LEMBAR PENGESAHAN
Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar
dengan judul “Percobaan Lazarro
Spallanzani” yang disusun oleh :
Nama :
N I M :
Kelas / Kelompok :
Pendidikan IPA / Kelompok
telah diperiksa dan dinyatakan diterima oleh Asisten/ Koordinator Asisten dan telah
dinyatakan diterima.
Makassar, Januari 2016
Koordinator Asisten Asisten
Mangngemba Daeng Paropo Yulianti Hasan
NIM. 1114040057
NIM.
Mengetahui
Dosen Penanggung Jawab
Drs. Hamka L, M.S
NIP: 19621231
198702 1 005
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di sekeliling kita terdapat
berbagai macam makhluk hidup, seperti hewan, tumbuhan, dan organisme-organisme.
Berdasarkan penelitian dan berbagai sumber informasi menyatakan bahwa hewan dan
tumbuhan sudah ada jauh sebelum terciptanya manusia. Dari situlah kadang kita
bertanya-tanya tentang konsep-konsep kehidupan, seperti darimana asal kehidupan yang sebenarnya?
Bagaimana kehidupan itu bisa tercipta? Dan bagaimana proses terciptanya
kehidupan ini.
Pertanyaan-pertanyaan itu
sebenarnya telah dipikirkan oleh orang-orang yang jauh sebelum kita. Oleh sebab
itu ilmuwan-ilmuwan di seluruh dunia berusaha mencari jawaban pertanyaan itu.
Salah satu ilmuwan menyatakan pendapatnya bahwa makhluk hidup berasal dari
benda mati, dan timbulnya
makhluk hidup tersebut secara spontan, pendapat ini dikemukakan oleh Aristoteles
seorang ilmuwan asal Yunani dan pendapatnya dikenal dengan nama “Teori
Generatio Spontanea”. Beberapa ilmuwan tidak setuju dengan pendapat Aristoteles
dan mengemukakan pendapat mereka tentang paham biogenesis, yang menyatakan
bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya. Beberapa penganut
paham biogenesis antara lain Francesco Redi
yang melakukan penelitian pada daging yang membusuk, Louis Pasteur yang
melakukan percobaan pada labu dengan penutup leher angsa dan menyatakan “Omnie
Vivum Ex Ovo, Omne Ovum Ex Vivo” (kehidupan berasal dari telur yang dihasilakan
makhluk hidup, dan makhluk hidup sekarang berasal makhlk hidup sebelumnya), dan juga Lazzaro Spallanzani,
yang melakukan penelitian dengan menggunakan air kaldu.
Berdasarkan hal itulah maka kita
perlu mengikuti langkah-langkah yang dilakukan oleh ilmuwan dalam menyelidiki
asal usul kehidupan. Karnanya pada percobaan kali ini kita akan melakukan
praktikum dengan mengikuti percobaan Lazarro Spallanzani, yaitu menggunakan air
kaldu yang di simpan dalam berbagai tabung dan di perlakukan dengan berbagai
cara yang berbeda-beda sehingga
kita bisa mengetahui apakah benar bahwa makhluk hidup itu berasal dari benda
mata seperti yang di katakan Aristoteles ataukah makhluk hidup berasal dari
makhluk hidup sebelumnya seperti pendapat Louis Pasteur, Lazarro, dan ilmuwan lainnya.
B.
Tujuan
Percobaan ini
bertujuan untuk memberi kesempatan pada praktikan mengikuti pemikiran dan
langkah - langkah yang pernah dilakukan ilmwan atau peneliti dalam memcahkan
masalah biologi.
C.
Manfaat
1.
Kita dapat membuktikan bahwa makhluk hidup berasal
dari makhluk hidup sebelumnya dengan melakukan percobaan yang dilakukan oleh
Lazzaro Spallanzani.
2.
Kita dapat melakukan pengamatan sesuai dengan
penelitian yang telah dilakukan oleh ilmuwan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Dari abad ke abad, timbul sebuah pertanyaan
darimanakah asal sebuah dari kehidupan?. Telah dicoba dijawab dengan berbagai
teori dan percobaan diantaranya adalah percobaan Lazzaro Spallanzani yang
meragukan teori Abiogenesis atau Generatio Spontanea dari Aristoteles ( Tim
Penyusun, 2015 ).
Pada
akhir abad ke-17, seorang ilmuwan IPA berkebangsaan Belanda yaitu Antonie Van
leeuwenhoek (1632-1723) mengemukakan teori asal-usul kehidupan yang dikenal
Teori Abiogenesis (kehidupan berasal dari benda mati). Teori ini sama halnya dengan Teori Generatio
Spontanea (Abiogenesis) dari aris toteles (384-322). Lain halnya dengan teori
yang dikemukakan oleh seorang ahli IPA Fransisisco redi (1616-1628) malaui
percobaannya yang terkenal dengan duatoples yang masing-masing berisi daging ,
dan salah satu toples ditutup rapat. Hasil dari percobaan ini ternyata
menyanggah Teori Abiogenesis dengan kesimpulan (Teori Biogenesis) bahwa
kehidupan berasal dari benda mati (Subardi, 2009).
Konsep
yang terkenal pada zaman Yunani Kuno adalah makhluk hidup berasal dari benda
mati yang dikemukakan oleh seorang imuwan yang bernama Aristoteles dan teorinya
terebut dikenal dengan Teori Generatio Spontanea. Walaupun teori Aristoteles
bertahan hingga ratusan tahun lamanya, tidak semua orang membenarkan teori
Abiogenesis. Orang yang tidak membenarkan teori tersebut terus melakukan
percobaan untuk memecahkan masalah asal-usul kehidupan didunia (Slamet,1999).
Spallanzani
(1729-1799) dalam tahun 1768 membantah pendapat Aristoteles dan Needham dengan
mengakatan bahwa perebusan dan kemudian penutupan botol-botol berisi air
rebusan yang dilakukan oleh Needham itu tidak sempurna. Spallanzani sendiri merebus sepotong daging sampai berjam-jam
lamanya, kemudian air daging tersebut ditutupnya rapat-rapat di dalam
botol.Maka dengan perbuatan yang demikian itu tidak diperoleh mikroorganisme
baru.Hasil eksperimen Spallanzani ini belum meyakinkan benar; setengah orang
pada waktu itu berpendapat, bahwa tutup botol yang rapat itu tidak memungkinkan
masuknya udara (oksigen) yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan mikrooragisme
(Dwidjoseputro, 1985).
Ada yang menduga bahwa jasad renik itu muncul sebagai
akibat dekomposisi jaringan tumbuhan atau hean yang mati. Dengan kata lain,
mereka mengira bahwa orgaisme berasal dari bahan mati, dikenal sebagai generasi spontan atau abiogenesis (abio, “tak hidup”; genesis
“asal”). Pemikiran mengenai generasi spontan sekurang-kurangnya telah
dicetuskan oleh bangsa Yunani Kuno yang meyakini bahwa daging yang membusuk
menghasilkan belatung dan bahwa lalat serat katak muncul begitu saja dari
lumpur pada keadaan-keadaaniklim tertentu.Banyak orang pada masa-masa yang lalu
tidak sependapat bahwamikroorganisme menjelma melalui generasi spontan bagi
cacing, serangga, dan bahkan binatang seperti tikus dan katak (Pelczar,1986).
Fransisco Redi (1626-1697)
seorang ahli kedokteran Italia mencoba mencoba membuktikan ketidakbenaran
pendapat generatio spontanea dengan membuat percobaan-percobaan yang hasilnya
menyatakan bahwa hewan kecil (lalat) yang muncul pada bebagai substrat berasal
dari telur yang diletakkan induknya. Seorang ahli Italia lainnya yaitu Lazarro
Spallanzani (1729-1799) melakukan serangkaian percobaan dengan memasukkan
substrat berupa senyawa-senyawa organik yang dimasukkan di dalam botol labu,
bagian atas botol ditutup rapat kemudian dipanaskan hingga steril. Setelah
disimpan beberapa lama, ternyata tidak ditemukan kehidupan dalam botol
tersebut, hal ini berbeda dengan botol yang tidak dipanaskan (sebagai kontrol)
yang menjadi busuk dan ditumbuhi berbagai kehidupan jasad renik. (Kusnadi,
2003).
Pasteur
melakukan percobaan dengan merancang alat berupa labu yang dilengkapi dengan
tabung panjang berbentuk leher angsa. Ia mempersiapkan larutan nutrisi berupa
cairan kaldu kemudian memasukkannya ke dalam labu, yang sebelumnya dipanaskan
terlebih dahulu. Setelah itu dibiarkan beberapa lama dan udara tanpa perlakuan
apapun dan tanpa disaring dibiarkannya keluar masuk labu tersebut. Setelah
diinkubasikan beberapa lama ternyata tak ditemukan kehidupan mikroorganisme
dalam labu tersebut. Alasannya bahwa partikel-partikel debu yang mengandung
mikroorganisme tidak mencapai larutan nutrisi, mereka mengendap dalam bagian
tabung leher angsa yang berbentuk huruf U dan aliran udara berkurang, sehingga
partikel-partikel tadi tidak terbawa ke dalam labu. Apabila labu yang berisi
nutrisi kemudian penyimpanannya diletakkan secara miring, sehingga memungkinkan
partikel debu memasuki labu lewat aliran udara, maka setelah beberapa lama
disimpan ditemukan kehidupan mikroorganisme pada labu tersebut (Kusnadi, 2003).
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat Praktikum
1. Hari/Tanggal
: Senin,28 Desember 2015
2. Waktu
: 10.00-12.30 WITA
3. Tempat
: Lab. Biologi Lt.3 Sebelah Timur FMIPA UNM
B. Alat dan Bahan
1.
Alat
a.
4 buah tabung
reaksi
b. 1 buah rak tabung reaksi
c. 1 buah lampu spritus
d. 2 buah sumbat gabus
e. 1 buah penjepit kayu
2.
Bahan
a.
1 buah Korek
api
b.
30 ml kaldu
cair
c.
1 buah lilin
C. Prosedur Kerja
1.
Mengisi
ketiga tabung reaksi dengan kaldu masing-masing 10 mL.
2.
Tabung I,
menyumbat dengan sumbat kayu dan menetesi lilin cair sela antara mulut tabung
dengan tutup dan tidak dipanaskan.
3.
Tabung II,
mendidihkan kaldunya di atas api lampu spritus selama 2 menit, membiarkannya
terbuka (tanpa tutup)
4.
Tabung III,
mendidihkan kaldunya di atas api lampu spritus selama 2 menit, segera menututupnya
dengan sumbat gabus dan menetesi lilin cair sela antara mulut tabung dengan
tutupnya.
5.
Tabung IV,
tidak mendapat perlakuan apa-apa.
6.
Meletakkan
semua tabung percobaan pada rak tabung reaksi dan menyimpannya di atas meja
kerja, usahakan terhindar dari gangguan hewan, cahaya matahari langsung dan
sumber panas lainnya.
7.
Melakukan
pengamatan dan pencatatan setiap hari, selama lima hari.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil Pengamatan
|
Hari ke-
|
Tabung1
|
Tabung 2
|
Tabung 3
|
Tabung4
|
||||||||||||
|
Ba
|
W
|
Bu
|
E
|
Ba
|
W
|
Bu
|
E
|
Ba
|
W
|
Bu
|
E
|
Ba
|
W
|
Bu
|
E
|
|
|
0
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
1
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
+
|
-
|
-
|
-
|
-
|
+
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
2
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
+
|
-
|
-
|
-
|
-
|
++
|
-
|
-
|
-
|
+
|
|
3
|
+
|
+
|
-
|
+
|
-
|
+
|
+
|
-
|
-
|
+
|
-
|
+++
|
-
|
+
|
-
|
+
|
|
4
|
+
|
+
|
-
|
+
|
-
|
+
|
+
|
+
|
+
|
+
|
-
|
+++
|
+
|
+
|
-
|
+
|
B.
Pembahasan
1.
Tabung
I (ditutup dengan gabus, tidak dipanaskan)
Pada tabung I di berikan perlakuan air kaldu di tutup atau disumbat dengan
sumbat gabus dan tidak dipanaskan.. Pada hari 0 sampai ketiga tidak ada
perubahan baik perubahan warna maupun bau, akan tetapi pada hari ke-3 sampai ke-4
mengalam perubahan warna menjadi agak keruh dan terdapat endapan.
2.
Tabung
II (tanpa tutup dan dipanaskan )
Pada tabung kedua
diberikan perlakuan air kaldu pada tabung dipanaskan hingga mendidih akan
tetapi dibiarkan terbuka, pada hari ke-1 sampai oe-4mulai terdapat buih, hari
ke-3 warnanya mulai mengalami perubahan menjadi keruh, pada hari ke-4 mulai ada
endapan.
3.
Tabung
III
Pada tabung ketiga
dberlakukan dengan air kaldu pada tabung dipanaskan hingga mendidih kemudian
ditutup dengan sumbat gabus. Pada hari 0 tidak terjadi perubahan, akan tetapi
terdapat endapan pada hari ke-1 dan semakin banyak hingga hari ke-4
4.
Tabung
IV
Pada tabung
keempat tidak dilakukan apa pun, tabung dibiarkan terbuka tanpa pemanasan. Pada
hari 0 dan ke-1 tidak ada perubahan. Endapan muali muncul pada hari ke-2 dan
seterusnya. Warnanya mulai berubah pada harike-3 dan k-4 menjadi lebih pucat
(keruh).
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
dari hasil percobaan yang kami
lakukan, kami mendapat kesimpulan yaitu pada tabung yang di biarkan terbuka dan
tanpa sumbatan akan ditemukan organsme yang masuk yang diakibatkan oleh udara
yang leluasa masuk dan membawa mikroorganisme, sedangkan pada air kaldu yang
perlakuannya ditutup atau disumbat dengan gabus kemudian dididihkan tidak
ditemukan adana perubahan disebabkan air kaldu pada tabung tidak berhubugan
langsung dengan udara dari luar. Dengan dilakukannya percobaan Lazzaro
Spallanzani kita dapat membuktikan bahwa makhluk hidup itu berasal dari makhluk
hidup sebelumnya, dengan demikian kita dapat mengetahui bahwa teori Abiogenesis
yang didukung oleh Aristoteles dapat dipatahkan oleh teori Lazzaro Spallanzani.
B. Saran
1.
Saran untuk praktikan agar lebih berhati-hati dalam
menggunakan alat praktikum, agar alat yang digunakan tetap baik dan terjaga.
2.
Saran untuk asisiten, untuk lebih memperhatikan
praktikan dan membimbingnya dengan baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
di inginkan di dalam laboratorium.
DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro.1985.Dasar-dasar
Mikrobiologi.Jakarta:Djambatan.
Kusnadi.2003.Mikrobiologi.Jakarta:
Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA
Universitas Pendidikan Indonesia.
Pelczar, J. Michael, E.C.S. Chan. 1986. Dasar-dasar Mikrobologi.Jakarta: Universtas Indonesia (UI-Press).
Tim Penyusun. 2015. Penuntun Praktikum Biologi Dasar.
Makassar : Universitas Negeri Makassar.
Slamet. 1999. Sains Biologi. Jakarta : PT. Bumi
Aksara.
Subardi, Nuryani dan Shidiq Pramono. 2009. Biologi Untuk XII Sma Dan Ma.
Jakarta: pusat perbukuan dapartemen pendidikan nasional
Tim Pengusun. 2015. Penuntun
Praktikum Biologi Dasar. Makassar : FMIPA UNM.
LAMPIRAN
JAWABAN PERTANYAAN
1. Apakah yang
menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percobaan tersebut diatas ?
Jawab : Yang menyebabkan perubahan kaldu pada
percobaan tersebut adalah Mikroorganisme yang hidup di dalam kaldu.
2.
Dari manakah datangnya makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan
kaldu tersebut ?
Jawab : Makhluk hidup yang menyebabkan perubahan pada
kaldu tersebut berasal dari spora mahkluk hidup yang mungkin ikut terbawa
bersama kaldu atau mungkin berasal dari udara bebas.
3.
Perubahan pada kaldu tersebut terjadi pada tabung yang diperlakukan bagaimana ?
Mengapa bisa demikian ?
Jawab : Air kaldu yang mengalami perubahan adalah air
kaldu yang berada pada tabung yang kaldunya tidak disterilkan atau tidak
diisolasi tabungnya dari udara bebas atau air kaldu yang disterilkan tapi
tabungnya tidak ditutup, atau tabungnya ditutup tapi tidak disterilkan
kaldunya. Sehingga mikroorganisme yang sempat ikut ke dalam tabung dapat
melakukan aktivitas.
4.
Pada tabung yang diperlakukan bagaimana yang kaldunya tidak mengalami perubahan
? Mengapa tidak terjadi perubahan warna dan bau ?
Jawab : Kaldu yang tidak mengalami perubahan warna dan
bau adalah kaldu yang berada pada tabung yang disterilkan dengan cara dipanasi
dan diisolasi dari udara luar dengan sumbat gabus. Hal ini terjadi terjadi
karena mikroorganisme yang sempat ikut kedalam tabung mati pada saat tabung
dipanaskan, dan mikroorganisme baru tidak dapat berkembang karena tabung
terisolasi dari udara luar.
5.
Mungkinkah dari bahan kaldu itu tiba-tiba muncul mikroorganisme baru ?
Jawab : Tidak, karena makhluk hidup sesungguhnya
berasal dari makhluk hidup juga, bukan dari benda mati.
6.
Hasil percobaan diatas dapatkah digunakan sebagai bukti yang kuat menyangkal
teori Generatio Spontanea ?
Jawab : Ya, karena hal ini dapat dibuktikan dengan
melihat perubahan yang terjadi pada setiap tabung. Pada tabung II
mikroorganisme yang menyebabkan perubahan pada kaldu adalah mikroorganisme yang
berasal dari udara bebas.
Komentar
Posting Komentar