Makalah Pergerakan Lantai Samudra

 

MAKALAH

PERGERAKAN LANTAI SAMUDRA

 

DISUSUN OLEH :

 

1. Iva Nilawati

2. Hilda

3. Nurul Hikmah Hasanuddin

 

 

PRODI PENDIDIKAN IPA REGULER 2018

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

ALAM

UNIVESITAS NEGERI MAKASSAR


 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1. Latar Belakang

          Menurut teori Tektonik Lempeng, lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu lempengan tipis dan keras yang masing-masing saling bergerak relatif terhadap yang lain. Gerakan ini terjadi secara terus-menerus sejak bumi ini tercipta hingga sekarang. Teori Tektonik Lempeng muncul sejak tahun 1960-an, dan hingga kini teori ini telah berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis, seperti gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunung berapi, juga tentang bagaimana terbentuknya gunung, benua, dan samudera. Lempeng tektonik terbentuk oleh kerak benua (continental crust) ataupun kerak samudera (oceanic crust), dan lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earth’s mantle)

            Kerak benua dan kerak samudera, beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer. Kepadatan material pada kerak samudera lebih tinggi dibanding kepadatan pada kerak benua. Demikian pula, elemen-elemen zat pada kerak samudera (mafik) lebih berat dibanding elemen-elemen pada kerak benua (felsik). Di bawah litosfer terdapat lapisan batuan cair yang dinamakan astenosfer. Karena suhu dan tekanan di lapisan astenosfer ini sangat tinggi, batu-batuan di lapisan ini bergerak mengalir seperti cairan (fluida). Litosfer terpecah ke dalam beberapa lempeng tektonik yang saling bersinggungan satu dengan lainnya.

 

2. Rumusan Masalah

a. Apa macam-macam transfer panas?

b. Bagaimana sumber panas bumi utamanya di Indonesia?

c. Bagaimana karakteristik sumber panas bumi?

d. Bagaimana kaitannya tektonik lempeng dalam beberapa bidang ilmu?

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1 Transfer Panas

            Transfer panas ada 3, yakni konduksi, konveksi, dan radiasi. Transfer panas secara konduksi adalah perpindahan panas yang hanya terjadi didalam bahan, dimana perpindahan energinya darisuhu tinggi ke suhu rendah. Proses perpindahannya tidak diikuti oleh berpindahnya molekul-molekul benda, tetapi molekulnya akan saling bertumbukan sehingga terjadi transfer energi. Umumnya terjadi pada benda padat.

            Transfer panas secara konveksi adalah perpindahan panas disertai perpindahan partikelnya. Umumnya terjadi dalam cairan dan gas. Jika zat cair dalam suatu wadah dipanaskan, maka cairan yang dekat dengan sumber panas akan mengembang sehingga bergerak ke atas dan tempatnya akan digantikan oleh zat cair yang dingin, yang menyebabkan proses sirkulasi dalam zat cair tersebut. Transfer konveksi terjadi pada bagian atas dan bawah mantel.

            Adanya proses pergerakan lantai samudera dapat dilihat dari terbentuknya gunung dalam range yang besar dibawah permukaan air antara Afrika-Eropa dan pantai Atlantik Tengah.

 

2.2 Sumber Energi Panas Bumi

            Bumi terdiri dari 3 lapisan utama yakni:

a. Kerak bumi (crust)

merupakan lapisan paling atas dari susunan bumi yang memiliki ketebalan antara 25-40 km di daratan dan bisa mencapai 70 km dibawah pegunungan, sedang dibawah samudera ketebalannya lebih tipis dan bisa mencapai 5 km. Kerak bumi berbentuk materi padat.

            Antara kerak bumi dan mantel terdapat lapisan diskontinuitas yang disebut lapisan mohorovicic.

b. Selubung bumi (mantel)

            Merupakan lapisan yang berada dibawah kerak bumi dengan ketebalan sekital 2900 km. Kulit bumi bagian teratas dari selubung bumi dinamakan litosfer. Bagian selubung bumi yang terletak tepat dibawah litosfer merupakan batuan lunak tapi pekat dan jauh lebih panas.

            Litosfer sebenarnya bukan merupakan permukaan yang utuh, tetapi terdiri dari sejumlah lempeng-lempeng tipis dan kaku yang mengapung di atas astenosfer. Lempeng-llempeng ini bergerak secara er;ahan-lahan dan menerus. Dibeberapa tempat lempeng-lempeng bergerak memisah sementara dibeberapa tempat yang lainnyalempeng-lempeng saling mendorong dan salah satu diantaranya akan menujam dibawa lempeg lainnya. Karenapanas didalam astenosfer dan panas akibat gesekan, ujung dari lempengan hancur meleleh dan mempunyai temperatur tinggi (pross magmatisasi).

c. Inti Bumi

            Bagian inti bumi terbagi menjadi dua: yaitu inti bagian luar (outer core) dan inti bagian dalam (inner core). Inti bagian luar bersifat cair dengan ketebalam sekitar 2250 km. Sedangkan inti bagian dalam (inner core) bersifat padat dengan ketebalan sekitar 1220 km hingga ke titik pusat bumi.

 

            Pada dasarnya sistim panas bumi terbentuk sebagai hasil perpindahan panas dari suatu sumber panas ke sekelilingnya yang terjadi secara konduksi dan konveksi. Perpindahan panas secara konduksi terjadi melalui batuan, sedangkan perpindahan panas melalui konveksi terjadi karena adanya kontak antara air dengan suatu sumber panas. Keadaan ini menyebabkan air yang lebih panas bergerak keatas dan air yang lebih dingin bergerak turun ke bawah, sehingga terjadi sirkulasi air atau arus konveksi.

            Ada 3 lempengan yang berinteraksi di Indonesia, yaitu lempeng pasifik, lempeng India-australia dan lempeng Eurasia. Tumbukan yang terjadi antara ketiga lempen tektonik tesebut telah memberikan peranan yang sangat penting bagi terbentuknya sumber energi panas di Indonesia.

 

2.3 Karakterisasi Sumber Panas Bumi

            Ada beberapa jenis reservoir panas bumi, yaitu reservoir hidrothermal, reservoir bertekanan tinggi, reservoir batuan panas kering, dan reservoir magma.

            Reservoir hidrothermal adalah sistem panas bumi dimana reservoirnya mengandung uap, air, atau campuran keduanya, tergantung tekanan dan temperatur reservoirnya. Apabila temperatur lebih rendah dari temperatur saturasi atau temperatur titik didih air pada tekanan reservoir tersebut, maka fluida hanya terdiri dari satu fase saja, yaitu air. Apabila temperatur lebih tinggi dari temperatur saturasi atau temperatur titik didih air pada tekanan reservoir tersebut, maka fluida hanya terdiri dari satu fase saja, yaitu uap. Apabia tekanan dan temperatur reservoir sama denga tekanan dan temperatur saturasi air maka fluida terdiri dari dua fase, yaitu campuran uap dan air.

            Keanekaragaman sifat batuan dan intensitas [anas yang menyebabkan sistim panas bumi mempunyai karakteristik yang unik, yaitu berbeda satu dengan lainnya. Perbedaan ini tidak hanya jenis-jenis manifestasi permukaan dan karakteristik reservoirnya, tetapi juga dari kandungan kimia dalam air dan gas. Air meteorik (permukaan) yang masuk ke bawah permukaan melaui daerah resapan, karena terpanaskan oleh sumber panas dapat berubah komposisinya. Disamping itu, batuan trpanaskan tentuya akan mengalami perubahan biala ada mineral batuan ikut larut bersama airyang melaluinya.  Selain itu air panas dalam perjalanannya ke permukaan juga dapat mengalami perubahan fasa sehingga menjadi fluida dua fasa, yaitu campuran uap air.

            Fluida panas ersebut dapat juga bercampur dengan fuida lainnya, misalnya dengan fluida magmatik (termasuk gas-gas yang berasal dari magma) dan air dingin dari sumber lain. Kompsisi fluida panas juga akan berubah akibat oksidasi di dekat permukaan. Sistim hidrotermal mempunyai 4 komponen utama, yaitu sumber panas, daerah resapan untuk menangkap air hujan dan atau air lelehan salju.

            Prospek air panas bumi tersebar di area wilayah Indonesia. Ada 3 lempengan yang berinteraksi di Indonesia, yaitu empeng pasifik, lempeng Idia-Australia dan lempeng Eurasia. Tumbukan ketiga lempeng tektonik tersebut telah memberikan peranan yang sangat penting bagi terbentuknya sumber  energi panas bumi di Indonesia. Sistim panas bumi di Pulau Sumatera umumnya berkaitan dengan kegiatan gunung api andesitisriolitis yag disebabkan oleh sumber magma yang bersifat lebih asam dan lebih kental, sedangkan di pulau Jawa, Nusa Tenggara dan Sulawesi umumnya berasosiasi dengan kegiatan vulkanik bersifat andresitis-basalitis dengan sumber magma yang lebih cair.

            Akibat dari sistim penunjaman yang berbeda, tekanan atau kompesi yang dihasilkan oleh tumbukan miring antara lempeng India-Australia dan lempeng Eurasia meghasilkan sesar regional yang memanjang sepanjang Pulau Sumatera yag merupakan sarana bagi kemunculan sumber-sumber panas bumi yang berkaitan dengan gunung-guug api muda. Lebih lanjut dapat disimpulkan bahwa sisitim panas bumi di Pulau Sumatera umumnya lebih dikontrol oleh sistim patahan regional yang terkait dengan sistim sesar Sumatera, sedangkan di Jawa sampai Sulawesi, sistim panas buminya lebih dikontrol oleh sistim pensesaran yang bersifat lokal dan oleh sistem depresi kaldera yang terbentuk karena pemindahan masa batuan bawah permukaan pada saat letusan gunung api yang bersifat intensif dan ekstensif.

 

 

2.4 Teori Tektonik Lempeng

            Pergerakan lempeng-lempeng tersebut menurut teori tektonik lempeng disebabkan oleh arus konveksi yang terdapat didalam bumi, dimana gerakannya bisa divergen. Divergen yaitu pergerakandua buah lempeng tektonik atau lebih yang bergerak saling menjauh satu sama lainnya mengakibatkan material mantel naik keatas atau terjadi pergerakan mantel membentuk lantai samudera. Pergerakan mantel ini terjadi karena adanya pendinginan dari atas dan pemanasan dari bawah sehingga mantel akan bergerak ke atas.

            Konvergen adalah pergerakan lempeng tektonik yang bergerak saling mendekat(bertemu). Pergerakan ini dapat menyebabkan salah satu lempeng menyusup di bawah lempeng lainnya, menyebabkan empeng-lempeng saling bertumbukan keatas membentuk zona tumbukan.Karena gesekan dan tekanan yang tinggi, akan terjadi diferensisasi magma yang dapat naik ke permukaan bumi menjadi gunung api.

            Transform adalah pergerakan lempeng bergerak lateral satu sama lainnya atau bergerak saling bergesekan tanpa membentuk atau merusak litosfer.

 

2.5 Lempeng Tektonik dalam idang Ilmu Fisika

            Lapis teratas dari kulit bumi bersentuhan dengan kerak bumi yang relatif dingin,sementara lapis terbawah bersentuhan dengan lapis luar bagian inti panas. Akibatnya, material tebal yang lebih dingin mulai tenggelam akibat gravitasi dan pemanasan, material yang lebih tipis mulai naik, proses ini sring disebut dengan konveksi. Proses tekan mnekan lempeng tersebut telah menciptakan pengumpulan dan penimbunan energi didalam bumi. Jangka waktu proses penimbunana danpelepasan energi menimbulkan gempa bumi itu berlangsung antara 30-600 tahun. Pada saat rmuk atau pecah disaat itulah energi dipanaskan dan  bergerak dalam wujud gelombang. Energi ini akan menyebabkan getaran akan merambat dari sumber getaran ke permukaan bumi. Getaran ini disebut gempa bumi.

 

2.6 Lempeng Tektonik dalam Bidang Ilmu Biologi

            Bumi hingga sekarang adalah satu-satunya tempat yang mendukung kehidupan. Pecahan benua disebut sebagai puzzle raksasa. Keanekaragaman flora dan fauna dipermukaan bumi ini diperkirakan sesuai dengan perkembangan bumi dalam bentuk benua(kontinen) menurut teori apungan dan pergeseran benua.

 

2.7 Lempeng Tektonik dalam BIdang Ilmu Kimia

            Ketik bumi terbentuk, belum ada batu. Sekitar 4,5 miliartahun lalu, pemboman besar, proses yang dibangun bumi dari nebula surya, merilis jumlah yang luar biasa energi kawanan meteorit menabrak pkanet tumbuh, mengubah energi potensial gravitasi menjadi panas. Bahwa panas yang dihasilkan bola cair mengorbit matahari. Tidak ada tanah, tidak ada lautan, dan tidak atmosfer.ketika pemboman itu mereda, batu muncul.

2.8 lempeng tektonik dalam bidang geologi

            Kerak bumi atau lithospher sebagai besar disusun oleh batuan beku dan selebihnya disusun oleh bantuan sedimen dan metamorf. Walaupun batuan beku dominan sebagai penyusun kerak bumi, namun pembentukan batuan beku tidak terjadi dibumi ini karena batuan tersebut hanya terbentuk pada kondisi tektonik lempeng tertentu. Fraksinasi batuan beku umumnya terjadi di dua tempat utama, yakni di batas lempeng divergendan dibatas lempeng konvergen.

2.9 lempeng tektonik dalam bidang ilmu teknlogi

            Seismik tomografi merupakan sebuah metode geofisika untuk mengetahui kondisi bawah permukaan bumi berdasarkan data waktu tiba gelombang gempa bumi (P dan S) yang terekam oleh peralatan seismik (seismometer) yang tersebar di permukaan bumi. Hasil pengolahan dan analisa gelombang tersebut akan memberikangambaran struktur 3D interior bumi secara rinci.

 


 

BAB III

PENUTUP

 

1. Kesimpulan

            Pergerakan lantai samudera disebabkan oleh transfer panas.dari suatu sumber panas ke sekelilingnya yang terjadi secara konduksi dan konveksi. Perpindahan panas secara konduksi terjadi melalui batuan, sedangkan perpindahan panas secara konveksi terjadi karena adanya kontak antara air dengan suatu sumber panas. Permasalahan yang terjadi pada lingkungan sekitar dari beberapa aspek ilmu penegtahuan seperti biologi, fisika, kimia, ilmu lingkungan, geologi, kesehatan dan teknologi.


 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Arsyad, Muhammad. 2016. Ilmu Kebumian. Makassar: Baadan Penerbit UNM

Komentar