MAKALAH LENGKAP TENTANG PERIODE DAN TUGAS PERKEMBANGAN


MAKALAH
PERIODE DAN TUGAS PERKEMBANGAN




OLEH
KELOMPOK II
PENDIDIKAN IPA REGULER

NURSYAMSI                                               1616042004
AINUNG SABRINA                                    1616040008
ASMITA NUR                                              1616040003
MUHAMMAD YUSUF                               1616042011




PRODI PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2018

 
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.vAkhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
   
                                                                                     
Makassar, 5 Maret 2018


                   Penulis




   DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL.............................................................................   i
KATA PENGANTAR................................................................................ ii
DAFTAR ISI...............................................................................................  ii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................  1
           A.    Latar Belakang.................................................................................  
           B.     Rumusan Masalah............................................................................   2
           C.     Tujuan Penulisan...............................................................................  2
BAB II PEMBAHASAN..........................................................................    3
           A.    Periode Perkembangan...................................................................    3
           B.     Tugas-tugas Perkembangan.........................................................       5
           C.     Pencapaian Tugas-tugas Perkembangan........................................     8
BAB III PENUTUP...............................................................................       9
           A.    Kesimpulan.................................................................................        9
           B.     Saran...........................................................................................        10
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................     11









BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Jauh sebelum dilakukan usaha untuk membahas anak-anak secara ilmiah, selama bertahun-tahun kenyataan yang diterima adalah bahwa pada awal perkembangan anak merupakan masa yang kritis bagi perkembangan.Petunjuk ilmiah pertama yang penting dari pentingnya tahun-tahun awal berasal dari penelitian Freud tentang kesulitan penyesuaian kepribadian.Kesulitan seperti itu dikatakan dapat dilacak sampai ke suatu pengalaman yang tidak menyenangkan di masa kanak-kanak.Dikatakan bahwa, “Awal masa kanak-kanak dimulai sebagai penutup masa bayi, usia dimana ketergantungan secara praktis sudah dilewati, diganti dengan tumbuhnya kemandirian dan berakhir di sekitar usia masuk sekolah dasar”.Dikatakan juga bahwa, “Perkembangan biologis pada masa-masa ini berjalan pesat, tetapi secara sosiologis ia masih sangat terikat oleh lingkungan keluarganya.Oleh karena itu, fungsionalisasi lingkungan keluarga pada fase ini penting sekali untuk mempersiapkan anak terjun ke dalam lingkungan yang lebih luas terutama lingkungan sekolah”.Dikatakan juga bahwa, “Masa ini disebut juga Masa Raja Kecil atau Masa Trotz Alter dengan sikap egosentris karena merasa dirinya berada di pusat lingkungan, yang ditampilkan anak dengan sikap senang menentang atau menolak sesuatu yang datang dari orang di sekitarnya. Perkembangan seperti itu antara lain disebabkan oleh kesadaran anak, bahwa dirinya mempunyai kemauan dan kehendak sendiri, yang dapat berbeda dengan orang lain. Kesadaran itu merupakan awal dari usaha untuk mewujudkan diri (self realization) sebagai satu diri (individu), dengan menunjukkan bahwa dirinya tidak sama dengan orang lain”. Dikatakan juga bahwa, “Masa kanak-kanak sering disebut masa estetika, masa indera, dan masa menentang orang tua”.
Akan tetapi tidak setiap anak dapat mengalami perkembangan yang sempurna, permasalahan bagi manusia akan semakin kompleks ketika mereka menginjak usia remaja, pada masa remaja itulah mereka mulai mengenal lingkungan atau masyarakat yang lebih luas yang selalu dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang yang lebih rumit yang memerlukan penanganan yang sangat serius. Permasalahan bagi peserta didik usia remaja timbul baik dari intern ataupun ekstern yang keselurahannya sangat mengganggu pada proses belajar dan pembelajaran peserta didik di usia seperti itu. Keingin tahuan pada usia remaja sangatlah besar karena pada masa itu mereka masih mencari jati diri dan figur yang di idolakan oleh mereka.
Oleh karena itu, bagi seorang pendidik haruslah tahu keadaan peserta didiknya dan harus bisa mengarahkan pada hal-hal yang positif sehingga peserta didik pada usia remaja akan terarah pada hal-hal yang positif, pendidik juga harus mengetahui gejala-gejala yang terdapat pada peserta didik usia tersebut dan bisa memberikan solusi yang terbaik dalam menghadapi keadaan peserta didik seperti itu maka oleh karena itu diperlukan konsep dan tugas
B.     Rumusan Masalah
1.    Apa itu periode perkembangan ?
2.    Bagaimana tugas-tugas perkembangan ?
3.    Bagaimana pencapaian tugas-tugas perkembangan?
C.    Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui apa yang dimaksud dengan periode perkembangan
2.    Mengetahui apa yang dimaksud dengan tugas-tugas perkembangan
3.    Mengetahui pencapaian tugas-tugas perkembangan








 
BAB II
PEMBAHASAAN

A.    Periode Perkembangan
          Menurut Santrock (2010) periode perkembangan terdiri atas tiga periode, yaitu anak (childhood), remaja (adolescence) dan dewasa (adulthood). Dari ketiga periode itu diklasifikasikan lagi menjadi beberapa periode, yaitu :
1.    Periode sebelum kelahiran
Periode ini merupakan masa kehidupan individu dimulai dari masa konsepsi (perubahan) hingga kelahiran, sekitar 9 bulan dalam kandungan. Periode ini merupaak saat pertumbuhan yang sangat luar biasa, dari satu sel tunggal (yang beratnya kira-kira 1/20 juta ons) menjadi organisme yang sempurna dengan kemampuan dan tingkah lakunya. Ada enam ciri penting masa pra kelahiran, yaitu sebagai berikut.
a.         Sifat-sifat bauran, berfungsi sebagai dari bagi perkembangan selanjutnya diturunkan sekali untuk selamanya
b.         Kondisi-kondisi baik dalam tubuh ibu dapat menunjukkan perkembangan sifat bawaan, sedangkan kondisi yang baru diciptakan sudah dipastikan pada saat pembuahan dan kondisi-kondisi pada tubuh ibu tidak akan memengaruhinya, sama halnya dengan sifat bawaan.
c.         Jenis kelamin individu yang baru di ciptakan sudah dipastikan pada saat pembuaahan, dan kondisi-kondisi pada tubuh ibu tidak akan mempengaruhinya, sama halnya dengan sifat bawwan.
d.        Perkembangan dan pertumbuhan yang normal lebih banyak terjadi selama periode pranatal di bandingkan dengan periode-periode lain dalam seluruh kehidupan individu.
e.         Periode pra kelahiran merupakan massa yang banyak mengandung bahaya baik fisik maupun psikologis.
f.          Periode pra kelahiran merupakan saat dimana orang-orang berkepentingan membentuk sikap-sikap pada diri individu yang baru diciptakan.

2.      Periode bayi
Periodi bayi merupakan massa perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga 18 atau 24 bulan. Masa ini ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut.
a.         Masa dasar pembentukan pola perilaku, sikap dan ekspresi emosi
b.         Masa pertumbuhan dan perubahan berjalan cepat, baik fisik maupun psikologis
c.         Masa kurangnya ketergantungan
d.        Masa meningkatnta individualitas
e.         Masa permulaan sosialisasi
f.          Masa permulaan berkembanganya penggolongan peras seks
g.         Masa yang menarik
h.         Masa permulaan kreativitas
i.           Masa berbahaya

3.        Periode awal anak
Periode awal anak adalah periode perkembanva. yang merentang dari akhir masa bayi hingga usia 5 atau 6 tahun; periode inj kadang-kadang disebut juga tahun-tahun prasekolah. Selama masa ini, anak belajar untuk menjadi lebih mandiri dan memerhatikan dirinya. Mereka mengembangkan kesiapan sekolah dan menghabiskan banyak waktunya untuk bermain dengan teman sebayanya.
4.      Periode pertengahan dan akhir anak-anak
Periode ini adalah masa perkembangannya yang terentang dari usia sekita 6 hingga 10 atau 11 tahun. Masa ini sering juga disebut tahun-tahun sekolah dasar. Anak pada masa ini sudah menguasai keterampilan dasar membaca, menulis, dan matematik. Yang menjadi sentral periode ini adalah prestasu (achievement) dan perkembangan pengendalian diri (self control)
5.      Periode remaja
Text Box: 4Periode remaja adalah proses transisi antara masa anak dengan masa deaasa, terentabg dari usia sekitar 12/13 tahuj sampai usia 19/20 tahun yang ditandai dengan perubahan dalam aspek biologus, kognitif, dan sosioemosional. Yang menjadi tugas kunci remaja adalah persiapan menghadapi masa dewasa.
6.      Periode dewasa
Masa ini merupakan saatnya individu membangun independensi (kemandirian) pribadi, dan ekonomi, serta peningkatan perkembangan karier. Periode ini merupakan saat penyesuaian diri terhadap melemahnya kekuatan dan kesehatan fisik, masa pensiun dan berkurangnya penghasilan.

B.     Tugas-Tugas Perkembangan
1.    Pengertian tugas perkembangan
       Proses kehidupan individu terbentang dari mulai fase usia kandungan sampai dengan fase usia tua. Dalam menempuh setiap fase usia tersebut, terdapat tugas-tugas perkembangan yang seyohianya dijalani atau dihadapi oleh setiap individu. Tugas-tugas perkembangan ini berkaitan erat dengan perubahan kematangan, persekolahan, pekerjaan, pengalaman beragama dan kebahagiaan hidupnya.
    Perkembangan mencakup seluruh aspek kepribadian, dan satu aspek dengan yang lainnya saling berinteraksi. Sebagian besar dari perkembangan aspek – aspek kepribadian itu terjadi melalui proses belajar, baik proses belajar yang sederhana dan mudah maupun yang kompleks dan sukar. Suatu proses perkembangan yang bersifat alami, yaitu yang berupa kematangan, berintegrasi dengan proses penyesuaian diri dengan tuntutan dan tantangan dari luar, tetapi keduanya masih dipengaruhi oleh kesediaan, kemauan dan aspirasi individu untuk berkembang. Ketiganya mempengaruhi penyelesaian tugas – tugas yang dihadapi individu dalam perkembangannya.
Text Box: 5Menurut Havighurst, tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang harus diselesaikan individu pada fase-fase atau periode kehidupan tertentu; dan apabila berhasil mencapainya mereka akan berbahagia, tetapi sebaliknya apabila mereka gagal akan kecewa dan dicela orangtua atau masyarakat dan perkembangan selanjutnya juga akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas selanjutnya. Jadi penyelesaian tugas – tugas perkembangan dalam suatu periode atau tahap tertentu akan mempengaruhi penyelesaian tugas – tugas pada tahap berikutnya.
        Tugas perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya, sementara apabila gagal maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat dan kesulitan dalam menuntaskan tugas berikutnya (Yusuf 1992:3).
        Tugas perkembangan adalah sesuatu tugas yang timbul pada periode tertentu dalam kehidupan seseorang.
1.         Teori dorongan (motivasi) dikemukakan Morgan, bahwa segenap tingkah laku distimulir dari dalam. Bahwa motivasi adalah merupakan dorongan keinginan sekaligus sebagai sumberdaya penggerak melakukan sesuatu yang berasal dari dalam dirinya.
2.         Teori dinamisme mengatakan bahwa di dalam organisme yang hidup itu selalu ada usaha yang positif ia akan selalu mencari pengalaman-pengalaman baru.
3.         Kartono berpendapat bahwa ekstensi anak dipastikan oleh adanya : a) Segenap kualitas hereditas; b) Pengalaman masa lampau dan masa sekarang, dalam suatu lingkungan sosial tertentu dan sebagai produk proses belajar secara kontinyu.
4.         Havighurst (1953). Mengemukakan bahwa perjalanan hidup seseorang ditandai oleh adanya tugas-tugas yang harus dipenuhi.Secara garis besar Havighurst menengaskan bahwa tugas-tugas perkembangan yang dilakukan seseorang pada masa kehidupan tertentu adalah disesuaikan dengan norma-norma sosial serta norma-norma kebudayaan.Tugas-tugas perkembangan dituntut adanya korelasi antara potensi diri dan pendidikan yang diterima anak, serta norma-norma sosial budaya yang ada. 

2.      Tugas perkembangan pada setiap periode perkembangan
a.       Tugas perkembangan masa bayi dan anak pra sekolah
b.      Tugas perkembangan anak usia sekolah
c.       Tugas perkembangan remaja
d.      Tugas perkembangan dewasa awal
e.       Tugas perkembangan dewasa pertengahan
f.       Tugas perkembangan dewasa akhir (masa tua)

3.    Upaya yang dapat dilakukan dalam memfasilitasi tugas-tugas perkembangan
       Tugas-tugas perkembangan merupakan gambaran dari perwujudan kematangan biologis dan psikologis individu, ekspektasi masyarakat, dan tuntutan budaya dan agama. Faktor internal terkait dengan kondisi individu, seperti anak yang dari kecilnyasering menderita sakit, mungkin tugas perkembangannya akan tersendat. Untuk mencgah hal tersebut, maka penting sekali bagi orang tua, khususnya ibu untuk memperhatikan kesehatan anak pada saat berada dalam kandungan, seperti (a) mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan bergizi: (b) tidak merokok; (c) tidak mengonsumsi minuman keras atau obat0obat terlarang; dan (c) secara rutin memeriksakan kandungan ke dokter.
      Sementara faktor eksternal adalah berasal dari lingkungan, seperti faktor keluarga. Keluarga, atau orang tua yang memperlakukan anak secara otoriter akan menghambat tugas perkembangan anak dalam aspek kemandirian, atau kemampuan bergaul dengan orang lain secara baik.

      Upaya yang perlu diperhatikan oleh pihak sekolah adalah sebagai berikut:
a.    Text Box: 7Menciptakan iklim religius yang dapat memfasilitasi perkembangan kesadaran beragama, akhlak mulia, etika atau karakter peserta didik.
b.    Membangun suasana sosio-emosional yang kondusif bagi perkembangan keterampilan sosial dan kematangan emosi peserta didik, seperti memelihara hubungan yang harmonis antara kepala sekolah dengan guru-guru, guru dengan guru, guru dengan siswa, dan siswa dengan siswa.
c.    Membangun iklim intelektual yang memfasilitasi perkembangan berpikir, nalar, dan kemampuan mengambil keputusan yang baik.
d.   Mengoptimalkan program bimbingan dan konseling untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajara/akademik, maupun karier (sekolah lanjutan atau dunia kerja).

    C.    Pencapaian Tugas-tugas Perkembangan
1.      Mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.      Mencapai kematangan berperilaku etis
3.      Mencapai kematangan emosi
4.      Mencapai kematangan intelektual
5.      Mencapai kesadaran tanggung jawab social
6.      Mencapai kematangan perkembangan pribadi
7.      Mencapai kematangan hubungan dengan teman sebaya
8.      Memiliki kemandirian perilaku ekonomis
9.      Mencapai kematangan dalam pemilihan karier
10.  Mencapai kematangan dalam kesiapan diri untuk menikah dan hidup berkeluarga (khususnya remaja akhir)
11.  Implikasi Tugas-Tugas Perkembangan Remaja dalam Penyelenggaraan Pendidikan





 
BAB III
PENUTUP 

A.    Kesimpulan
       Menurut Santrock (2010) periode perkembangan terdiri atas tiga periode, yaitu anak (childhood), remaja (adolescence) dan dewasa (adulthood).
       Tugas perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikutnya, sementara apabila gagal maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat dan kesulitan dalam menuntaskan tugas berikutnya.
      Tugas perkembangan yang harus dikuasai peserta didik pada masa remaja diantaranya yaitu :
1.  Mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang   Maha Esa
2.  Mencapai kematangan berperilaku etis
3.  Mencapai kematangan emosi
4.  Mencapai kematangan intelektual
5.  Mencapai kesadaran tanggung jawab social
6.  Mencapai kematangan perkembangan pribadi
7.  Mencapai kematangan hubungan dengan teman sebaya
8.  Memiliki kemandirian perilaku ekonomis
9.  Mencapai kematangan dalam pemilihan karier
10.  Mencapai kematangan dalam kesiapan diri untuk menikah dan hidup berkeluarga (khususnya remaja akhir)
11.  Implikasi Tugas-Tugas Perkembangan Remaja dalam Penyelenggaraan Pendidikan



   


B.     Saran
Hendaknya bagi orang tua dalam memperlakukan anak-anaknya pada masa ini adalah tetap, tak ada goncangan. Karena kegoncangan akan menyebabkan kebingungan dan keraguan pada anak. Anak-anak pada masa ini bersifat meniru, banyak bermain dengan lelakon (sandiwara) atau khayalan. Dan anak pada masa ini cenderung untuk mencari mana yang boleh dan mana yang tidak. Tugas orang tua adalah membimbing anak sehingga ia akan sampai pada penghargaan terhadap nilai-nilai. Sikap dan pandangan orang tua mengenai penampilan, kemampuan, dan prestasinya sangat mempengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri.
             


DAFTAR PUSTAKA
Hurlock, E.B. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga.
Yusuf, Syamsi. 2008. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Yusuf, Syamsu dan Nani M. Sughandi. 2011. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.




Text Box: 11
 

Komentar