MAKALAH TENTANG
SISTEM EKSKRESI PADA KULIT
DISUSUN OLEH :
HILDA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA REGULER 2016
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Proses metabolisme tubuh meliputi proses menghasilkan energi dan zat yang berguna bagi tubuh. Dalam proses metabolisme, dihasilkan zat-zat sisa yang tidak diperlukan oleh tubuh. Zat-zat ini harus dikeluarkan dari tubuh karena dapat membahayakan tubuh. Poses pengeluaran zat-zat sisa dari dalam tubuh disebut ekskresi. Seringkali setelah berolahraga seseorang akan mengeluarkan keringat. Proses berkeringat ternyata berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme. Bagian tubuh yang berperan untuk mengeluarkan keringat adalah kulit.
Di dalam tubuh kita , terjadi proses pembakaran (oksidasi) sari-sari maanan agar diperoleh zat gizi dan atau energi yang bergua bagi tubuh. Tetapi dalam proses metabolisme tersebut dihasilkan pula zat-zat yang tida berguna bagi tubuh atau sebagai sampah. Zat-zat yang tidak berguna itu apabila tetap tinggal di dalam tubuh kita akan membahayakan kesehatan. Karena itulah zat-zat sisa tersebut harus dikeluarkan dari tubuh. Ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh. Kulit merupakan salah satu alat ekskresi yang diperlukan tubuh untuk mengeluarkan air, garam, dan urea dari dalam tubuh berupa keringat. Ekskresi melalui kulit sangat berhubungan dengan suhu dan aktivitas yang dilakukan.
Kulit merupakan oragn yang menutupi permukaan tubuh dan membentuk perbatasan antara tubuh dengan lingkungan. Oleh karena itu kulit berada pada bagian paling luar sehinggga kulit merupakan bagian bagian tubuh yang paling sering terpapar dengan berbagai faktor, baik fisik maupun kimia yang dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan kulit. Sinar matahari merupakan salah satu faktor fisik yang membahayakan kulit.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kulit
Kulit adalah organ pelindung yang menutupi seluruh permukaan tubuh. Kulit merupakan lapisan yang sangat tipis yang ketebalannya hanya beberapa milimeter. Organ yang terdiri atas tiga lapisan, yaitu lapisan kulit ari (epidermis), lapisan kulit jangat (dermis), dan jaringan bawah kulit (subkutan). Selain berfungsi sebagai alat ekskresi, kulit juga berfungsi sebagai pelindung tubuh, mencegah masuknya kuman penyakit, mengatur suhu tubuh, dan menjaga pengeluaran air agar tidak berlebihan. (Agus Sutanto, 2013).
Tubuh memiliki kemampuan untuk mengatur berapa banyak jumlah air yang harus dikeluarkan oleh tubuh agar jumlah air di dalam darah tetap seimbang. Cairan yang ada di dalam tubuh haruslah tetap seimbang dan harus tetap mempertahankan tekanan dalam darah. Jumlah air didalam darah akan diatur oleh bagian hipotalamus. Ketika otak mendeteksi bahwa didalam darah terlalu banyak air, maka hipotalamus akan melepaskan sejumlah hormon yang mendorong ginjal untuk meningkatkan jumlah urin yang dikeluarkan. Begitu pula ketika suhu udara panas di siang hari, ketika jumlah cairan di dalam darah tinggi, maka hipotalamus akan mengeluarkan hormon tertentu dan memberikan signal pada kelenjar keringat yang ada di dalam kulit untuk memproduksi keringat yang lebih banyak (Alief Hamsa,2012).
Zat yang diekskresikan kulit adalah keringat. Ketika udara panas, kulit mengeluarkan keringat yang mengandung air, urea, dan garam. Keringat yang keluar ke permukaan kulit akan segera menguap. Dalam proses penguapan ini, keringat menyerap energi panas dari dalam tubuh sehingga suhu tubuh menjadi lebih dingin. Jadi fungsi keringat adalah untuk mengatur suhu tubuh dengan cara membuang panas yang berlebihan. Keringat keluar melalui pori-pori yang terdapat hampir diseluruh permukaan kulit. Dalam sehari semalam, keringat yang keluar melalui pori-pori ini dapat mencapai 8 liter. Pada saat melakukan aktivitas fisik yag berat seperti berolahraga dan kerja keras dibawah terik matahari, keringat yang dihasilkan akan lebih banyak lagi(Anonim, 2015).
B. Struktur dan Fungsi Organ Penyusun Sistem Ekskresi Kulit
1. Kulit ari(epidermis)
Kulit ari tersusun atas 3 lapisan, yaitu lapisan tanduk(stratum korneum), lapisan granula(stratum granulosum), dan stratum germinativum. Lapisan tanduk berada pada bagian paling luar. Lapisan tanduk merupakan jaringan mati ynag terdiri atas banyak lapis sel pipih. Lapisan tanduk sering mengelupas dan digantikan oleh jaringan di bawahnya. Lapisan tanduk berfungsi untuk melindungi sel-sel didalamnya dan mencegah masuknya kuman penyakit.
Lapisan granula terletak dibawah lapisan tanduk. Lapisan ini terdiri atas sel bergranula yang lama-kelamaan akan mati dan kemudian terdorong keatas menjadi lapisan bagian bagian tanduk. Pada lapisan ini terdapat pigmen melanin yang memberikan warna pada kulit dan melindungi kulit dari sengatan sina matahari. Warna pigmen kulit bermacam-macam sehingga ada orang yang berklit hitam, sawo matang, atau kuning langsat. Apabila lapisan ini tidak mengandung pigmen kulit, orang tersebut menderita albino.
Stratum germanativum tersusun atas dua lapisan sel. Lapisan atas(stratum spinosum) mengandung sel-sel baru. Sel-sel ini akan terdorong ke atas menjadi bagian lapisan lapisan granula karena dibawahnya terbentuk sel-sel baru yang dibuat oleh sel yang terus-menerus membelah(stratum basal).
2. Kulit jangat (Dermis)
Kulit jangat treletak di bawah lapisan kulit ari. Di dalam kulit jangat terdapat pembuluh darah, kelenjar keringat(gradula sudorifera), kelenjar minyak(glandula sebassea), dan kantong rambut. Selain itu, terdapat juga ujung-ujung saraf indra yang terdiri atas ujung saraf peraba dingin(korpuskula krausse), peraba tekanan(korpuskula paccini), peraba panas(korpuskula Ruffini), peraba sentuhan(korpuskula Ruffini), peraba sentuhan(korpuskula Meissner), dan peraba nyeri.
Kelenjar minyak menghasilkan minyak yang disebut sebum yang berguna untuk meminyaki rambut agar tidak kering. Di bagian bawah kantong rambut terdapat pembuluh kapiler darah yang mengangkut sari makanan ke akar rambut sehingga rambut terus tumbuh. Didekat akar rambut terdapat otot rambut. Pada waktu kita merasa takut atau dingin, otot rambut berkontraksi sehingga rambut menjadi tegak.
Kelenjar keringat berbentuk pipa terpilin, memanjang dan epidermis hingga masuk kebagian dermis. Pangkal kelenjarnya menggulung, dikelilingi oleh kapiler darah inilah, kelenjar keringat menyerap cairan jaringan yang terdiri atas air, larutan garam, dan urea. Cairan jaringan tersebut dikeluarkan sebagai keringat melalui jaringan kelenjar keringat dn kahirnya dikeluarkan melaui pori-pori kulit. Pengeluaran keringat dipengaruhi oleh cuaca (panas atau dingin), aktivitas, makanan, dan minuman.
3. Jaringan bawah kulit(Subkutan)
Pada jaringan bawah kulit, terdpat jaringan lemak(adiosa). Jaringan lemak berfungsi untuk enyimpan lemak sebagai cadangan makanan dan menjaga suhu tubuh agar tetap hangat (Agus Susanto dkk, 2013).
B. Proses pengeluaran keringat
Pada umumnya keringat diproduksi karena rangsang dari luar seperti perubahan panas atau suhu. Hal ini dilakukan sebagai mekanisme tubuh dalam mempertahankan kelembapan kulit. Selain itu produksi keringat juga bisa disebabkan rangsangan dari dalam sperti emosi, rasa takut, dan gugup. Jadi produksi keringat ini bisa dipengaruhi faktor dari dalam atau faktor dari luar berupa perubahan lingkungan. Pengeluaran keringat melalui keringat kulit terjadi sebagai efek peningkatan suhu yang melewati batas kritis, yaitu 37°C akan menyebabkan pengeluaran keringat yang cukup banyak sehingga mampu membuang panas tubuh yang dihasilkan dari metabolisme basal 10 kali lebih besar. Pengeluaran keringat merupakan salah satu mekanisme tubuh ketika suhu meningkat melampaui ambang kritis.
Pengeluaran keringat dirangsang oleh pengeluaran impuls di area proptik anterior hipotalamus melalui jaras saraf impuls simpatis ke seluruh kulit tubuh kemudian menyebabkan rangsangan pada saraf kolinergic kelenjar keringat, ynag merangsang produksi keringat. Kelenjar keringat juga dapat mengeluarkan keringat karena rangsangan dari epinefrin dan norefineprin (Alief Hamsa,2012)
C. Memelihara Kesehatan Organ Ekskresi
Manusia dikatakan sehat jika bagian-bagian tubuh, mulai dari sel hingga sistem organ berfungsi dengan baik. Kulit merupakan organ ekskresi yang mengeluarkan air dan garam mineral dalam bentk keringat. Agar kulit dapat bekerja dengan optimal, permukaan kulit harus bersih dari debu dan kotoran klit. Selain itu, kulit juga harus bersih dari organisme yang menutup permukaan kulit, misalnya jamur.
Agar kulit tetap bersih dan sehat, kulit dibersihkan secara rutin, misalnya mandi dua kali sehari dengan menggunakan sabun. Setelah itu badan dikeringkan dengan handuk bersih. Bisa juga dengan meggunakan lotion untuk mencegah kulti kering dan melindungi kulit dari sengatan matahari. Mengomsumsi air putih yang cukup, makan makanan yang bergizi, berolahraga dan istirahat yang cukup dapat menjaga kulit selalu sehat (Agus Sutanto, dkk :2013).
BAB III
PENUTUP
Media pembelajaran Kulit manusia ini digunakan sebagai alat peraga pendidikan khususnya mata pelajaran IPA Biologi di SMP. Dapat digunakan pada materi tentang sistem ekskresi pada manusia, khususnya sistem ekskresi kulit. Model ini memperlihatkan rambut dengan akarnya dalam kantong akar rambut dan kelenjar keringat, menunjukkan struktur dan bagian-bagian kulit sehingga membantu peserta didik memahami struktur kulit pada manusia. Selain itu, peserta didik akan belajar fungsi dari kulit dan juga fungsi dari struktur kulit manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2015. Bagaimana proses ekskresi pada kulit.(diakses dari internet pada tanggal 24 Mei 2018).
Hamsa, Alif. 2012. Kulit Sebagai Organ Ekskresi.(diakses dari internet pada tanggal 24 Mei 2018).
Susanto, Agus, dkk. 2013. Ipa Terpadu Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Komentar
Posting Komentar