LAPORAN
BIOTEKNOLOGI
PEMBUATAN
MINYAK
DISUSUN
OLEH :
KELOMPOK
III
1.
Rijal (1516041009)
2.
Suharia (1616040005)
3.
Hilda (1616040012)
4.
Ita Susanti (1616042003)
5.
Muhammad Yusuf (1616042012)
PRODI
PENDIDIKAN IPA REGULER
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
A.
Judul percobaan
Percobaan
berjudul “Pembuatan minyak”
B.
Tujuan percobaan
1. Mahasiswa dapat mengetahui cara pembuatan minyak kelapa
dengan bantuan ragi
2.
Mahasiswa dapat mengetahui pengaruh ragi dalam pembuatan minyak
3. Mahasiswa dapat mengetahui mekanisme fermentasi
yang dilakukan mikroba pada minyak
C.
Landasan teori
Minyak kelapa memiliki banyak manfaat
bagi manusia. Minyak kelapa biasa digunakan untuk berbagai bahan baku industri
atau sebagai minyka goreng. Selain itu, minyak kelapa dapat dipakai untuk
menjaga kesehatan dan menyembuhkan berbagai penyakit seperti diabetes, jantung,
kolesterol, kangker, dan lain-lain. Hal ini salah satunya dikarenakan miyak
kelapa memiliki kandungan asam laurat yang tinggi.
Teknik pembuatan minyak kelapa
secara umum dapat digolongkan menjadi 3 cara, yaitu teknik basah, teknik pres,
dan teknik ekstraksi pelarut. Teknik basah merupakan teknik yang paling
sederhana. Secara garis besar minyak yang dihasilkan dari teknik ini adalah
dengan memisahkan minyak pada santan hasil remasan parutan buah kelapa segar.
Pemanasan dan sentrifugasi merupakan cara yang digunakan untuk memisahkan
minyak pada santan yang dihasilkan. Namun, dengan melakukan intensifikasi
teknik basah ini dapat digolongkan lagi menjadi tekinik basah tradisional,
basah fermentasi, basah lava process, dan teknik basah kraussmaffei process.
Teknik pres dan ekstraksi pelarut menggunakan kopra sebagai bahan bakunya dan
memerlukan biaya relatif besar karena harus membeli alat, mesin, dan larutan pelarut.
Tanaman kelapa (Cocos nucifera. L) merupakan
tanaman yang sangat berguna dalam kehidupan ekonomi pedesaan di Indonesia.
Karena semua bagian dari pohon kelapa dapat dimanfaatkan untuk memenuhi
kebutuhan manusia. Salah satu bagian kelapa yang mempunyai banyak manfaat
adalah daging buah. Minyak kelapa merupakan bagian paling berharga dari buah
kelapa. Kandungan minyak pada daging buah kelapa tua sebanyak 34,7%. Minyak
kelapa digunakan sebagai bahan baku industri atau sebagai minyak goreng. Minyak
kelapa dapat diekstrak dari daging kelapa segar atau diekstrak dari daging
kelapa yang telah dikeringkan atau yang biasa disebut kopra
Fermentasi dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme
sebagai inokulum seperti bakteri dan khamir. Pembuatan minyak kelapa secara
fermentasi ini dapat dilakukan dengan skala besar maupun rumah tangga. Cara
fermentasi memiliki beberapa keuntungan pokok yaitu efektifitas tenaga, waktu
relatif singkat dan biaya tidak terlalu tinggi. Minyak kelapa yang dihasilkan
lebih banyak dan warnanya lebih jernih
Minyak kelapa secara fisik berwujud cairan yang berwarna
bening sampai kuning kecokelatan dan memiliki karakteristik bau yang khas. Zat
warna yang termasuk golongan ini terdapat secara alamiah dalam bahan yang
banyak mengandung minyak dan ikut terekstrak bersama minyak dalam proses
ekstraksi. Warna pada minyak kelapa disebabkan oleh zat warna dan
kotoran-kotoran lainnya. Zat warna alamiah yang terdapat pada minyak kelapa
adalah betakaroten yang merupakan hidrokarbon tidak jenuh dan tidak stabil pada
suhu tinggi. Proses pengolahan minyak kelapa dengan udara panas menyebabkan
warna kuning berubah akibat karoten mengalami degradas
Minyak kelapa murni dikenal sebagai minyak laurat tinggi
mengandung asam lemak jenuh (Saturated Fatty Acid) yang bersama gliserol
membentuk trigliserida rantai sedang (Medium Chain Triglyceride). Minyak
ini dibuat dari daging kelapa segar yang diolah dalam suhu rendah atau tanpa
melalui pemanasan sehingga kandungan yang penting dalam minyak tetap dapat
dipertahankan. Minyak kelapa murni mempunyai warna yang lebih jernih dan dapat
tahan disimpan selama 2 tahun tanpa menjadi tengik
Sifat dan daya tahan minyak terhadap kerusakan sangat
tergantung pada komponen penyusunnya, terutama kandungan asam lemak. Minyak
yang mengandung asam lemak tidak jenuh cenderung mudah teroksidasi, sedangkan
yang banyak mengandung asam lemak jenuh lebih mudah terhidrolisis. Asam lemak
pada umumnya bersifat semakin reaktif terhadap oksigen. Minyak kelapa murni
mengandung lebih dari 95% trigliserida (trigliserol) serta beberapa jenis asam
lemak jenuh dan tidak jenuh. Asam lemak jenuh meliputi asam laurat, meristat,
palmitat, dan stearat, sedang asam lemak tidak jenuhnya meliputi asam oleat,
linoleat dan linolenat. Asam lemak jenuh yang dominan adalah asam laurat.
Menurut (Suhardiyono, 1993) Pohon
kelapa sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia karena semua bagian kelapa
dapat dimanfaatkan. Buah kelapa yang terdiri atas sabut, tempurung, daging buah
dan air kelapa tidak ada yang terbuang dan dapat dibuat untuk menghasilkan
produk industri, antara lain sabut kelapa dapat dibuat keset, sapu dan matras.
Tempurung dapat dimanfaatkan untuk membuat karbon aktif dan kerajinan tangan. Dari
batang kelapa dapat dihasilkan bahan-bahan bangunan baik untuk kerangka maupun
untuk dinding seta atap. Daun kelapa dapat diambil lidinya yang dapat dipakai
sebagai sapu. Daging buah dapat dipakai sebagai bahan baku untuk menghasilkan
kopra, minyak kelapa, coconut cream, santan dan parutan kering. Santan adalah
cairan yang diperoleh dengan melakukan pemerasan terhadap daging buah kelapa
parutan. Santan merupakan bahan makanan yang digunakan untuk mengolah berbagai
masakan.
Menurut (Diana Rochintaniawati,
2010) kelapa merupakan salah satu dari sekian banyak biji tanaman yang dapat
digunakan dalam pembuatan minyak. Minyak yang terbuat dari kelapa banyak
digunakan masyarakat sebagai minyak goreng. Pembuatan minyak kelapa secara
tradisional dilakukan dengan pemanasan pada suhu tinggi. Pembuatan minyak
kelapa secara tradisional ini banyak menimbulkan kerugian. Sebagai contoh,
pemanasan yang tinggi dapat mengubah struktur minyak serta menghasilkan warna
minyak kurang baik.
D. Alat dan Bahan
1. Alat
a.
Baskom
b.
Kompor
c.
Tapis
d.
Timbangan
e.
Botol plastik
f.
Gelas kaca
g.
panci
h.
cutter
i.
botol kaca
2. Bahan
a.
Kelapa parut 1 kg
b.
Ragi tape 1,5 gram
c. Air
hangat 1 L
d. Air
kelapa
e.
plastik
f.
kertas saring
E. Prosedur kerja
a. Daging kelapa parut dicampur dengan air hangat
perbandingan 1:1, diremas-remas lalu disaring dan dipres. Ampas hasil
pengepresan selanjutnya ditambahkan air hangat sekali lagi. Diulangi kegiatan
diatas sampai diperoleh santan maksimum.
b. Belah dua botol kemudian lubangi bagian tengah
tutup botol.
c. Letakkan plastik di mulut botol agar mencegah
kebocoran pada tutupnya.
d. Tuangkan santan kedalam botol dan diberi ragi
tape dan air kelapa yang telah didiamkan selama 2 jam. Tunggu sampai terbentuk
tiga fase (fase minyak, fase skim, fase air) selama 24 jam. Selama proses
pendiaman, semua fase dihitung volumenya tiap 2 jam.
e. Setelah terbentuk fase, dibuang fase bagian
bawah.
f. Diapis bagian krim untuk memisahkan minyaknya.
g. Dipanaskan kembali krim untuk mengambil sisa
minyak.
h. Diukur volume minyak yang dihasilkan.
i. Diukur berat kering yang diperoleh.
F. Hasil pengamatan
Berat kelapa parut = 1 kg
santan kelapa yang diperoleh = 1 L
Waktu (jam)
|
Perubahan (cm)
|
2
|
Krim : 140
|
Skim: 380
|
|
Air: 480
|
|
4
|
Krim :160
|
Skim : 365
|
|
Air : 475
|
|
6
|
Krim: 185
|
Skim: 345
|
|
Air: 470
|
|
8
|
Krim: 210
|
Skim: 330
|
|
Air: 46
|
|
10
|
Krim: 225
|
Skim: 314
|
|
Air: 461
|
|
12
|
Krim: 262
|
Skim: 296
|
|
Air: 442
|
|
14
|
Krim: 266
|
Skim: 291
|
|
Air: 443
|
|
16
|
Krim: 270
|
Skim: 300
|
|
Air: 430
|
|
18
|
Krim: 272
|
Skim: 299
|
|
Air: 429
|
|
20
|
Krim: 273
|
Skim: 298
|
|
Air: 429
|
|
22
|
Krim: 273
|
Skim: 295
|
|
Air: 432
|
|
24
|
Krim: 273
|
Skim: 294
|
|
Air: 433
|
Volume minyak yang diperoleh : 100 ml
Berat kering=
1. berat cawan yang didinginkan = 54 g
sampel minyak yang diambil= 2 ml
=
54+ 2 = 56 g
2. Berat minyak yang sudah dipanaskan(I) = 55,95
g
Berat
minyak yang sudah didinginkan(I) = 55,91 g
Berat
minyak yang sudah dipanaskan(II) = 55,87 g
Berat
minyak yang sudah didinginkan(II) = 55,83 g
. Berat
minyak yang sudah dipanaskan(III) = 55,80 g
Berat
minyak yang sudah didinginkan(III) = 55,73g
g. Pembahasan
Praktikum
minyak ini diambil dari daging kelapa tua. Pada proses pemerasan santan kelapa,
digunakan air hangat supaya lebih cepat mengeluarkan santan kelapa. Santan kelapa merupakan cairan hasil ekstrak
dari kelapa parut dengan air. Bila santan didiamkan, secara pelan-pelan akan
terjadi pemisahan bagian yang kaya minyak dengan bagian yang sedikit minyak.
Bagian yang kaya dengan minyak disebut krim, dan bagian yang sedikit minyak
disebut skim. Krim lebih ringan dibanding skim, karena itu krim berada pada
bagian atas dan skim pada bagian bawah. Santan ini biasanya disimpan dalam
wadah pemisah skim. Wadah ini digunakan untuk memisahkan skimdari krim santan.
Wadahnya menggunakan botol bening
Teknik
dalam pembuatan minyak kelapa secara umum ada 3 yaitu teknik basah, teknik
pres, dan pemanasan. Teknik basah merupkan teknik yang paling sederhana. Secara
garis besar minyak pada santan hasil remasan parutan buah kelapa segar.
Pemanasan merupakan cara yang digunakan untuk meisahkan minyak pada santan yang
dihasilkan.
Pada
praktikum ini kami membuat minyak dengan menggunakan ragi tape secara
fermentasi. Pada proses fermentasi ini menggunakan mikroba penghasil enzim
tertentu untuk memecah protein yng berikatan dengan minyak ataukarbohidrat
sehingga minyak dapat terpisah dengan baik. Selama proses Penambahan air kelapa bertujuan untuk
memperkaya nilai gizi media untuk proses perbanyakan ragi tape. Selama 12 jam proses
pendiaman, campuran akan terpisah menjadi tiga lapisan, yaitu minyak(lapisan
atas), skim( lapisan tengah), dan air (lapisan bawah). Selanjutnya minyak
dipisahkan dengan skim. Bagian skim yang tersisa dipanaskan untuk diambil
minyaknya. Pada pemanasan, santan dipanaskan sehingga airnya menguap dan
padatan akan menggumpal. Gumpalan padatan ini disebut blando. Minyak dipisahkan
dari blando dengan cara penyaringan. Blando masih banyak mengandung minyak. Minyak
ini dicampur dengan minyak sebelumnya. Minyak yang diperoleh disaring
menggunakan kertas saring.
Blando
dipanaskan dengan api sampai diperoleh minyak. Warna dari minyak kelapa berwarna putih bening dengan bau khas.
Pada lapisan minyak kelapa bagian bawah setelah dimasukkan dalam wadah botol
kaca ternyata bercampur dengan air. Meurut literatur, keberadaan air dapat
menyebabkan terjadinya hidrolisasi pada trigliserida atau minyak menjadi
gliserida dan asam lemak yang berdampak pada degradasi warna dan aroma.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
hasil praktikum yang dilakukan, pembuatan minyak kelapa dengan cara fermentasi.
Volume minyak kelapa yang diperoleh adalah 100 ml. Ragi tape yang diberikan
pada krim santan dan disimpan selama 24 jam maka akan membentuk 3 lapisan
berupa minyak, skim, dan air. Lalu dilakukan pemisahan skim dengan cara
dipanaskan. Minyak yang terbentuk memiliki warna putih bening dengan aroma yang
khas. Ragi tape digunakan untuk menghasilkan enzim melalui mikroba penghasil
enzim protease yang dapat memecah ikatan protein dengan minyak pada emulsi
santan.
DAFTAR
PUSTAKA
Jaswardjojo,
D. 2005. Seluk Beluk Pembuatan Minyak
Kelapa. Jakarta: Erlangga
Risnandi, Akbar. 2005. Aplikasi fermentasi
menggunakan Saccharomyces cerevisiae pada krim kelapa untuk ekstraksi minyak:
Jurnal Teknologi pertanian. Vol 1 no 2.
Indar, Brisma dan Hengky. 2004. Pembuatan & pemanfaatan minyak kelapa
murni. Jakarta: Penebar
Swadaya
Komentar
Posting Komentar