HALAMAN
PENGESAHAN
Laporan
lengkap praktium Kimia Organik dengan judul percobaan “Alkohol dan Fenol” yang disusun oleh :
Nama :1.Syerlinda (1616040007)
2. Nurul Hikmah H (1616040011)
3. Hilda (1616040012)
4. Reniwati (1616042001)
Kelas :
Pendidikan IPA Reguler 2016
Kelompok : V (Lima)
telah diperiksa dan dikoreksi oleh
Asisten dan Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima.
Makassar, Juni 2018
Koordinator
Asisten Asisten
Sidiq Almien Syahwi Titin
Uswatun Khasanah
NIM.
1516041011 NIM. 1516040003
Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab
Dra. Ratnawaty Mamin, M.si
NIP.
19591226 198503 2 001
A.
Judul
Percobaan
Percobaan
ini berjudul “Alkohol dan fenol”.
B.
Tujuan
Percobaan
Tujuan
dari percobaan ini ialah untuk membedakan antara alkohol dengan fenol dengan
menggunakan reaksi-reaksi kimia.
C.
Landasan
Teori
Fenol,
alkohol aromatic yang paling sederhana, lebih asam daripada alkohol, karena
stabilitasi basa konjugasi melalui resonansi dalam cincin aromatik. Sejak
pertama kali diekstrak dari tar batubara ditahun 1834, fenol telah banyak
digunakan dalam sintesis kimia organik, dan telah diperkenalkan ke lingkungan
air melalui limbah dari kokas tanaman, pabrik pengolahan minyak bumi, pabrik
kimia, industri farmasi, dan lain-lain. Karena fenol dapat membahayakan
ekosistem prairan. Fenol dapat dihapus dari limbah, dengan metode fisikokimia,
seperti ozonisasi, reagen fenton dengan menggunakan hydrogen peroksida (Mao,
2015: 7321).
Alkohol
adalah nama umum untuk senyawa hidrokarbon dengan rumus umum CnH(2n+1)OH.
alkohol yang terdapat dalam minuman beralkohol atau minuman keras adalah
etil-alkohol atau etanol, dengan rumus kimia C2H5OH.
alkohol yang terdapat dalam minuman beralkohol berasal dari biji-bijian dan
umbi-umbian sehingga sering dinamakan grain alcohol, sedangkan yang dimaksud
dengan alkohol adalah metil-alkohol atau methanol sangat toksik terutama pada
saraf mata. Methanol banyak digunakan dalam bidang industry. Alkohol adalah
cairan tidak berwarna dan pahit rasanya, dapat diperoleh melalui fermentasi,
akan diperoleh kadar alkohol 14% karena bila kadar alkohool lebih dari 14% sel
ragi akan mati (Joewana, 2005: 154).
Alkohol
memiliki gugus fungsi –OH yang melekat pada rantai alkil. Alkohol yang paling
sederhana ialah methanol (CH3OH), yang dibuat dari gas sintesis.
Alkohol yang tinggi berikutnya, etanol (CH3CH2OH),
dapat dibuat dari fermentasi gula. Baik methanol ataupun etanol banyak digunkan
sebagai pelarut dan sebagai zat antara untuk sintesis kimia lebih lanjut.
Terdapat dua alkohol berkarbon tiga, tergantung pada apakah gugus –OH melekat
pada atom karbon ujung atau atom karbon tengah keduanya ialah propanol dan
2-propanol masing-masing sering disebut sebagai propil alkohol dan isopropyl
alkohol Oxtoby, 2003: 123).
Ekstrak
ditambahkan dengan I mL larutan Fe(III) klorida 10%. Jika terbentuk warna biru
tua, biru kehitaman atau hitam kehijauan menunjukkan adanya senyawa polifenol
dan tanin. Komponen yang terdapat dalam ekstrak etanol sianalisis golongan
senyawanya yang terdapat dalam ekstrak etanol dianalisis golongan senyawanya
dengan uji warna dengan beberapa pereaksi senyawa tripenoid ada yang memiliki
struktur siklik berupa alkohol yang menyebabkan senyawa ini cenderung bersifat
semipolar. Golongan tannin merupakan senyawa fenolik yang cenderung larut dalam
air dan pelarut polar. Saponin merupakan glikosida triterpen yang memiliki
sifat cenderung polar karena ikatan glikosidanya. Pelarut etanol memiliki
indeks polaritas 5,2 sehingga dalam ekstraksi dapat meningkatkan permeabilitas
dinding sel simpilasia sehingga proses ekstraksi menjadi lebih efisien dalam
melarut komponen polar hingga semipolar (Simaremare, 2014: 101-102).
Fenol
ialah senyawa yang gugus OH nya melekat pada cincin aromatic. Contoh yang
paling sederhana ialah fenol itu sendiri (C6H5OH).
fenol berbeda dari alkohol dalam sifat fisis dan kimianya perbedaan yang
penting ialah kesamaannya. Fenol (juga disebut asam karbolat) memiliki
ketetapan ionisasi asam 1x10-10, jauh lebih besar daripada nilai Ka
untuk alkohol pada umumnya (Oxtoby, 2003: 124).
Ikatan
hydrogen pada alkanol dan fenol ialah, titik didih alkohol relative sangat
tinggi dibandingkan dengan eter atau hidrokarbon dengan bobot molekul yang
sama. Alas an tingginya titik didih alkohol ialah karena molekul ini membentuk
ikatan hydrogen satu sama lain, ikatan OH sangat polar karena tingginya
keelektro atom oksigen. Karena tingginya muatan positif parsial dan kecilnya
atom hydrogen. Dua molekul alkohol atau lebih dapat beresonansi satu sama lain.
Sama halnya dengan air, alkohol dan fenol adalah asam-asam lemah. Alkohol
mempunyai kesamaan 10-100 lebih lemah dari air, tetapan ionisasi RDH = H+
+ OR kira-kira 10-15 sampai 10-16). Alkohol bereaksi
dengan logam (Rasyid, 2016: 127-129).
Dalam
kondisi aerobic, fenol awalnya teroksidasi oleh oksigenasi ke katekal, diikuti
oleh orto atau meta cincin fisi jalur. Maksimum ditoleransi konsentrasi 2400
mg/L. dalam kondisi anoxic, degradasi fenol yang dimulai melalui karboksilasi
di ikuti oleh dehidroksilasi dan de-aromatisasi karena ukurannya akseptor
electron yang cocok, sulit bagi organisme-organisme untuk mendegradasi dan fenol dalam kondisi
aerob (Mao, 2015: 7321).
Air
tidak hanya merupakan asam lemah tetapi juga basa lemah. Pasangan electron
kebebasan pada atom oksigen dapat menerima proton dan membentuk ion oksanium.
Melalui cara yang sama, alkohol dan (fenol) dapat bereaksi dengan asam-asam
kuat mebentuk ion-ion oksanium yang tersubtitusi. Alkohol dapat didehidrasi
dengan memanaskan pada suhu 180oC dengan sedikit asam hidroklorida
pekat, hasil etilena yang diperoleh cukup banyak (Rasyid, 2016: 131).
Fenol
adalah suatu senyawa aromatic yang struktur kimianya diturunkan dari benzene
jika satu lebih atom hydrogen yang terikat pada inti benzene diganti dengan
satu atau lebih gugus hidroksil. Jadi pada fenol, gugus hidroksil terikat pada
inti benzene, kita membedakan fenol atas fenol bervalensi satu, fenol
bervalensi dua dan fenol bervalensi tiga bentuk isomer, yaitu orto, meta dan
para. Fenol tersebut mempunyai tiga bentuk isomr. Fenol bevalensi dua atau
fenol bivalen mempunyai dua gugus hidroksil yang terikat pada inti benzene
(Sumardjo, 2006: 109-110).
Alkohol
mengandung gugus fungsi hidroksil, -OH. beberapa alkohol yang umum ditunjukkan.
Etil alkohol, atau etanol, sejauh ini adalah yang paling dikenal. Etanol
dihasilkan secara biologis melalui fermentasi gula atau pati. Dengan tanpa
oksigen, enzim yang ada dalam ragi atau kultur bakteri mengkatalisis reaksi
itu. Alkohol yang sifat fenol cukup berbeda dari alkohol alifatik (Chang, 2004:
350).
Fenola
adalah campuran dari Kristal yang dihasilkan dari distilasi beberapa zat
organic seperti kayu dan arang, serta diperoleh dari tar arang. Zat ini beracun
dan membahayakan hal itu desebabkan karena fenol ini terikat ke protein dan
menghalangi aktivitas enzim (Tharayyarah, 2013: 81).
Bio-minyak
juga disebut sebagai cairan biomassa pirolisis, bebas mengalir cairan dengan
bau tajam, atau berasap. Secara kimiawi, banyak terdiri dari air, kurang lebih
partikel padat dan ratusan senyawa organic yang termasuk asam, alkohol, senyawa
keton, aldehida, fenol eter, ester, furan, senyawa nitrogen yang dan senyawa
multifungsi (Hamdi, 2016: 325).
Asam
ter dan campuran fenol dan zat-zat sejenis yang terdapat dalam ter, atau suatu
hasil distilasi ter- dan dapat diisolasikan secara ekstraksi dengan larutan
soda kostik. Asam ter sebagian besar terdiri dari fenol, kresol, xylol, dan
senyawa-senyawa sejenis lainnya lebih berat. Jumlah lebih kurang 2% dalam ter
batubara. Penilaian dilakukan atas dasar banyaknya fenol: 15-18%, dan 50-53%
fenol. Berbahaya bila kena kulit, menimbulkan luka seperti terbakar
(Pringgodigdo, 1964: 91).
Berlawanan
dengan alkohol, fenol-fenol adalah asam yang lebih kuat daripada air. Fnol
sendiri 10.000 kali lebih asam daripada air. Alas an utama mengapa fenol
bersifat lebih asam dibandingkan dengan air dan alkohol ialah karena ion
fenoksida dimantapkan oleh resonansi,sedangkanpada ion fenoksida muatan di
delokaslisasi)Rasyid, 2016: 129).
Mendel
pengecakan (MR) mengambil keuntungan dari variasi genetic hadir dari konsepsi
dan dialokasikan secara acak menurut Mendel’s hokum kedua. Gen variasi
menentukan penggunaan alkohol dapat digunakan dalam analisis kesehatan. Namun,
sebuah studi MR besar aru-baru menggunakan polimorfisme fungsional pada gen
alkohol dehydrogenase (ADHIB) sebagai penentu genetic dari pengguanaan alkohol
tidak merujukkan efek alkohol pada GGT, mungkin karena ADHIB tidak hanyak
terkait dengan penggunaan alkohol tatpi juga dengan kecepatan metabolime
alkohol (Xu, 2015: 2).
D. Alat dan Bahan
1. Alat
a.
Tabung reaksi 7 buah
b.
Pipet ukur 3 buah
c.
Rak tabung 1 buah
d.
Gelas kimia 1 buah
e.
Gelas ukur 1 buah
f.
Pipet tetes 2 buah
2. Bahan
a.
Sikloheksanol (C6H12O)
b.
Tert. Butil alkohol (C4H10OH)
c.
N- Butil alkohol (C4H10O)
d.
Fenol (C6H5OH)
e.
Aquades (H2O)
f.
Natrium Hidroksida (NaOH)
E. Prosedur Kerja
1.
Uji Kelarutan
a.
Disiapkan 4 buah tabung reaksi dan
diberi label
b.
Tabung pertama dimasukkan 0,5 mL
sikloheksanol menggunakan pipet ukur, kemudian ditambahkan 2 mL aquades.
c.
Tabung kedua dimasukkan o,5 mL
Tert.Butil Alkohol kemudian dtiambahkan 2 mL aquades.
d.
Tabung ketiga dimasukkan o,5 mL n-Butil
alkohol, kemudian ditambahkan 2 mL aquades
e.
Tabung keempat dimasukkan 0,5 mL fenol,
kemudian ditambahkan 2 mL aquades. Kocok dan amati.
2.
Reaksi dengan alkali
a.
Disiapkan 3 buah tabung dan diberi
lebel.
b.
Tabung pertama, dimasukkan 0,5 mL
sikloheksanolkemudian ditambahkan 5 mL natrium hidroksida.
c.
Tabung kedua, dimasukkan 0,5 mL N-Butil
Alkohol, kemudain ditambahkan 5 mL larutan hidroksida.
d.
Tabung ketiga, dimasukkan 0,5 mL fenol
kemudian ditambahkan 5 mL natrium hidroksida dan dikocok .
F. Hasil Pengamatan
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Uji kelarutan
a. 0,5 mL
sikloheksanol + 2 mL H2O
|
Terdapat
gelembung, berbetuk 2 lapisan berwarna bening
|
b.0,5 mL tert. Butil Alkohol + 2
mL H2O
|
Tidak terdapat
gelembung berwarna kuning (homogeny/larut).
|
|
c. 0,5 mL n-butil
alkohol + 2 mL H2O
|
Terdapat
gelembung dan terbentuk lapisan berwarna keruh.
|
|
d.
0,5 mL Fenol + 2 mL H2O
|
Terdapat
gelembung, berwarna pink muda, terdapat endapan berwarna kuning
|
|
2.
|
Reaksi dengan
alkali
a. 0,5 mL
sikloheksanol + 5 mL NaOH
|
Dua lapisan
berwarna bening
|
b.0,5 mL n-butil alkohol + 5 mL
NaOH
|
Terbentuk dua
lapisan berwarna bening
|
|
c. 0,5 mL fenol +
5 mL NaOH
|
Berwarna
kuning, terbentuk lapisan/ homogeny.
|
G. Pembahasan
Alkohol
memiliki gugus fungsi –OH yang melekat pada rantai alkil. Alkohol yang paling
sederhana ialah methanol. Alkohol yang lebih tinggi ialah etanol. Fenol ialah
senyawa yang gugus OH-nya melekat pada cincin aromatic. Contoh yang paling
sederhana ialah fenol itu sendiri. Perbedaan yang paling penting ialah
keasamannya, fenol memiliki ketetapan ionisasi asam lebih besar daripada
alkohol (Oxtoby, 2004: 123-124). Adapun tujuan percobaan ini ialah untuk
membedakan antara alkohol dan fenol dengan menggunakan reaksi kimia. Dimana
untu membedakannya melalui dua percobaan yaitu uji kelarutan diman aprinsip
dasar uji kelarutan ialah mengetahui kepolaran alkohol dan fenol dengan
mencmpurkan senyawa alkohol dan fenol di dalam aquades. Adapun uji kedua yaitu
uji reaksi dengan alkali dimana prinsip dasarnya ialah mengetahui keasaman
alkohol dan fenol. Sedangkan prinsipkerja dari kedua uji tersebut ialah
pencampuran dimana larutan alkohol dan fenol dicampurkan dengan aquades dan
natrium hidroksida, setelah itu pengocokan dimana larutan dikocok dan diamati
prubahan yang terjadi. Adapun dalam percobaan ini digunakan beberapa jenis
alkohol dan fenol. Percobaan ini dilakuikan dengan mnggunakan pereaksi, yaitu
air dan natrium hidroksida.
Pada
uji pertama yaitu uji kelarutan yang bertujuan untuk mengetahui kelarutan
alkohol dan fenol dalam air. Mula-mula larutan sikloheksanol ditambahkan dengan
aquades dan menghasilkan dua lapisan dan berwarna bening. Hal ini menandakan
bahwa sikloheksanol tidak laut dalam air. Hal ini sesuai dengan teori yang
mengatakan meskipun sikloheksanol memiliki gugus –OH namun memiliki rantai
hidrokarbon jenuh dan panjang sehingga sukar larut dalam air (Motifa, 2013).
Adapun pada tabung kedua yaitu larutan n-butil alkohol ditambahkan aquades
dimana menghasilkan gelembung dan terbentuk dua lapisan berwarna keruh. Hal ini
menandakan bahwa larutan n-butil alkohol tidak larut dalam air, hal ini
dikarenakan bertamb panjangnya rantai alkohol sehingga sifatnya cenderung
menyerupai hidrokarbon sehingga kelarutannya dalam air berkurang (Rasyid, 2016:
130).
Adapun
pada tabung ketiga yang berisi larutan Tert.butil alkohol dimana tidak terdapat
gelembung dan homogen, hal ini menandakan bahwa larutan tert.butil alkohol
larut dalam air. Hal ini sesuai dengan teori dimana alkohol dengan bobot
molekul rendah dapat dengan mudah mengganti molekul-molekul air dalam jaringan
ikatan hydrogen, ha ini menyebabkan bercampurnya alkohol dan air dengan
sempurna (Rasyid, 2016: 128). Adapun pada tabung keempat yaitu larutan fenol yang
direaksikan dengan aquades, dimana hasilnya terdapat gelembung, berwarna pink
muda dan terdapat endapan berwarna kuning. Hal ini menandakan bahwa fenol tidak
dapat larut dalam air. Hal ini sesuai dengan teori dimana fenol ialah senyawa
yang gugus OH-nya melekat langsung pada cincin aromatic, dimana pada cincin
aromatic bersifat nonpolar (Wang, 2016: 2).
Uji
kedua yaitu reaksi dengan alkali dimana menggunakan tiga larutan yaitu
sikloheksanol, n-butil alkohol, dan fenol. Dimana setiap larutan ditambahkan dengan
pereaksi alkali yaitu natrium hidroksida. Dimana fungsi penambahan natrium
hidroksida ialah untuk keasaman alkohol dan fenol dengan kelarutannya dalam
larutan alkali. Pada larutan pertama yaitu sikloheksanol menghasilkan dua
lapisan dan berwarna bening. Larutan n-butil alkohol dengan penambahan natrium
hidroksida menghasilkan dua lapisan berwarna bening, dan larutan fenol tidak
terbentuk lapisan dan berwarna kunign. Dari hasil pengamatann dapat disimpulkan
bahwa alkohol berupa sikloheksanol dan n-butil alkohol tidak dapat larut, hal
ini silihat dengan terbentuknya dua lapisan pada larutan sikloheksanol dan
n-butil alkohol. Hal ini sesuai dengan teori yang mengatakan alkohol mempunyai
keasaman 10-100 kali lebih lemah dari air (Rasyid, 2016). Sedangkan pada fenol
tidak terbentuk lapisan. Hal ini menandakan bahwa fenol larut dan bersifat
lebih asam dibandingkan dengan air dan alkohol karena ion fenoksida dimantapkan
oleh resonansi.
Muatan
negatif pada hidroksida tetap tunggal pada atom oksigen sedangkan pada ion
fenoksida muatan ini dapat didelokalisasikan pada posisi orto dan para cincin benzena
melalui resonansi. Karena bentuk-bentuk ini, ion fenoksida adalah basa yang
lebih lemah daripada ion-ion hidroksida (Rasyid, 2016:129). Dimana dengan tidak
melarutnya alkohol di dalam natrium hidroksida. Dapat disimpulkan bahwa alkohol
tidak dapat larut dalam larutan alkali, hal ini dikarenakan natrium hidroksida
merupakan salah satu contoh larutan alkali. Adapaun persamaan reaksi fenol
dengan natrium hidroksida, yaitu:
H. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Berdasarkan tujuan percobaan, dapat disimpulkan bahwa
alkohol lebih larut di dalam air dibandingkan fenol. Selain itu, alkohol
memiliki sifat asam lebih lemah disbanding air dan fenol. Dan kelarutan alkohol
di larutan alkali non polar.
2. Saran
a.
Untuk praktikan, Praktikan diharapkan
mampu memahami setiap prosedur kerja dan fungsi dari tiap penambahan bahan agar
tidak terjadi kekeliruan dari percobaan tersebut.
b.Untuk
asisten, agar tetap semangat membimbing praktikannya yang memiliki watak dan
karakter yang berbeda-beda.
DAFTAR
PUSTAKA
Chang,
Raymond.2004. Kimia Dasar. Jakarta:
Erlangga.
Hamdi,
2016. Energi Terbarukan. Jakarta:
Kencana.
Joewana, Satya. 2005. Gangguan Mental dan Perilaku Akibat
Penggunaan Zat Psikoaktif. Jakarta: EGC.
Mao, Zhen; Chenyang Yu; dan Lingling
Xin. 2015. Enhancement of Phenol Biodegradation by Pseudochrobatchium Sp.
Throught Ultraviolet-Induced Mutation. J.Mol.sci.
Vol 16 No.73.
Oxtoby, Gillis, dan Machtrieb. 2004. Prinsip-prinsip Kimia Modern. Jakarta:
Erlangga.
Pringgodigdo.
1967. Ensiklopedis Umum. Yogyakarta:
Kaniskus.
Rasyid,
Muhaidah. 2016. Kimia Organik I.
Makassar: Universitas Negeri Makassar.
Simaremare, Eva Susanty. 2014. Skinning Fitokimia
Ekstrak Etanol daun ngental. Pharmacy. Vol.II
No.I.
Sumardjo, Damin. 2006. Pengantar Kimia. Jakarta: EGC.
Thayyarah,
Nadiah. 2013. Buku-buku Pintar Sains
dalam ALquran. Jakarta: Zaman
Xu, Lin. Chao Giang Jing, dkk. 2015. Alcohol use and
Gamma Glutamytransfer Using a Mendelian Randomiazatioan Design in The GuangZhou
Biobank Cohort Study. Plos One.
Volume 10 No. 9.
Komentar
Posting Komentar