MIKROBIOLOGI
“JAMUR
DALAM BIDANG PANGAN”
Kelompok
Jamur :
1. Suharia
2.
Hilda
3.
Welyn Noftiarwanda
PRODI
PENDIDIKAN IPA REGULER 2016
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
TAHUN
AJARAN 2020
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Jamur adalah organisme
heterotrofik. Mereka memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya. Bila mereka
hidup dari benda organik mati yang terlarut, mereka disebut sporofit. Jamur
memiliki berbagai macam penampilan tertgantung pada spesiesnya (Pelczar, 1986).
Dalam
Campbell (2003), Jamur adalah eukariota, dan sebagian besar adalah eukariota
multiseluler. Meskipun fungi pernah dikelompokkan ke dalam kingdom tumbuhan,
fungi adalah organisme unik yang umumnya berbeda dari eukariota lainnya
ditinjau dari cara memperoleh makanan, organisasi struktural serta pertumbuhan
dan reproduksi.
Jamur
sering dianggap sebagai organisme yang tergolong dalam tumbuhan, tetapi adapula
yang menganggap jamur sebagai golongan organisme yang terpisah dari tumbuhan.
Dengan demikian terdapat pula perbedaan dalam klasifikasinya, tetapi perbedaan
tadi terletak pada taksa yang lebih tinggi dari kelas, sedangkan taksa dari
kelas kebawah tidak terdapat perbedaan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
uraian latar belakang di atas maka penulis dapat merumuskan suatu permasalahan
dalam Makalah ini antara lain sebagai berikut :
1)
Apa pengertian dari jamur?
2)
Apa saja ciri-ciri jamur?
4)
Bagaimana karakteristik jamur?
7)
Apa peranan jamur ?
BAB
II
LANDASAN
TEORI
A.
Pengertian Jamur
Jamur dalam
bahasa Indonesia memiliki beberapa arti yang agak berkaitan:
1) Jamur
adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi
(Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung: terdiri dari bagian yang tegak
("batang") dan bagian yang mendatar atau membulat. Secara teknis
biologis, tubuh buah ini disebut basidium. Beberapa jamur aman dimakan manusia
bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, dan beberapa yang lain beracun.
Contoh jamur yang bisa dimakan: jamur merang (Volvariela volvacea), jamur tiram
(Pleurotus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur kancing atau
champignon (Agaricus campestris), dan jamur shiitake (Lentinus edulis).
2) Jamur
adalah keseluruhan bagian dari fungi: tubuh buah, dan bagian jaring-jaring di
bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas hifa.
3) Jamur
adalah istilah untuk fungi yng tumbuh di
tubuh kapang. Makna ini misalnya dapat disimak dari ungkapan "Rotinya
sudah berjamur" yang maksudnya adalah 'rotinya telah ditumbuhi kapang'.
Jamur adalah sekelompok makhluk hidup yang tidak
mempunyai klorofil sehngga bersifat heterotrof. Fungi ada yang uniseluler dan
multiseluler. Sebuah jenis fungi yang memiliki Membran Inti (Eukariotik),
tidak mempunyai Klorofil, tidak dapat membuat makanan sendiri (Heterotof),
sebagian besar hidup sebagai Parasit, bersifat Saprofit,
memiliki Simbiosis Mutualisme dan membentuk Lichenes.
Jamur
adalah organisme yang terdapat dimana-mana di bumi, baik di daerah tropik,
subtropik, di kutub utara, maupun antarika. Jamur juga ditemukan di darat, di
perairaian tawar, di laut, di mangrove, di bawah permukaan tanah, di kedalaman
laut, dipengunungan, maupun di udara. Banyak faktor lingkungan yang
mempengaruhi kehidupan fungi, antara lain kelembapan, suhu, keasaman substrat,
pengudaraan, dan kehadiran nutrien-nutrien yang diperlukan.
Jamur adalah mikroorganismae eukaryotik
yang hidup secara saprofit karena tidak dapat berfotosintesa. Di alam ini jamurdapat bersifat sangat
merugikan manusia dengan menimbulkan infeksi (penyakit) dan toksin yang
dihasilkan ataupun bersifat menguntungkan dengan menghasilkan produk - produk
yang dapat digunakan oleh manusia sebagai contoh antibiotika, vitamin, asam
organik dan enzim.
B.
Ciri-ciri Jamur
ciri-ciri
umum jamur yaitu eukariotik, tidak dapat berfotosintesis, bersifat heterotrof,
ada yang uniseluler, struktur tubuh belum memiliki akar, batang dan daun hanya
berupa talus yang tersusun dari deretan sel yang berbentuk benang, yaitu hipa.
benang-benang hipa membentuk anyaman disebut miselium. Pada jamur ada juga
menguntungkan namun ada juga yang merugikan misalnya dapat menyebabkan penyakit
dan kebusukan. untuk contoh penyakit yang disebabkan oleh jamur seperti panu,
kadas dan keputihan. sedangkan untuk kebusukan dapat menyerang akar, batang dan
daun serta buah tanaman yang menyebabkan petani rugi. hal ini karena jamur
berhubungan dengan kehidupan kita. jadi ciri-ciri jamur yaitu
1.
Struktur
tubuh fungi terdiri atas uniseluler dan multiseluler. Fungi yang multiselur
tersusun atas hifa yang membentuk anyaman yang dinamakan dengan miselium.
2.
Hifa
pada jamur terbagi atas dua ada yang bersekat dan yang tidak bersekat atau
dinamakan dengan hifa coenositik. Hifa ini berfungsi untuk mengabsorbsi nutrisi
serta sebagai alat reproduksi vegetative berupa sporangium dan konidium.
3.
Tidak
memiliki klorofil sehingga fungi tidak mampu membuat makanannya sendiri.
4.
Bersifat
heterotrof dengan menguraikan zat organic (saprofit), parasit obligat dan
parasit fakultatif.
5.
Dinding
sel yang terbuat dari zat kitin
6.
Umumnya
habitat jamur pada tempat yang lembab.
7.
Sistem
pencernaan jamur bersifat ekstraseluler. Maksudnya jamur zat makanan diurai di
luar tubuh menggunakan enzim yang ada pada jamur dan kemudian jamur
mengabsorbsinya dalam bentuk zat yang sederhana.
8.
Sistem
reproduksi yang seksual dan aseksual.
9.
Sel
Jamur terdiri atas mitokondria, ribosom dan nucleus.
10.
Istilah
kapang (mold) menunjukkan jamur pada tahap reproduksi aseksual. Dimana jamur
menghasilkan spora aseksual yang banyak.
11.
Membentuk
tubuh buah seperti pada jamur merang.
C.
Karakteristik Jamur
1.
Tersusun atas komponen dasar yang diebut
hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun
jalinan-jalinan semu membentuk tubuh buah,\. Hifa sendiri adalah struktur
menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini
menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa.
2. Habitat
jamur yaitu didarat dan ditempat lembab.
3. cara
hidup jamur bersifat heterotrof. Untuk memperoleh makanannya, jamur menyerap
zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya
dalam bentuk glikogen. oleh karena itu jamur merupakan konsumen maka jamur
bergantung pada substrat yang menyediakan karbohdrat, protein, vitamin, dan
senyawa kimia lainnya. sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat saprofit.
D.
Reproduksi Jamur
Spora
jamur memiliki berbagai bentuk dan ukuran, dan dapat dihasilkan secara seksual
maupun aseksual. Pada umumnya spora adalah organisme uniseluler , tetapi ada
juga spora multiseluler. Spora dihasilkan di dalam atau dari struktur hifa yang
terspesalisasi. Ketika kondisi lingkngan memungkinkan, pertumbuhan yang cepat, jamur
mengklon diri mereka sendiri dengan cara menghasilkan banyak sekal spora secara
aseksual. Terbawa oleh angin atau air, spora-spora tersebut berkecamabh jika
berada pada tempat yang lembab pada permukaan yang sesuai (Campbell 2003).
Menurut
Pelczar (1986), bahwa spora seksual yang dihasilkan dari peleburan dua nukleus.
Ada beberapa spora seksual yaitu:
1) Aksospora: Spora
bersel satu ini terbentuk di dalam pundi atau kantung yang dinamakan askus.
Biasanya terdapat delapan askospora di dalam setiap askus.
2) Basidiospora: Spora bersel satu
ini terbentuk di atas struktur berbentuk ganda yang dinamakan basidium.
E.
Struktur Tubuh Jamur
Jamur termasuk
tumbuhan tingkat rendah dan seperti halnya dengan tumbuhan lainnya jamur
mempunyai 2 fase dalam siklus hidupnya, yaitu:
1. fase
vegetatif
2. fase
reproduktif/generatif.
Struktur
vegetatif dari jamur sendiri terdiri dari hifa yang menyerupai
benang-benangpanjang. Hifa secara kolektif membentuk miselium dan panjangnya
ada yang sampai beberapa meter. Hifa ada yang beruas dan tak beruas. Pada hifa
yang beruas hifanya terbagi dengan sekat-sekat dan setiap ruas mengandung satu
nucleus atau banyak nucleus.Pada tipe yang tak beruas terdiri dari hifa yang
mempunyai banyak nucleus yang tidak dibatasi oleh sekat. Pada tipe ini dapat
pula dijumpai dinding sekat terutama pada hifa yang tua.
Jamur
parasit mempunyai hifa yang ektofitik atau endofitik. Miselium yang ektofitik
berada pada permukaan tanaman inang sedangkan miselium yang endofitik berada
didalam jaringan tanaman inang dan dapat tumbuh secara interseluler (diantara
sel) atau intraseluler (masuk kedalam sel). Hifa yang ektofitik dan
interseluler membentuk haustorium ke dalarn sel untuk memperoleh zat makanan.
Bentuk haustorium dapat bulat atau seperti akar.
sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit
obligat, parasite fakultatif, atau saprofit.
-
Parasit obligat
Merupakan sifat jamur
yang hanya dapat hidup pada inangnya, sedangkan di luar inangnya tidak dapat
hidup. Misalnya, Pneumonia carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita
AIDS).
-
Parasit fakultatif
Adalah jamur yang
bersifat parasit jika mendapatkan inang yang sesuai, tetapi bersifat saprofit
jika tidak mendapatkan inang yang cocok.
-
Saprofit
Merupakan jamur pelapuk
dan pengubah susunan zat organik yang mati. Jamur saprofit menyerap makanannya
dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian
besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk
mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah
diserap oleh hifa.

Struktur tubuh fungi terdiri atas
sel eukariotik yang tersusun oleh dinding sel yang mengandung zat kitin.
Uniknya zat kitin pada jamur mirip dengan zat kitin pada kerangka luar
athropoda sobat. Zat kitin ini tersusun atas polisakarida, sifatnya kuat dan
fleksibel. Benang-benang halus yang menyusun tubuh jamur disebut dengan hifa. Hifa
pada jamur dapat bercabang-cabang yang nantinya akan membentuk jaringan yang
disebut miselium. Miselium ini yang akan membentuk jalinan hingga terbentuknya
tubuh buah seperti pada jamur merang.
Selain itu, hifa pada jamur juga
memiliki pembatas atau sekat antar sel yang disebut septa. Septa pada jamur
memiliki pori yang cukup besar sehingga organel sel dapat mengalir dari sel ke
sel lainnya. Pada beberapa jenis jamur, hifa tidak memiliki sekat yang disebut
dengan hifa asepta. Hifa ini merupakan massa sitoplasma yang panjang dan
mengandung ratusan hingga ribuan nucleus yang disebut dengan hifa senositik.
Inti sel yang jumlahnya banyak disebabkan pembelahan inti sel yang berulang
tanpa disertai pembelahan sitoplasma. Adapun hifa yang bercabang-cabang dan
membentuk miselium memungkinkan jamur mengabsorbsi nutrisi lebih banyak.
Jamur yang sifatnya parasitisme
memiliki hifa yang termodifikasi yang dinamakan dengan haustorium. Haustorium
ini memiliki ujung yang fungsinya menembus jaringan host dan mengabsorbsi
nutrisi dari host. Adapun hifa pada sebagian miselium berdiferensiasi membentuk
alat reproduksi yang fungsinya menghasilkan spora. Miselium ini dinamakan
dengan miselium generative.
Tubuh
jamur tersusun atas komponen dasar yang disebut Hifa. Hifa membentuk jaringan
yang disebut Miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu membentuk tubuh
buah. Hifa sendiri adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding
berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa.
Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
F.
Klafikasi Jamur
1)
Divisi Ascomycota
Jamur Ascomycota “jamur kantung” ada
yang uniseluler dan multiseluler. Jamur ini ada yang bersifat parasit dan ada
juga yang bersifat saprofit.
Spesies
yang tergolong Ascomycota, diantaranya sebagai berikut:
a) Penicillium
Jamur ini berwarna hjjau kebiruan
dan tumbuh baik pada buah-buahan yang telah masak, roti, nasi, serta makanan
bergula. Penicillium dibagi menjadi dua: Penicillium Camemberti dan Penicilium
Requeforti, kedua jamur ini dimanfaatkan dalam industri keju. Beberapa setelah
keju tersebut ditanam diatas keju, cabang hifa akan tumbuh diseluruh keju.
b) Ragi
(Saccharomyces)
Merupakan organisme uniseluler yang
dikelompokkan ke dalam Ascomycotakarena reproduksi seksualnya terjadi dengan
pembentukan Askus
c) Neurospora
Jamur ini dimanfaatkan untuk
pembuatan makanan dari kacang tanah dengan suatu proses fermentasi jamur.
Selain dimanfaatkan sebagai pembuatan oncom, jamur juga digunakan sebagi objek
penelitian genetika.
d) Higrophorus
Coccineal dan Morcella Deliciosa
Jamur ini bersifat parasit, banyak
menyerang hewan selain itu, dapat membusukkan kayu dna buah-buahan.
2)
Divisi Basidiomycota
Pada umumnya tubuh buah jamur dari
divisi Basidiomycota berukuran besar (Makroskopis), walapun ada juga yang
berukuran kecil (Mikroskopis). Jamur dari divisi basidomycota memiliki ciri
khas, yang memiliki Basidium. Basidium merupakan alat reproduksi seksual yang
terdapat dalam bilah. Seluruh Basidium berkumpul membentuk suatu badan yang
disebut Basidiokarp. Spora yang dihasilkan dalam basidium dinamakan
Basidiospora.
Beberapa
contoh spesies dari Divisi Basidiomycota, antara lain:
a) Puccinia
Graminis
b) Jamur
Merang (Volcariella Volvacea)
c) Ustilago
maydis
d) Jamur
Kuping
e) Amanita
Muscaria
G.
Peranan Jamur dalam bidang Pangan
Jamur ada yang
bisa diolah menjadi masakan, ada pula yang justru mengandung racun. Jamur yang
bisa dimasak pada umumnya mengandung aneka nutrisi yang bermanfaat seperti
protein, air, kalori, karbohidrat, zat besi, kalsium,vitamin B, vitamin C dan
serat. Jamur berperan dalam keseimbangan lingkungan. ada jamur yang
menguntungkan dan jamur yang dapat merugikan, diantaranya :
1.
Jamur Menguntungkan
Jamur
menguntungkan meliputi berbagai jenis adalah sebagai berikut.
a.
Volvariella volvacea (jamur merang)
berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.

produk makanan jamur merang
b.
Pleurotus sp. (jamur tiram) sebagai bahan pangan
budidaya jamur tiram
c. Jamur kancing. Selain jamur tiram,
jamur kancing juga mudah ditemui di supermarket. Bentuknya bulat mirip kancing
dan sering dikreasikan dalam masakan seperti lumpia isi kornet jamur atau
masakan Barat sejenis pastry.
d.
Jamur Kuping Hitam kering /Auricularia
polytricha. jamur kuping berkhasiat
membantu melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Mengurangi penyumbatan pada
pembuluh darah , dan bagus sebagai anti oksidant penangkal Radikal bebas ,
pencegah timbulnya kanker
jamur
kuping hitam
e.
Jamur
Enoki adalah satu dari macam-macam jamur yang memiliki aroma buah-buahan.
Bentuknya panjang, batangnya putih dan bisa dimakan mentah, dimasukkan ke dalam
sup atau dicampurkan dalam berbagai jenis makanan.

jamur enoki
f.
Jamur
shitake. Jamur yang satu ini warnanya beige atau cokelat gelap. Jamur shitake
banyak digunakan dalam masakan Jepang seperti udon seafood. Namun untuk
mengonsumsi jamur shitake, perlu diwaspadai karena jamur ini mirip dengan jamur
beracun ‘Omphalotus guepiniformis’. Jadi bila ingin membeli jamur shitake,
sebaiknya lebih teliti karena kedua jamur ini sangat mirip.

jamur
shitake
2.
Jamur Merugikan
Beberapa
jenis jamur dapat merugikan manusia, misalnya jamur yang bersifat patogen atau
menimbulkan penyakit. misalkan racun, merusak tanaman budidaya sehingga
menggagalkan panen, dan membusukkan bahan makanan, Macam-macam jamur yang
merugikan adalah sebagai berikut:
a.
Jamur payung maut(Amanita phlloides)

Jamur
payung maut mengandung senyawa toksik yang bernama amatoxin. Jika termakan,
racun tersebut dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ hati dan ginjal.
b.
Jamur malaikat penghancur(Amanita virosa)

Jenis jamur
beracun yang satu ini dikenal di Eropa dengan sebutan the destroying angle atau
malaikat penghancur. Sama seperti jamur payung maut, jamur malaikat penghancur
juga mengandung dosis amatoxin yang mematikan. Jamur ini biasanya tumbuh di
hutan-hutan campuran dan di tanah berlumut saat musim panas dan musim gugur.
c. Jamur
Morel Palsu (Gyromitra Esculenta)

Istilah
jamur morel palsu mencangkup sejumlah spesies jamur berbeda, seperti gyromitra
esculenta (jamur bistik sapi), gyromitra caroliniana, dan jamur lainnya dalam
genera Verpa dan Helvella. Disebut morel palsu karena jamur ini memiliki
kemiripan dengan jamur dalam genus morchella (morels sejati) yang dapat
dimakan.Jamur beracun yang dapat ditemukan di hutan konifer di seluruh Eropa
dan Amerika Utara ini yang mengandung senyawa kimia monomethyl hydrazine (MMH)
yang dapat menyebabkan muntah, pusing, diare, hingga kematian jika dimakan. MMH
juga diduga bersifat karsinogenik.
d. Jamur
Skullcap Musim Gugur (Galerina Marginata)

Jamur
berbahaya ini tumbuh di banyak tempat di seluruh dunia, mulai dari Eropa,
Amerika Utara, Asia, hingga Australia. Jamur skullcap musim gugur umumnya
tumbuh di atas kayu-kayu yang sudah mati, khususnya kayu konifer.
e. Jamur Podostroma Cornu-Damae

Jika
dilihat sekilas, jamur ini terlihat mirip dengan cabai merah yang berdiri di
atas tanah. Meski tampilannya sangat menarik, jamur jenis mengandung racun yang
sangat berbahaya bagi tubuh.
f. Jamur
Dapperling (Lepiota sp.)

Jamur
dapperling mematikan dapat ditemukan di hutan konifer di seluruh Eropa dan
Amerika Utara. Jamur ini mengandung senyawa amatoxin mematikan yang mampu
menghancurkan organ hati yang memakannya. Jamur beracun ini juga dapat ditemui
di kawasan Asia seperti Tiongkok. Karena terlihat mirip dengan spesies jamur
yang dapat dimakan seperti tricholoma terreum dan marasmius oreades, beberapa
orang mungkin dengan tidak sengaja telah memakan jamur ini dan mengalami
kerusakan pada sebagian organ tubuhnya.
g.
Jamur Fly Agaric (Amanita Muscaria)

Jamur
ini memiliki warna yang bervariasi, mulai dari merah terang, jingga, kuning,
hingga putih. Di atas topi jamurnya terdapat bintik-bintik putih yang kurang
sedap dilihat. Senyawa toksik utama dalam jamur ini adalah muscimol dan asam
ibotenic yang bersifat halusinogen dan psikoaktif. Kedua hal tersebut dapat
mempercepat gangguan sistem saraf, denyut jantung, mulut kering, dan
halusinasi. Gejala lain yang dapat terjadi setelah memakannya adalah diare,
vertigo, koma, muntah, dan beberapa efek lainnya.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Jamur
adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi
(Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung. Jamur menempati lingkungan yang
sangat beragam yang berasosiasi secara simbiotik dengan banyak organisme baik
di darat maupun di air. Sebagian besar fungi adalah organisem multiseluler
dengan hifa yang dibagi menjadi sel-sel oleh dinding yang bersilangan atau
septa. Dinding sel pada fungi dilindungi oleh Selulosa dan Kitin (polisakarida
yang mengandung unsur N). Fungi dapat berkembang biak dengan dua cara yaitu
cara seksual dan aseksual.
Berdasarkan
pada cara dan cirri reproduksinya terdapat empat kelas cendawan sejati atau
berfilamen di dalam dunia jamur yaitu: Ascomycetes, dan Basidiomycetes. Jamur
ada yang dimanfaatkan manusia untuk dimakan dan ada jamur yang beracun.
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell, dkk. 2003. Biologi jilid 2.
Jakarta: Erlangga
http://wikipedia.com/diakses tanggal 10
Maret 2020
http://scribdco.id/diakses tanggal 10
Maret 2020
Kimball, John W. 1999. Biologi jilid 3.
Jakarta: Erlangga
Pelczar, Michael J. 1986. Dasar-Dasar
Mikrobiologi. Jakarta: UI-Press. Hal: 131


Komentar
Posting Komentar