MAKALAH BIOTEKNOLOGI "TRANSPLNTASI ORGAN"


MAKALAH BIOTEKNOLOGI
TRANSPLANTASI ORGAN






KELOMPOK 5
Nia Agustina
Fitri Bestari
Nur Amaliana Putri
Putri Diana

Program Studi Pendidikan IPA
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Makassar
2018

KATA PENGANTAR


Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
            Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini sebagaimana mestinya. Tidak lupa pula kita kirimkan salawat serta salam kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kita keluar dari zaman jahiliyah menuju alam yang beradab.
            Terima kasih saya ucapkan kepada dosen mata kuliah Bioteknologi, yang telah membimbing saya dalam menyusun makalah ini. Makalah ini diharapkan dapat menjadi referensi dan menambah wawasan pembaca mengenai Bioteknologi dalam bidang Kedokteran yakni Transplantasi Organ. Dalam penyusunan makalah ini mungkin terdapat kekurangan maupun kelebihan namun, manusia tidak luput dari kesalahan, begitu pula saya. Kritikan dan masukan sangat saya harapkan untuk menjadi proyeksi kedapannya.
Billahi Taufik Walhidayah,
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Makassar, 27 November 2018

Penulis






DAFTAR ISI






BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Hasil perkembangan penelitian bidang ilmu kedokteran, para peneliti yakin bahwa transplantasi gen pada pasien penderita penyakit genetic yang parah dapat disembuhkan. Transplantasi gen tersebut dinamakan “human gen therapy” merupakan salah satu teknologi genetic yang sering disebut rekayasa teknologi genetika, dimana terapi ini dilakukan berdasar pada pengetahuan mengenai bagaimana gen bekerja dalam tubuh. Beberapa penyakit genetic dapat diobati dengan beberapa cara tanpa melibatkan rekayasa genetic, misalnya diobati dengan obat tertentu, transfuse darah, perubahan pola makan atau trasplantasi organ tubuh.
Transplantasi organ adalah operasi untuk memindahkan organ yang sehat dari seseorang untuk ditransplantasikan ke orang lain yang organnya bermasalah atau rusak. Hal ini biasanya dapat menyelamatkan hidup orang yang menerima transplantasi organ.Transplantasi organ yang biasa dilakukan saat ini termasuk organ ginjal, pankreas, liver, jantung, paru-paru, dan usus halus. Terkadang, transplantasi “double” juga dijalankan, misalnya ginjal/pankreas atau jantung/paru-paru. Transplantasi ginjal adalah transplantasi yang paling sering dilakukan saat ini, sedangkan transplantasi usus halus adalah yang paling jarang dilakukan.
Teknologi masa kini terus menuju perubahan yang sangat signifikan seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan. Dalam dunia kedokteran timur maupun barat, pada umumnya diyakini bahwa setiap penyakit ada obatnya. Ada penyakit yang dapat diobati dengan hanya pemberian obat yang sederhana, tetapi ada juga yang memerlukan pengobatan yang relatif rumit, seperti transplantasi organ dan jaringan, hal ini merupakan suatu prosedur tindakan kesehatan yang sangat membutuhkan ketelitian dan kecermatan mendalam.
Transplantasi organ memiliki nilai sosial dan kemanusiaan tinggi apabila dilakukan atas dasar kemanusiaan bukan kepentingan komersial semata. Namun dengan adanya ketimpangan yang cukup besar antara ketersediaan dengan kebutuhan organ, masalah komersialisasi organ dan menjadi salah satu perdebatan yang sensitive dalam dunia medis maupun agama. Dibalik kesuksesan dalam perkembangan transplantasi organ itu sendiri muncul berbagai masalah baru. Semakin meningkatnya pasien yang membutuhkan tranplantasi, penolakan organ, komplikasi pasca transplantasi, dan resiko yang mungkin timbul akibat transplantasi telah memunculkan berbagai pertanyaan tentang etika, legalitas dan kebijakan yang menyangkut penggunaan teknologi itu.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa itu Transplantasi Organ ?
2.      Apa saja Jenis Transplantasi Organ ?
3.      Apa Tujuan dari Transplantasi Organ ?

C.    Manfaat

1.      Mengetahui pengertian transplantasi organ
2.      Mengetahui jenis transplantasi organ
3.      Mengetahui tujuan dari transplantasi organ



BAB II

PEMBAHASAN

A.    Transplantasi Organ

Dewasa ini ilmu pengetahuan di bidang kedokteran berkembang dengan pesat. Dalam dua decade terakhir, kita mulai mengenal istilah transplantasi yang sering disebut transplantasi organ. Bukan hanya tumbuhan yang dapat dicangkok, manusiapun  pada  akhirnya disodori  pilihan  pencangkokan organ tubuh. Apabila organ yang sangat  diperlukan  tubuh mengalami sakit berkepanjangan dengan kerusakan luas, maka tidak ada pilihan lain selain melakukan ganti  organ  tubuh  yang rusak parah tersebut (end stage) dengan organ sejenis yang sehat. Cangkok  hati  dan  cangkok ginjal paling populer dan dikenal luas, diantara cangkok organ lain seperti : sumsum tulang, jantung, paru, usus, dll. Transplantasi organ merupakan suatu teknologi medis untuk pergantian organ tubuh pasien  yang  tidak  berfungsi dengan organ individu lain atau tubuh  sendiri  dalam  rangka pengobatan.
Transplantasi organ adalah pemindahan organ dari satu tubuh ke  tubuh  yang  lainnya  atau pemindahan organ dari donor ke resipien yang organnya mengalami kerusakan. Organ yang sudah dapat  ditransplantasi  adalah jantung,  ginjal,  hati,  pancreas, intestine  dan  kulit,  sedangkan jaringan,  adalah  kornea  mata, tulang, tendo, katup jantung, dan vena. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi transplantasi organ, di satu sisi banyak membantu orang  orang  yang  mengalami kegagalan fungsi organ, tetapi disisi lain menjadi suatu dilemma etis dikarenakan harus dilakukan ketika jantung masih berdenyut (Cemy,2012).
Teknik yang sering digunakan dalam bioteknologi kedokteran adalah manipulasi genetic pada suatu jasad hidup secara terarah sehigga diperoleh hasil sesuai dengan yang diinginkan. Teknik yang digunakan dalam bioteknologi modern adalah teknik manipulasi bahan geneik (DNA) secara in vitro, yaitu proses biologi yang berlangsung diluar sel atau organisme, misalnya dalam tabung percobaan. Oleh karena itu, bioteknologi modern juga dikenal dengan rekayasa genetika, yaitu proses yang ditujukan untuk menghasilkan organisme transgenic. Organisme Transgenik adalah organisme yang urutan organisme genetic dala kromosomnyatelah diubah sehingga mempunyai sifat menguntungkan yang dikehendaki

B.     Jenis Transplantasi Organ

Transplantasi melibatkan donasi organ dari satu manusia kepada manusia lain yang menjadikan ribuan orang diseluruh dunia setiap tahunnya terselamatkan jiwanya. Barikut jenis jenis Transplantasi Organ :
1.      Dari Segi Pemberi Organ (Pendonor)
Jika ditinjau dari sudut penyumbang atau donor atau jaringan tubuh, maka transplantasi dapat dibedakan menjadi:
a.       Transplantasi dengan donor hidup
Transplantasi dengan donor hidup adalah pemindahan organ tubuh seseorang yang hidup kepada orang lain atau ke bagian lain dari tubuhnya sendiri tanpa mengancam kesehatan. Biasanya yang dilakukan adalah transplantasi ginjal, karena memungkinkan seseorang untuk hidup dengan satu ginjal saja. Akan tetapi mungkin bagi donor hidup juga untuk memberikan sepotong/sebagian dari organ tubuhnya misalnya paru, hati, pankreas dan usus. Juga donor hidup dapat memberikan jaringan atau selnya degeneratif, misalnya kulit, darah dan sumsum tulang.
b.      Transplantasi dengan donor mati atau jenazah
Transplantasi dengan donor mati atau jenazah adalah pemindahan organ atau jaringan dari tubuh jenazah orang yang baru saja meninggal kepada tubuh orang lain yang masih hidup. Pengertian donor mati adalah donor dari seseorang yang baru saja meninggal dan biasanya meninggal karena kecelakaan, serangan jantung, atau pecahnya pembuluh darah otak. Dalam kasus ini, donasi organ akan dipertimbangkan setelah usaha penyelematan mengalami kegagalan. Pasien mungkin meninggal dalam kamar emergensi ataupun dalam kondisi mati batang otak. Jenis organ yang biasanya didonorkan adalah organ yang tidak memiliki kemampuan untuk regenerasi misalnya jantung, kornea, ginjal dan pankreas, hati, jantung dan hati.
2.      Dari Penerima Organ (Resipien)
Sedangkan ditinjau dari sudut penerima organ atau resipien, maka transplantasi dapat dibedakan menjadi:
a.       Autograft
Auto transplantasi adalah pemindahan suatu organ ke tempat lain dalam tubuh orang itu sendiri. Biasanya transplantasi ini dilakukan pada jaringan yang berlebih atau pada jaringan yang dapat beregenerasi kembali. Sebagai contoh tindakan skin graft pada penderita luka bakar, dimana kulit donor berasal dari kulit paha yang kemudian dipindahkan pada bagian kulit yang rusak akibat mengalami luka bakar.
b.      Isograft
Isograft merupakan prosedur transplatasi yang dilakukan antara dua orang yang secara genetik identik. Transplantasi model seperti ini juga selalu berhasil, kecuali jika ada permasalahan teknis selama operasi. Operasi pertama ginja yang dilakukan pada tahun 1954 merupakan operasi transplantasi syngraft pertama antara kembar identik.
c.       Allograft
Allograft adalah pemindahan suatu organ dari tubuh seseorang ke tubuh orang lain. Misalnya pemindahan jantung dari seseorang yang telah dinyatakan meninggal pada orang lain yang masih hidup. Kebanyakan sel dan organ manusia adalah Allografts.
d.      Xenotransplantation
Xenotransplantation adalah pemindahan suatu jaringan atau organ dari species bukan manusia kepada tubuh manusia. Contohnya pemindahan organ dari babi ke tubuh manusia untuk mengganti organ manusia yang telah rusak atau tidak berfungsi baik.
e.       Transplantasi Domino (Domino Transplantation)
Merupakan multiple transplantasi yang dilakukan sejak tahun 1987. Donor memberikan organ jantung dan paru-nya kepada penerima donor, dan penerima donor ini memberikan jantungnya kepada penerima donor yang lain. Biasanya dilakukan pada penderita "cystic fibrosis" (hereditary disease) dimana kedua parunya perlu diganti dan secara teknis lebih mudah untuk mengganti jantung dan paru sebagai satu kesatuan.
3.      Dari Sel Induk (Stem Cell)
Sedangkan khusus mengenai transplantasi sel induk dibedakan menjadi :
a.       Transplantasi sel induk dari sumsum tulang (bone marrow transplantation)
Sumsum tulang adalah jaringan spons yang terdapat dalam tulang-tulang besar seperti tulang pinggang, tulang dada, tulang punggung dan tulang rusuk. Sumsum tulang merupakan sumber yang kaya akan sel induk hematopoetik.
b.      Transplantasi sel induk darah tepi (peripheral blood stem cell transplantation)
Peredarahan tepi merupakan sumber sel induk walaupun jumlah sel induk yang terkandung tidak sebanyak pada sumsum tulang untuk mencukupi  jumlah sel induk.  Suatu transplantasi.biasanya pada donor diberikan granulocyte-colony stimulating factor (G-CSF). Transplantasi dilakukan dengan proses Aferesis.
c.       Transplantasi sel induk darah tali pusat (Stem cord)
Darah tali pusat mengandung sejulah sel induk yang bermakna dan memiliki keunggulan diatas transplantasi sel induk dari sumsum tulang atau dari pendarahan  tepi bagi pasien tertentu.Transplantasi sel induk dari darah tali pusat telah mengubah bahan sisa dari proses kelahiran menjadi sebuah sumber yang dapat menyelamatkan jiwa.

C.    Tujuan Transplanasi Organ

Saat ini di Indonesia, transplantasi organ ataupun jaringan diatur dalam UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. Sedangkan peraturan pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1981 tentang Bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta Transplantasi Alat atau Jaringan Tubuh Manusia. Hal ini tentu saja menimbulkan suatu pertanyaan tentang relevansi antara Peraturan Pemerintah dan Undang-Undang dimana Peraturan Pemerintah diterbitkan jauh sebelum Undang-Undang. (Binchoutan,2008)
Pasal 33 UU No 23/1992 menyatakan bahwa transplantasi merupakan salah satu pengobatan yang dapat dilakukan untuk penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.  Secara legal transplantasi hanya boleh dilakukan untuk tujuan kemanusiaan dan tidak boleh dilakukan untuk tujuan komersial (Pasal 33 ayat 2 UU 23/ 1992).
Transplantasi pada dasarnya bertujuan untuk:
1.      Kesembuhan dari suatu penyakit, misalnya kebutaan, kerusakan jantung, hati dan ginjal.
2.      Pemulihan kembali fungsi suatu organ, jaringan atau sel yang telah rusak atau mengalami kelainan, tapi sama sekali tidak terjadi kesakitan biologis contohnya bibir sumbing
Ditinjau dari segi tingkatan tujuannya, ada tingkat dihajatkan dan tingkat darurat :
1.      Tingkat dihajatkan merupakan transplantasi pengobatan dari sakit atau cacat, apabila tidak dilakukan dengan pencangkokan tidak akan menimbulkan kematian, seperti transplantasi cornea mata dan bibir sumbing.
2.      Tingkat darurat merupakan transplantasi sebagai jalan terakhir, apabila tidak dilakukan akan menimbulkan kematian, seperti transplantasi ginjal, hati dan jantung.



BAB III

PENUTUP

Kesimpulan
Transplantasi organ adalah operasi untuk memindahkan organ yang sehat dari seseorang untuk ditransplantasikan ke orang lain yang organnya bermasalah atau rusak. Hal ini biasanya dapat menyelamatkan hidup orang yang menerima transplantasi organ.
Transplantasi organ yang biasa dilakukan saat ini termasuk organ ginjal, pankreas, liver, jantung, paru-paru, dan usus halus. Terkadang, transplantasi “double” juga dijalankan, misalnya ginjal/pankreas atau jantung/paru-paru. Transplantasi ginjal adalah transplantasi yang paling sering dilakukan saat ini, sedangkan transplantasi usus halus adalah yang paling jarang dilakukan.



DAFTAR PUSTAKA

 

Cemy, F. N. (2012). Etika Biomedis. Profesi volume 08, 1.
 Nugroho, Endik Deni dan Dwi Anggorowati Rahayu. 2017. Pengantar Boteknologi (Teori dan Aplikasi). Yogyakarta : Deepublish

Komentar