LAPORAN
BIOTEKNOLOGI
PEMBUATAN
YOGURT DAN YAKULT
DISUSUN
OLEH :
KELOMPOK
III
1.
RIJAL (1516041009)
2.
SUHARIA (1616040004)
3.
HILDA (1616040012)
4.
ITA SUSANTI (1616042003)
5.
MUHAMMAD YUSUF (1616042010)
PRODI
PENDIDIKAN IPA REGULER 2016
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
A.
Judul praktikum
Praktikum ini
berjudul ”Pembuatan Yoghurt dan Yakult”
B.
Tujuan praktikum
1.
Mahasiswa dapat mengetahui cara
pembuatan yoghurt dan yakult secara sederhana
2.
Mahasisiwa dapat mengetahui karakteristik yoghurt dan yakult yang
memiliki kualitas yang baik
3.
Mahasiswa dapat mengetahui
mikroorganisme yang digunakan dalam pembuatan yoghurt dan yakult.
C.
Landasan teori
Kata yogurt berasal dari bahasa
Turki yang berarti susu asam. Yogurt merupakan hasil olahan susu yang diproses
melalui fermentasi dengan penambahan kultur organisme baik. Kultur organisme
yang dapat ditambahkan berupa bakteri asam laktat (BAL). Bakteri asam laktat
yang biasa digunakan ialah kelompok Lactobacillus dan Streptococcus. Bakteri
ini mengubah laktosa menjadi asam laktat. Bahan dasar pembuatan yogurt dapat
berasal dari susu sapi, susu kambing dan susu skim. Yogurt dapat memiliki
berbagai bentuk seperti bentuk semi solid maupun dalam bentuk cair. Penelitian
yang telah dilakukan menyatakan bahwa yogurt memiliki beberapa manfaat. Yogurt
mengandung suatu faktor yang dapat menghambat sintesis kolesterol sehingga
menurunkan kadar kolesterol. Yogurt juga dapat meningkatkan daya cerna dan
absorpsi pada saluran pencernaan dikarenakan adanya pertumbuhan BAL
Streptococcus thermophilus sehingga merangsang gerakan peristaltik pada saluran
cerna.
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang
mempelajari pemanfaatan makhluk hidup(bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun
produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa. Bioteknologi secara umum berarti meningkatkan
kualitas suatu organisme melalui aplikasi teknologi. Aplikasi teknologi
tersebut dapat memodifikasi tugas biologis suatu organisme dengan menambahkan
gen dari organisme lain atau merekayasa gen pada organisme tersebut.
Yoghurt merupakan produk fermentasi yang
melibatkan jasa mikroorganisme yaitu bakteri. Yoghurt terbentuk dari bakteri
baik yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti Lactobacillus bulgaricus dan
Streptococus thermopillus. Pada dasarnya kerja dua bakteri yoghurt adalah
menghasilkan asam laktat yang penting peranannya untuk menciptakan keseimbangan
mikroflora usus. Keasaman yang dihasilkan mampu menghambat bakteri penyebab
penyakit yang umumnya tidak tahan terhadap asam. Fermentasi merupakan salah
satu teknologi pengawetan dan pengolahan susu. Selama fermentasi akan terbentuk
asam-asam organik yang menimbulkan citarasa khas pada yoghurt. Selain itu Yoghurt
memiliki kesegaran, aroma dan teksturnya dan rasa khas yaitu asam dan manis.
Yoghurt
adalah susu yang difermentasi bakteri Lactobacillus bulgaricus dan
Streptococcus thermophillus terhadap laktosa (gula susu) sehingga rasanya agak
masam. Dalam perkembanganya, yoghurt menjadi produk pangan yang diterima dengan
baik bahkan menjadi salah satu bahan pangan favorit di seluruh belahan bumi,
temasuk Indonesia. Mudahnya masyarakat menerima yoghurt karena cita rasanya
khas, lembut, asam, segar dan banyak manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Yoghurt
dibuat dengan memasukkan bakteri spesifik ke dalam susu di bawah temperatur
yang dikontrol dan kondisi lingkungan, terutama dalam produksi industri.
Bakteri merombak gula susu alami dan melepaskan asam laktat sebagai produk
sisa. Keasaman meningkat menyebabkan protein susu untuk membuatnya padat.
Keasaman meningkat (pH=4-5) juga menghindari proliferasi bakteri patogen yang
potensial.
El
Bashiti (2010) melaporkan bahwa yogurt mengandung bakteri Lactobacillus
delbrueckii subsp. bulgaricus dan Streptococcus salivarius subsp. thermophilus.
Bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus merupakan
bakteri proteolitik dan homofermentatif. Konsumsi yoghurt secara teratur dapat
memberikan beberapa efek positif lain bagi kesehatan. Manfaat mengonsumsi
yoghurt terbukti dapat meningkatkan kerja organ pencernaan, baik lambung, usus
halus, dan usus besar, dimana pencernaan memegang peranan yang penting bagi
kesehatan. Nutrisi makanan hanya akan terserap sempurna apabila kita memiliki
pencernaan yang sehat.
Bakteri
asam laktat pada yoghurt akan memproduksi asam laktat selama proses fermentasi
berlangsung. Asam laktat merupakan hasil utama metabolisme bakteri asam laktat
dengan mengubah laktosa menjadi asam laktat dan akan memberikan rasa asam pada
yoghurt. Asam laktat menyebabkan menurunnya nilai pH, nilai tersebut ditentukan
karena adanya ion H+ sehingga pH semakin rendah. Proses pengenceran yoghurt
dengan penambahan 20% dan 40% air yang memiliki pH netral (pH 7) tidak
berpengaruh terhadap nilai pH.
Susu
yang diproduksi dari susu sapi setelah diperah dimanfaatkan oleh manusia,
sebagai bahan makanan baik dalam bentuk komoditi lain melalui proses
pengolahan. Dalam rangka peningkatan gizi masyarakat diperlukan zat-zat gizi
yang mudah dicerna oleh manusia. Dalam susu, kandungan laktosanya bagi beberpa
orang dapat memberikan reaksi yang berbeda dan bahkan merugikan. Oleh sebab
itu, agar gizi ini dapat dinikmati, maka diolah menjadi beberapa produk
tertentu seperti yoghurt. Dalam yoghurt, laktosa dirombak menjadi glukosa dan
galaktosa yang dapat diserap usus, dan dapat pula memberikan rasa dan aroma
yang menyenangan.
yogurt
adalah susu asam yang merupakan hasil fermentasi susu oleh bakteri asam laktat.
yogurt biasanya digunakan menggunakan dua jenis bakteri asam laktat yaitu:
stereptococcus termophilus dan lacactobacillus delbruecki ssp bulgaricus
sebagai starter. selain itu ada juga yoghurt yang ditambahkan dengan bakteri
asam laktat yang bersifat probiotik, misalnya lactobacillus acidophilus,
lactobacillus casei, dan bifidobacterium. bakteri probiotik bisa hidup dan
melakukan proses metabolisme dalam usus, sedangkan s.thermophillus dan
l.delbruecki ssp bulgaricus tidak bisa hidup dalam saluran pencernaan.
prinsip
penggunaan yogurt adalah fermentasi susu dengan cara penambahan bakteri-bakteri
lactobacillus bulgaris dan stereptococcus thermophillus. dengan fermentasi ini
maka rasa yogurt akan menjadi asam, karna adanya perubahan laktosa menjadi asam
laktat oleh bakteri-bakteri tersebut. keda macam bakteri tersebut akan
menguraikan laktosa (gula susu) menjadi asam laktat dan berbagai komponen aroma
dan cita rasa. laktobacillus bulgaricus lebih berperan pada pembentukan aroma,
sedangkan stertococcus thermophillus lebih berperan pada pembentukan cita rasa
yogurt.
umur
simpan yogurt sangat bergantung pada proses produksi, kondisi suhu penyimpanan
dan ada tidaknya kontaminasi. setelah yogurt yang tidak disterilisasi setelah
fermentasi selesai, aktifitas bakteri starter biasanya tetap berlangsung
sehingga semakin lama rasa masam produk akan meningkat dan selanjutnya juga
akan terbentuk cita rasa pahit karna proses proteolisis. untuk umur simpan yang
lebih lama, dianjurkan untuk menyimpan produk di suhu rendah(6 C). idealnya,
pada suhu rendah(4-6 C), yogurt bisa disimpan selama 35 selama sampai 40 hari.
jika produk disterilisasi setelah proses fermentasi, maka umur simpan akan
lebih lama dan dapat disimpan di suhu ruang.
D.
Alat dan Bahan
1. Alat
a. Kompor
b. panci
c. saringan
d. blender
e.botol kaca
f. inkubator
g. gelas ukur
h. sendok
2. Bahan
a. Jagung manis
b. air hangat
c. indikator universal
d. susu skim
e. yoghurt
f. yakult
g. aluminium foil
E.
Prosedur kerja
1.
Direbus jagung selama 20 menit.
Dinginkan dan simpan pada wadah lalu tambahkan air.
2.
Dicuci bersih jagung lalu blender dengan
menambahkan sedikit air hangat.
3.
Disaring untuk memisahkan ampas,
disimpan dalam 2 wadah berbeda.(diamkan selama 5 jam)
4.
Hasil saringan dipasteurisasi. Dinginkan
selama 20 menit. Ukur pH substrat.
5.
Ditambahkan gula 1 sendok lalu
dipasteurisasi. Didinginkan selama 20 menit.
6.
Ditambah susu skim 10%= 37 mL lalu
dipasteurisasi. Didinginkan selama 20 menit.
7.
Diukur pH starter(yoghurt da yakult)
lalu ditambahkan di masing-masing wadah lalu ditutup menggunakan aluminium foil.
8.
Diinkubasi selama 3-5 jam pada suhu 45°C. Diukur pHnya selang
1 jam.
9.
Diuji organoleprtik (uji rasa, warna,
aroma) dengan menggunakan skala 1-5.
10.
Diuji pH akhir.
11.
Dianalisis asam laktat/kadar asam
laktat.
G.
Hasil pengamatan
Tabel yoghurt 15%
|
No.
|
Uji organoleptik
|
Hasil
|
|
1.
|
Warna
|
Kuning lembut
|
|
2.
|
Aroma
|
Harum
|
|
3.
|
Rasa
|
Sedikit asam
|
|
4.
|
Tingkat kekentalan
|
Agak kental, ada 2 lapisan
|
Tabel yakult 7,5%
|
No.
|
Uji organoleptik
|
Hasil
|
|
1.
|
Warna
|
Kuning lembut
|
|
2.
|
Aroma
|
Bau yakult kurang berbau
|
|
3.
|
Rasa
|
Sedikit asam
|
|
4.
|
Tingkat kekentalan
|
Encer, ada 2 lapisan
|
pH awal substrat : 6 pH
starter(yoghurt) : 4
setelah pasteurisasi : 6 pH
starter (yakult) : 4
Volume wada I : 362,5 ml
Volume wadah II : 362,5 ml
Penambahan gula 1 sendok
Penambahan susu skim 10% : 37 ml
Penambahan starter yakult 7,5% : 27 ml
Penambahan starter yogurt 15% : 54 ml
tabel pH awal- akhir
|
No.
|
Jenis starter
|
Nilai pH selama 5 jam
|
||||
|
Setelah 1 jam
|
Setelah 2 jam
|
Setelah 3 jam
|
Setelah 4 jam
|
setelah 5 jam
|
||
|
1.
|
Yoghurt
|
5
|
5
|
5
|
5
|
5
|
|
2.
|
Yakult
|
5
|
5
|
5
|
5
|
5
|
dari tabel pH diatas, nilai pH selama 5
jam dengan selang waktu 1 jam tidak terjadi perubahan pH, dimana pHnya tetap 5.
H.
Pembahasan
Yoghurt merupakan minuman yang fermentasi yang terbentuk karena adanya bakteri
Streptococcus salivarius subsp.thermophilus dan Lactobacillus delbrueckii subsp.bulgaricus yang memecah gula pada susu yaitu laktosa
menjadi asam laktat. Asam laktat dapat bersifat mengawetkan bahan pangan. pH yang rendah dapat menghambat
mikro organisme patogen, pembusuk, serta mikroorganisme penghasil racun akan mati. Fungsi dari bakteri probiotik yang terdapat dalam yoghurt adalah kemampuannya
mem bunuh bakteri jahat yang terdapat dalam saluran pencernaan (Widagdha, 2015).
Yakult adalah minuman susu fermentasi, yang
dibuat dengan cara memfermentasi susu bubuk skim yang mengandung bakteri asam
laktat hidup Lactobacillus casei shirota
strain. Lactobacillus casei shirota
strain adalah galur unggul yang mudah dan cocok untuk dikembangbiakkan
dalam minuman dasar susu(Krisna,2011). Sterilisasi merupakan metode praktis yang digunakan
untuk membersihkan dari mikroorganisme, atau sengaja untuk menghambat
pertumbuhannya. Sterilisasi sangatlah penting, jika tidak, kehadiran bakteri
yang tidak diinginkan akan menghancurkan yoghurt. Semua peralatan dan tangan
kita harus bersih. Selain itu, suhu juga hasru diperhatikan. Pembuatan yoghurt
dan yakult berurusan dengan bakteri, yakni mikroorganisme bak yang bisa mati
bila lingkungannya dalam hal ini substrat terlalu panas. Bakteri pun akan
berhenti berkembang biak bila suhunya dibawah 32°C.
Praktikum
kali ini dilakukan proses pembuatan yoghurt dan yakult. Bahan utamanya adalah
jagung manis.. Adapun bibit (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus)
yang digunakan adalah bibit dari yoghurt yang telah jadi. Yoghurt yang
digunakan adalah dari golongan yoghurt yang telah diberi rasa buah-buahan. Adapun
tahap-tahap dalam pembuatannya yaitu penyiapan, pasteurisasi, inkubasi, dan
pengamatan. Pasteurisasi dilakukan untuk mematikan bakteri dan memperpanjang
umur simpannya. Setelah di pasteurisasi,keadaanya sudah berubah di
mana sudah mulai ada cairan bening di atasnya.Setelah inkubasi selama 5 jam,
dilakukan uji organoleptik. Tekstur yang dihasilkan sudah agak kental, warna kuning
muda, rasanya agak asam begitu pula dengan aromanya. Kemudian yoghurt ini disimpan
di kulkas untuk mencegah bakteri beraktivitas. pH dari setiap yault dan yogurt
tidak mengalami perubahan pH atau tetap 5. Penambahan susu skim dalam pebuatan
yoghurt dan yakult berperan sebagai sumber laktosa serta nutrisi bagi bakteri
asam laktat.
H.
Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang dilakukan
dapat disimpulkan bahwa percobaan pembuatan yakult dan yogurt dengan substrat jagung manis dengan suhu
inkubasi 45°C
didapat volume produk sebesar 362,5 ml, dengan tingkat keasaman pH 5, memiliki
rasa agak masam, warna, kuning lembut. Bau yoghurt agak terasa dan terjadi 2 lapisan pada yoghurt dan yakult
yakni lapisan bening dibagian atas. Untuk yakult, aromanya kurang terasa dan lebih
encer. Manfaat yakult adalah terletak
pada bakterinya yang mampu bertahan hidup sampai usus kita kerena bakteri
tersebut dapat mencegah gangguan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh,
mengurangi racun dalam usus, membatasi jumlah bakeri yang merugikan dalam usus.
I.
Saran
1. Sebaiknya setiap praktikan dapat aktif selama proses praktikum
berjalan, agar materi praktikum dapat dipahami dengan baik
2. Sebaiknya waktu yang digunakan
saat praktikum dapat dimanfaatkan dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Burton, E; I.I. Arief dan E. Taufik2.
2014. FORMULASI YOGHURT PROBIOTIK KARBONASI DAN POTENSI SIFAt FUNGSIONALNYA. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil
Peternakan ISSN 2303-2227 Vol. 02 No. 1, Januari 2014.
El Bashiti, T. A. I. 2010. Production of yoghurt by locally isolated
starters : Streptococcus thermophilus and Lactobacillus bulgaricus. Short
Research Communication. Nat. Sci. (ICBAS Special Issue)
Hafsah dan Astriana. 2012. Pengaruh
Variasi Starter Terhadap Kualitas Yoghurt Susu Sapi. Jurnal Bionature. Vol 13 (2), 96-102.
Krisna, Agus. 2011. Pemanfaatan Mikroorganisme di Bidang Pangan Berbasis Bioteknologi
Konvensional. (http://aguskrisnablog.wordpress.com/2011/12/26
pemanfaatan-mikroorganisme-di-bdang-pangan-berbasis-bioteknologi-konvensional/.Diakses
pada tangal 29 November 2018.
Putriningtyas, Natalia Desy dan Siti
Wahyuningsih. 2017. Potensi yogurt kacang merah (Phaseolus vulgaris L) ditinjau
dari sifat organoleptik, kandungan protein, lemak dan flavonoid. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian
Journal of Nutrition), 6 (1), 2017 37 e-ISSN : 2338-3119, p-ISSN:
1858-4942.
Ramadhani Fattia ; Evawany Y Aritonang
dan Ernawati Nasution. 2015. KONSUMSI
YOGHURT DAN PERSEPSI PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA TAHUN ANGKATAN 2012-2015. Universitas Sumatera Utara, Medan,
20155, Indonesia
Sukarni.2013. PEMBUATAN YOGHURT DARI
SUSU JAGUNG MANIS (Zea mays L) SEBAGAI MINUMAN PREBIOTIK YANG BAIK BAGI
PENDERITA DIABETES DAN OBESITAS. CYBER-TECHN.
VOL 8 NO 1.
Komentar
Posting Komentar