Makalah Pembuatan Kompos


MAKALAH PEMBUATAN KOMPOS






          PUTRI DIANA  : 1616042007



Program Studi Pendidikan Ipa 
Fakultas Matemetika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Makassar





KATA PENGANTAR

Puji dan syukur bagi Allah SWT. Tuhan pencipta alam semesta raya, Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.,kepada para keluarganya dan sahabat-sahabatnya yang setia. Berkat taufiq dan hidayah-Nya makalah ini dapat penulis selesaikan.
Walaupun penyusunan makalah ini diusahakan secara maksimal, namun adanya kekurangan tetap tidak dapat dihindarkan. Untuk itu penulis mengharapkan saran yang dapat dijadikan acuan untuk perbaikan makalah ini dari pembaca sekalian, dan ucapan terima kasih kepada pembaca.
Harapan yang tulus ikhlas berupa persembahan kepada Allah SWT., kiranya makalah ini dapat membawa manfaat bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Amin.















BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Saat ini, banyak sekali orang-orang yang membudidayakan tanaman hias dan sektor pertanian yang sangat luas di Indonesia. Oleh karena itu untuk mendapatkan tanaman dan hasil pertanian yang baik, kita harus memberi unsur-unsur yang dioerlukan tanaman. Salah satunya adalah pupuk. Pupuk dibedakan menjadi dua yaitu pupuk organic dan anorgaanik.
Pupuk organik salah satunya adalah kompos. Kompos adalah bahan-bahan organik yang telah melakukan pelapukan karena adanya interaksi antara mikroorganisme yang bekerja di dalalamnya. Kompos banyak sekali macamnya, membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk dengan cepat. Proses ini melipiti membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, pengaturan aerasi, penambahan aktivator pengomposan.
Dalam kehidupan sehari-hai kita pasti menemukan banyak sampah dimana-mana. Setiap hari sampah sellau bertambah, seiring waktu sampah semakin bertumpuk maka kita harus mengelolanyal. Ada banyak cara mengelola sampah, untuk menegelola sampah organic kita akan membuat pupuk kompos menggunakan sampah.

B.     Rumusan masalah
1.      Apa pengertian dari kompos ?
2.      Apa saja manfaat pupuk kompos ?
3.      Apa itu starter pupuk kompos ?
4.      Bagaimana proses dalam membuat pupuk kompos ?
5.      Apa saja perubahan-perubshsn yang terjadi pada pengomposan ?






BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kompos
Kompos adalah pupuk organik sebagai hasil biologi oleh aktivitas mikroorganisme decomposer (bakteri dan cacing) dalam menguraikan atau decomposisi bahan organic menjadi humus. Teknologi pengomposan sampah sampah sangat beragam baik secara aerobic maupun anaerobik dengan atau tanpa aktivator pengomposan. Aktivator pengomposan yang sudah banyak beredar antara lain, PROMI ( Promoting mikrobes), OrgaDec, SuperDec, ActiComp, BioPos, EM4 dan setiap Aktivator memiliki keunggulan masing-masing.
Pengomposan aerobic paling banyak dilakukan karena murah dan mudah untuk dilakukan, serta tidak membutuhkan control proses yang terlalu sulit. Dekomposisi bahan dilakukan oleh mikroorganiasme didalam bahan itu sendiri dengan bantuan udara. Sedangkan pengomposan secara anaerobik memanfaatkan mikroorganisme yang tidak membutuhkan udara dalam mendegradasi bahan organi.
Hasil akhir dari pengomposan ini adalah bahan yang sangat di butuhkan untuk kepentin gan tanah-tanah pertanian di Indonesia, sebagai upaya untuk memperbaiki sifat kimia, fisika dan bilologi tanah, sehingga produksi tanaman menjadi tinggi. Bahan baku pengomposan adalah semua materisl yang mengandung karbon dan nitrogen, seperti kotoran hewan, sampah hijauan, sampah kota, lupur cair, dan limbah industry pertanian.

B.     Manfaat pupuk kompos
Kompos memeperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Kompos memiliki banyak manfaat ditinjau dari beberapa aspek diantaranya yaitu :
Aspek Ekonomi :
·         Menghemat biaya untuk transportasi dan penoimbunan limbah
·         Mengurangi volume/ukuran limbah
·         Memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada bahan asalnya
Aspek Lingkungan :
·         Mengurangi polusi udara karena pembakan limbah dan pelepasan gas metana dari smapah organik yang membusuk akibat bakteri metanogen ditempat pembuamngan sampah
·         Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan
Aspek tanah/tanaman :
·         Meningkatkan kesuburan tanah
·         Memperbaiki struktur dan karajteristik tanah
·         Meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah
·         Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
·         Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, gizi, dan jumlah panen)
·         Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
·         Meningkatatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah
Starter kompos adalah mikroorganisme decomposer (yang terdiri dari bakteri pengurai, dan mikroba pengurai lainnya) yang telah di isilasi yang digunakan untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organic. Contohnya adalah OrgaDec, StarDec, EM-4, Harmony, MOL ( Mikroorganisme local).
C.    Proses pembuatan kompos
Proses pengomposan akan segera berlangsung setelah bahan-bahan mentah tercampur.proses pengomposan secara sederhana dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap aktif dan tahap pematangan. Selama tahap awal proses, oksigen dan senyawa-senyawa yang mudah teregradasi akan segera di manfaatkan oleh mikroba mifofilik. Suhu tumpukan kompos akan meningkat dengan cepat. Demikian pula akan diikuti dengan peningkatan pH kompos, suhu akan meningkat hingga diatas 50˚ - 70˚ C, suhu akan tetap tinggi selama waktu tertentu. Mikroba yang aktif pada kondidi ini adalah temofilik , yaitu mikroba yang aktif pada suhu tinggi. Pada saat ini terjadi dekomposisi/penguraian bahan organic yang sangat aktif, mikroba dalam kompos  dengan menggunakan okesigen akan menguraikan bahan organic menjadi CO2, uap air dan panas. Setelah sebagian bahan terurai, maka suhu akan berangsur-angsur mengalami penurunan, pada saat ini terjadi pematangan kompos tingkat lanjut, yaitu pembentukan komplek humus.  Selama proses pengomposan akan terjadi penyusutan volume maupun biomasa bahan, penguraian ini daopat mencapai 30 – 40% dari volume/bobot awal bahan.
Adapun perubaahan-perubahan yang terjadi pada pengomposan yaitu :
·         Hidrat arang (selulosa, hemiselulosa dll) diurai menjadi CO2 & H2O atau CH4 & H2
·         Unsur-unsur hara dari senyawa organic akan terbebas menjadi senyawa an-organik sehingga tersedia didalam tanah bagi keperluan tanaman.
·         Lemak dan lilin diurai menjadi CO2 dan air.

























BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :
Dari makalah ini dapat disimpilkan bahwa :
·   Pembuatan kompos dapat mengurai sampah, sekaligus menguntunggkan bagi kita. Kompos memiliki manfaat dari berbagai aspek diantaranya; aspek ekonomi, asspek lingkingan, dan tanaman/tanah
·   Kompos adalah pupuk organic sebagai hasil dari proses biologi oleh aktivitas mikroorganisme decomposer (bakteri dan cacing) dalam menguraikan atau decomposisi bahan orgnik menjadi humus
·   Dalam mempercepat proses pembuatan kompos diperlukan starter atau decomposer
·   Didalam proses pengomposan banyak terjadi perubahan-perubahan, contohnya adalah lemak dan lilin diurai menjadi CO2 dan air.















Komentar