila mudah membentuk ion positif berarti keelektronegatifannya rendah.


                                                         SEPERIODA
                                                         MEMBESAR





  SEGOLONGAN
  MENGECIL



IKATAN  KIMIA

            Atom – atom yang memiliki elektron valensi belum berjumlah 8 ( oktet ) atau 2 ( duplet ) untuk atom hidrogen , maka keberadaannya di alam selalu berikatan dengan atom sejenis atau atom lain dalam bentuk senyawa. Dalam membentuk senyawa ini, atom saling berikatan secara :

1.    IKATAN ION
Atom-atom yang akan berikatan terlebih dulu membentuk ion + dan ion - , baru antar ion tersebut akan terjadi gaya tarik ionik membentuk senyawa.



Contoh :

1.      11Na  = 2, 8, 1  melepas 1e                 Na+
               17Cl   = 2, 8, 7  menerima 1e              Cl-
               ikatan ion :   Na+    +    Cl-                 NaCl


      2      20 Ca = 2, 8, 8, 2  melepas 2e               Ca+2
                9 F   = 2, 7       menerima 1e                 F-       x 2          agar S e sama
                   
              Ikatan  Ion :   Ca+2    +  2 F-                   CaF2
                   

Pada ikatan ion, yang penting ada unsur yang mau melepas elektron valensinya.



2.    IKATAN  KOVALEN

Ikatan kovalen terjadi bila atom  tidak ada yang mau melepaskan elektron valensinya. Sehingga masing-masing atom  hanya menggabungkan elektron sesuai kebutuhannya untuk digunakan bersama.

Contoh :

1.  6C = 2, 4   kekurangan 4e , maka akan nyiapkan 4e untuk digabung
     1H = 1 , kekurangan 1e ( duplet ), maka butuh 4 atom H masing-masing 1e.
       
Oval: H     Senyawa : CH4

 













                      2.  15 P = 2 , 8, 5   kekurangan 3 e , maka menyiapkan 3e untuk digabung.
                           17Cl = 2 , 8 , 7  kekurangan 1e, maka butuh 3 atom Cl masing-masing 1e

                           Senyawa: PCl3

 














3.       7 N = 2, 5  kekurangan 3e , maka  menyiapkan 3e untuk digabung
7 N = 2, 5  kekurangan 3e , maka menyiapkan 3e juga untuk digabung.


Oval: NOval: NSenyawa : N2








4.    IKATAN  KOVALEN  KOORDINAT

Bila pada penggunaan bersama elektron hanya berasal dari satu atom, maka disebut kovalen koordinat.


Contoh :

Pada senyawa H2SO4

1H  = 1 , membutuhkan  1e
16S = 2,8,6 membutuhkan 2e
8O = 2, 6 membutuhkan 2e ( ada 4 atom O masing-masing butuh 2e )    
Karena S sudah berikatan dengan 3 atom oksigen membentuk 8, maka atom oksigen yang satu lagi tidak perlu menyumbang elektron, tapi menumpang saja. Inilah yang disebut kovalen koordinat.
Oval: O
 

                                                                                 KOVALEN  KOORDINAT
 












UJI  KEMAMPUANMU

  1. Bagaimana ikatan yang antara ataom 19 K  dengan atom  8O dalam senyawa K2O ?
  2. Bagaimana ikatan antara atom 6C dan 8O dalam senyawa CO2 ?
  3. Tunjukan dengan struktur lewis terbentuknya ikatan kovalen koordinat pada senyawa HNO3      ( Nomor atom N=7 , O=8 , H= 1)



EVALUASI  BAB I & BAB II

Lingkari abjad dimuka  jawaban yang paling tepat !

1.       Manakah dari materi berikut yang merupakan senyawa ?

a.       LPG                                         c. oralit
b.       Air hujan                                  d. alkohol

2.     Perubahan materi secara fisika terjadi pada :
                            
a.     Santan menjadi basi                  c. Kayu menjadi serbuk kayu
b.       Sumbu lilin terbakar                  d. Kayu menjadi arang .

3.     Gambar yang menunjukan senyawa murni yang terdiri dari 3 unsur adalah :

                             a.                                                         c.
 









                    c.                                                                         d.
                   
 





4 dalam inti atom x terdapat 40 neutron dan nomor atomnya 35, maka lambang atom  x    adalah :
                            
                             a. 35 X                                                  c. 40X
                                        75                                                         75

                             b.
35 X                                                  d. 40X                                                                                    40                                                         40


5.Nomor atom  P = 9 , Q = 12 , R = 6 dan S = 8 . Senyawa ion yang mungkin terbentuk adalah :
                             a. PQ2                                                   c. P4R
                             b. QS                                                    d. RS2

6.Unsur yang memiliki nomor massa 39 dan dalam inti atomnya terdapat 20 neutron, dalam sistim periodik terletak pada :

     a.Perioda 3, Gol IA                                 c. Perioda 4, Gol IIA
     b.Perioda 4, Gol IA                                 d. Perioda 5, Gol IIIA

7.Dari keempat unsur berikut, yang memiliki jari-jari atom terkecil adalah :

           a. A ( NA = 11 )                                     c. C ( NA = 17 )
   b. B ( NA = 19 )                                     d. D ( NA = 20 )

8.Unsur yang paling mudah membentuk ion negatif adalah :

                             a. P ( NA = 20 )                                     c. R ( NA = 18 )
                             b. Q ( NA = 9 )                                      d. S ( NA = 16 )

9.Jika unsur A ( NA 13 ) berikatan  dengan unsur B ( NA = 8 ) , maka terbentuk senyawa dengan rumus :

                             a. ion A2B3                                            c. Kovalen A2B3
                             b. Ion A3B2                                           D. Kovalen  AB3

10.  Pada gambar berikut, ikatan kovalen koordinat ditunjukan oleh :
Oval: OOval: OOval: S                  ( No Atom S = 16  , O = 8 )
    

 






                                a. 1                                                       c. 3
                                b. 2                                                                          d. 4



         11. Elektron Valensi unsur  18 Ar  ,   19K  dan 20 Ca berturut-turut :
      
                        a. 8 , 9 , 2                                             c. 0 , 1 , 2
                        b. 8 , 1 , 2                                             d. 3 , 4 , 4


       12. Unsur  A terletak pada perioda 4 , golongan VA . Nomor atom unsur A adalah :

                        a. 14                                                     c. 23
                        b. 15                                                     d. 33
      
13. Antara atom hidrogen ( No atom H = 1 ) dan atom klor ( No atom Cl = 17 ) dalam   senyawa HCl terjadi ikatan :
      
                        a. Kovalen non polar                              c. ion
                        b. Kovalen polar                                     d. Kovalen koordinat

       14. Kelompok senyawa yang berikatan ion adalah :

                        a. H2O , KBr dan K2O                               c. HF , NaCl dan CaO
                        b. NaF , CO2 dan MgS                              d. NaF , MgS dan CaO

15. Perubahan materi secara kimia dapat ditandai dengan adanya perubahan berikut,  kecuali  :

                        a. warna                                                  c. Bau
                        b. Massa                                                  d. Suhu

       16. Peranan ilmu kimia dalam bidang pertanian dapat dirasakan dengan adanya :

                        a. Pupuk                                                   c . Obat nyamuk
                        b. Detergen                                              d . Insektisida

       17. Unsur Tembaga, Kalium dan Kalsium dilambangkan dengan :

                        a. Cu , K dan  Ca                                                   c. C , K dan Ca
                        b. Ca , K dan Cu                                                 d. Cu , Ca , K

       18.  Gambar yang menunjukan molekul unsur adalah :

 

                        a.                                                   c.                                                                                                                           
                                                                                                                                                                                                                                   



 


                          b.                                                  d. 


       19. Unsur   24Mg   dengan   23Na  merupakan :
12                             11

                        a. Isotop                                          c. isobar
                        b. isoton                                           d. isoelektron

       20. Unsur yang memiliki afinitas elektron terbesar adalah :
           
                        a.  11 Na                                         c. 16 S
                        b.  12 Mg                                           d. 17 Cl



BAB II : STOIKIOMETRI

Massa Atom Relatif ( Ar ) 

       Massa Atom Relatif  ( Ar ) X =         massa 1 atom unsur X
                                                        1/12 x massa 1 atom unsur C-12

      Jika suatu unsur memiliki beberapa isotop, maka massa atom Relatif nya jumlah dari rata-rata isotopnya.

Contoh :

unsur karbon ada 2 isotop yaitu C-12 ( 98,9 % ) dan C-13 ( 1,1 % ). Maka

                   Ar C = ( 98,9% x 12 ) + ( 1,1 % x 13 ) = 12,011.

Massa Molekul Relatif ( Mr )

      Adalah jumlah semua massa atom relatif penyusunnya.

Contoh :
     
Jika Ar S = 32 , O = 16 dan K = 39  Maka
     
                   Mr K2SO4 = ( 2 x Ar K ) + ( 1 x Ar S ) + ( 4 x Ar O )
                                 = ( 2 x 39 ) + ( 32 ) + ( 4 x 16 )
                                 =  174.

HUKUM  PROUST

       “Perbandingan massa atom yang menyusun suatu senyawa selalu tetap”

Contoh :
           
            Dalam senyawa H2O , perbandingan massa H : O = 2 : 16
            ( Ar H = 1 , O = 16 )

Coba Lengkapi  tabel berikut :

No
Massa H
Massa O
Massa H2O
1
2 gr
16 gr
18 gr
2
6 gr
…. gr
54 gr
3
…gr
24 gr
  gr
4
…gr
…. gr
90 gr




HUKUM  DALTON

       “ Bila atom-atom  dapat membentuk dua macam senyawa ( lebih ), salah satu atomnya disamakan massanya, maka perbandingan massa atom lain penyusunnya merupakan bilangan sederhana “

Contoh :
       unsur N dan O dapat membentuk 3 macam senyawa yaitu NO , N2O dan NO2.
       Perbandingan massa atom N dan O pada ketiga senyawa tsb adalah :
NO  = 14  : 16
N2O = 28  : 16
NO2 = 14  : 32
Jika pada ketiga senyawa digunakan massa N yang sama  = 7 gr, maka massa O pada ketiga senyawa memiliki perbandingan sederhana sbb :
NO   = 7   :  8 gr
N2O  = 7  :  4 gr             Perbandingan O = 8 : 4 : 16 ( atau 2 : 1 : 4 )
NO2  = 7  : 16 gr .


KONSEP  MOL

       1 MOL adalah satuan kuantitatif yang berarti sejumlah  6,02 x1023 partikel.

       1 mol  C = 6,02 x 1023 atom C
       1 mol NaCL = 6,02 x 1023 molekul NaCl.

Jadi :

Sejumlah Mol yang sama dari berbagai materi, akan memiliki jumlah partikel yang sama juga. Tapi apakah massanya sama ? ibaratnya 1 lusin pensil dengan 1 lusin kelereng. Jumlahnya sama 12 tapi massa ( berat ) nya akan berbeda.

Berapa massa 1 mol materi ? sama dengan Ar atau Mr nya ( dalam gr )

1 mol C = 12 gr ( Ar C = 12 )
1 mol H2O = 18 gr ( Mr H2O = 18 )
1 mol CaCO3 = 100 gr ( Mr CaCO3 = 100 ) dst.


                                    MOL  =    GRAM
                                      Ar / Mr







       Dalam bentuk larutan yang konsentrasinya dalam MOLAR ( M ) , maka

                                    MOL    =     mol
                                            L

Bila berupa gas , pada keadaan standard ( P = 1 atm , T = 0 oC ), 1 mol gas ( apa saja )  menurut  HUKUM GAYLUSACC  :     P.V = n.R.T
                                                            1 atm x V  = 1 x 0,082 L atm/mol oK x 273 oK
                                                                        V = 22,4 L

                                   
                                    MOL  =  Vol Gas ( STP )
                                          22,4 L


UJI KEMAMPUANMU

1.     Bila  Ar  S = 32 , O = 16 , N = 14 , Al = 27  dan  H = 1 , hitung massa molekul relatif :

a.       N2O4
b.     SO3
c.       Al2(SO4)3
d.     HNO3

2.      Hitung berapa mol sejumlah :

a.     12,04 x 1023 atom Fe
b.     30,1  x 1022 molekul  KI

3.     Berapa  gram sejumlah

a.     12,04 x 1021 molekul  CO2 ( Ar C = 12 , O = 16 )
b.     56 liter gas N2 ( Ar N = 14 ) pada STP
c.     500 ml larutan  gula ( C6H12O6 ) 0,25 M
d.     112000 ml gas CH4 pada STP

4.     Berapa Kg  besi ( Fe , Ar = 56 ) yang telah bereaksi dengan Oksigen ( Ar = 16 ) bila terbentuk karat ( Fe2O3 ) sebanyak 160 kg ?

    
5.   Hitung  massa C ( Ar = 12 ) yang berekasi dengan  40 gram H ( Ar = 1 ) dalam membentuk C3H10 ( propana ).
    



Komentar