MAKALAH GALAKSI DAN RASI BINTANG
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Galaksi dan Rasi Bintang”
Makalah ini berisikan tentang informasi mengenai Galaksi dan macam-macamnya serta Rasi bintang pada jagad raya.
Makalah ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan nilai yang baik di mata kuliah Bumi dan Antariksa.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita, Amin.
Makassar, 8 November 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..…………………………………………………………... 1
DAFTAR ISI ………………………………………..……………………............... 2
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………..................... 3
A. Latar Belakang ………………………………………………….................. 3
B. Rumusan Masalah………………………………………………………..... 3
C. Tujuan …………………………………………………………………….... 4
BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………….. 5
A. Pengertian Galaksi dan asal usul Galaksi …………………….................. 5
B. Macam-Macam Galaksi ……………………………………..……………. 8
C. Pengertian Bintang ……………………….………………………….…… 12
D. Rasi Bintang …………………..................................................................... 12
BAB III PENUTUP ………..……………………………………………………... 19
A. Kesimpulan ..…………………………………………………………….... 19
B. Saran ...…………………………………………………………………….. 19
DAFTAR PUSTAKA ……………..……………………………………………… 20
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Galaksi adalah sekelompok bintang yang membentuk suatu sistem terdiri atas lebih dari satu benda angkasa yang berukuran besar dan dikelilingi oleh benda-benda angkasa lainnya sebagai anggota galaksi yang beredar mengelilingi secara teratur. Menurut astronomi, pengertian galaksi adalah suatu sistem yang terdiri dari bintang, debu, dan gas yang amat luas, dimana anggotanya memiliki daya tarik menarik (gravitasi). Suatu galaksi pada umumnya terdiri atas miliaran bintang yang memiliki bintang yang memiliki warna, ukuran dan karakteristik yang sangat beraneka ragam.
Ada berbagai macam bentuk, warna bahkan letak galaksi-galaksi yang ada di angkasa, inilah sedikit gambaran mengenai apa itu galaksi dan bintang? bagaimana galaksi dan bintang dapat terbentuk? Apa yang menarik tentang galaksi dan bintang? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering muncul disekitar kita. Maka dari itu lewat makalah ini akan dibahas tentang Galaksi dan Rasi Bintang.
Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis membuat makalah yang berjudul “Galaksi dan Rasi Bintang” dengan harapan dapat membantu para pembaca untuk menerima informasi-informasi tentang materi kali ini. Dengan adanya makalah ini, bukan berarti benda langit hanya itu saja, tetapi masih banyak lagi yang tidak dapat ditangkap oleh indera manusia sehingga kita harus lebih banyak belajar agar dapat menemukan informasi mengenai benda lainnya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana asal usul galaksi?
2. Apa saja macam-macam galaksi?
3. Apa yang dimaksud dengan bintang?
4. Apa itu rasi bintang?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui asal usul Galaksi
2. Mengetahui macam-macam Galaksi
3. Mengetahui pengertian Bintang
4. Mengetahui Rasi Bintang
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Galaksi dan asal usul Galaksi
Galileo adalah ilmuwan pertama yang mengamati adanya galaksi dialam semesta melalui pengamatannya menggunakan teleskop di tahun 1609. Hal ini di dasari pada kabut cahaya Milky Way di langit dan menyimpulkan bahwa kabut cahaya tersebut sesungguhnya terdiri dari milyaran bintang yang cahayanya melemah karena jauhnya jarak mereka dari bumi.
Milky Way kemudian diketahui sebagai kumpulan bintang yang letaknya berada pada galaksi Bima Sakti. Lalu pada tahun 1755, Thomas Wright melakukan pengamatan serupa pada galaksi dan menemukan bahwa matahari sebagai pusat tata surya kita terleta pada kumpulan bintang tersebut. Ia menemukan adanya gaya gravitasi atau gaya tarik yang terdapat dalam galaksi.
Kata galaksi berasal dari bahaya Yunani “Galaxias” yang berarti “seperti susu” yang merujuk pada galaksi Bima Sakti “Milky Way”. Galaksi ialah sebuah sistem yang massif yang terikat gaya gravitasi yang terdiri atas bintang dengan segala bentuk manifestasinya (antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu mediuam antara bintang, serta materi gelap yang merupakan komponen penting namun belum begitu di mengerti.
Kemudian di Tahun 1845, Lord Rose dapat membedakan bentuk-bentuk pada galaksi, yakni nebula spiral, dan nebula elips melalui pengamatan menggunakan teleskop. Erbagai pengamatanpun menyusul seiring penemuan Lord Rose sampai pada tahun 1912, Henrietta Swan Leavitt menemukan adanya awan Magellan yang letaknya cukup jauh dari Bima Sakti, yakni 500.000 TC. Hal ini menjadi penanda bahwa benda langit tersebut bukan aggota dari Bima Sakti dan membuktikan adaya sejumlah galaksi lain di alam semesta.
Di susul Hubble pada tahun 1920, ia mengemukakan teori baru yaitu Teori Hubble, dimana ia berhasil menyelesaikan bagan luar spiral untuk menjelaskan Bima Sakti dan kedudukannya.
George Ellery dan Harlow Shapley adalah orang-orang yang membangun pengertian tentang Galaksi dan memaparkan dua macam nebula, yakni nebula spiral dan nebula gas. Shapley telah mengembangkan metode yang berguna untuk mengukur jarak yang ia terapkan dalam mengukur Galaksi Bima Sakti. Hale sendiri berperan penting dalam mengembangkan Teleskop dengan ukuran yang besar yang digunakan untuk mengamati nebula dan bintang.
Asal Usul Galaksi
Terdapat beberapa teori mengenai terbentuknya galaksi-galaksi yang ada di alam semesta, salah satunya adalah Teori Big Bang atau Teori Dentuman Besar. George Lemaitre, salah seorang biarawan Katolik Roma Belgia, merupakan orang pertama yang mengemukakan pemikiran terbentuknya galaksi melalui sebuah ledakan dahsyat yang ia sebut sebagai ‘hipotesis atom purba’.
Galaksi adalah kumpulan bintang yang membentuk suatu sistem, terdiri dari satu atau lebih benda angkasa yang berukuran besar dan dikelilingi oleh benda-benda angkasa lainnya sebagai anggotanya yang bergerak mengelilinginya secara teratur. Didalam ilmu astronomi, galaksi diartikan sebagai salah satu sistem yang terdiri atas bintang-bintang, gas dan debu yang amat luas, dimana anggotanya memiliki gaya tarik menarik (gravitasi). Suatu galaksi pada umumnya terdiri atas miliaran bintang yang memiliki ukuran, warna dan karakteristik yang sangat beranekaragam (Hartono, 2007).
Pembentukan galaksi berawal dari berkumpulnya debu kosmis yang terdiri dari atom helium, hydrogen serta debu kosmis lainnya. Yang kemudian membentuk materi pembentuk bintang. Debu-debu kosmis itu sendiri berasal dari ledakan sebuah bintang berukuran raksasa yang terbentuk setelah Big Bang. Debu kosmis tersebut kemudian melakukan penarikan pada partikel-partikel yang ada sekitarnya hingga membentuk bagian besar.
Pada saat yang sama, kumpulan debu kosmis tersebut membentuk gaya tarik atau gaya gravitasi yang membuat tiap-tiap begiannya terikat satu sama lain dan membentuk sebuah inti padat yang nantinya menjadi inti dari bintang. Seiring dengan pemadatan debu-debu kosmis tersebut, suhu pada kumpulan debu semakin meningkat pula. Ketika suhu dari kumpulan materi mencapai 10 juta derajat, maka terjadilah reaksi nuklir dan calon inti bintang menyala. Proses tersebut itulah yang disebut bintang muda.
Kemudian, bintang muda ini akan meledak atau biasa disebut supernova. Bintang muda ini akan melemparkan semua materi yang ada didalam sistemnya ke alam semesta. Debu-debu hasil lemparan tersebut kemudian akan menggumpal dibeberapa tempat, memadat dan menyala lalu membentuk bintang muda yang lebih kecil dari sebelumnya hingga akhirnya membentuk bintang seukuran matahari.
Rangkaian proses tersebut memerlukan waktu hingga 500 juta tahun lamanya. Inti dari bintang yang ditinggalkan lapisan luar akan mengalami kehabisan bahan bakar dan kemudian tidak dapat melakukan reaksi nuklir kembali hingga akhirnya menjadi benda langit berwarna putih yang tidak dapat memijarkan sinar, kemudian perlahan-lahan mati lalu menghilang.
Pada alam semesta ini terdapat ribuan galaksi lainnya yang tersusun dari kumpulan bintang-bintang. Susunan penyusun alam semesta ialah kaut-kabut ekstra galaksi yang menyebar di beberapa tempat. Ruang-ruang antar satu galaksi dengan galaksi yang lain disebut dengan zat intergalaksi yang dimana ruang ini tidak pernah kosong atau selalu terisi.
Secara garis besar, menurut morfologinya galaksi dibagi menjadi tiga teipe, yaitu galaksi tipe Spiral, elips, dan tidak beraturan. Pembagian tipe ini berdasarkan bentuk atau penampakan galaksi-galaksi tersebut.
B. Macam-macam galaksi
Galaksi dikelompokkan menurut cara pengelompokkan skema Klasifikasi Hubble. Jenis “E” menunjukkan bahwa galaksi tersebut merupakan galaksi elips. Jenis “S” menunjukkan galaksi tersebut merupakan spiral, sedangkan jenis “SB” merupakan jenis galaksi Spiral-batang.
Galaksi Ellips
Pengelompokkan bentuk galaksi menurut klasifikasi Hubble berada di antara EO sampai E7. Galaksi dengan jeni EO bentuknya hamper seperti lingkaran, sedangkan galaksi dengan jenis E7 bentuknya sangat lonjong. Beberapa galaksi Ellips diyakini terbentuk karena tumbukan dan gabungan dua galaksi.keduanya dapat tumbuh menjadi galaksi yang sangat besar.
Galaksi Spiral
Galaksi sombrero sebuah contoh galaksi dengan bentuk spiral
Galaksi spiral tersusun atas bintang dan benda-benda antar bintang yang membentuk cakram berputar. Bagian tengah galaksi lebih besar dari tepinya dan biasanya diisi bintang-bintang yang lebih tua. Bagian tepi galaksi spiral adalah lengan yang sangat cerah. Dalam skema klasifikasi Hubble, galaksi spiral diberi nama dengan Galaksi jenis “S” dan diikuti dengan sebuah huruf (a, b, atau c). huruf kecil yang mengikuti tersebut menunjukkan tingkat ketebalan lengan spiral dan besar pusat galaksi.
Dengan demikian, galaksi spiral jenis Sc memiliki daerah pusat yang lebih kecil dan lengan yang mudah teramati.
NGC 1300, adalah sebuah galaksi spiral-batang
Sebagian besar galaksi spiran memiliki bentuk batangan yang berisi bintang yang memanjang melintang pusatnya. Di masing-masing ujung batangan tersebut muncul bentuk lengan. Dalam skema klasifikasi Hubble, jenis galaksi ini dinamai dengan jenis SB dan diikuti dengan huruf kecil a, b atau c. huruf a, b, atau c tersebut menunjukkan bentuk lengan sebagaiman agalaksi spiral. Galaksi kita, Bima Sakti adalah galaksi spiral batangan yang berbentuk cakram besar.
Bentuk-bentuk yang lain
Galaksi-galaksi yang tidak berbentuk spiral maupun elips merupakan galaksi yang khas. Galaksi ini terbentuk karena pengaruh galaksi lain. Salah satu contoh galaksi jenis ini adalah galaksi jenis ini adalah galaksi cincin. Galaksi cincin berbentuk seperti cincin yang berisi bintang dan benda-benda antarbintang. Cincin tersebut mengelilingi pusat galaksi. Sebuah galaksi cincin diduga terbentuk ketika sebuah galaksi lebih kecil melintas melewati pusat galaksi spiral.
Hoag’s Object
Selain galaksi cincin, ada galaksi lain bentuknya berada ditengah-tengan antara galaksi elips dan spiral. Galaksi ini digolongkan sebagai galaksi jenis SO dalam skema klasifikasi Hubble. Galaksi ini memiliki lengan spiral yang kurang jelas dan sebuah cahaya bintang yang berbentuk ellips yang mengelilinginya. Galaksi semacam ini disebut dengan galaksi lenticular.
NGC 5866 Galaksi Lentikular
Sebagai tambahan atas klasifikasi yang telah disebutkan di atas, ada beberapa galaksi lain yang tidak bisa dimasukkan dalam bentuk ellips, spiral, atau dalam bentuk keduanya. Galaksi tersebut dikelompokkan dalam galaksi tidak beraturan. Galaksi tidak beraturan tidak memiliki bentuk yang mendekati spiral ataupun ellips, bahkan sama sekali tidak mendekati bentuk kedua bentuk tersebut.
Galaksi Bima Sakti merupakan jenis galaksi spiral dengan matahari berada di dalamnya. Di dalam galaksi kita, matahari hanyalah salah satu di antara 100 milyar bintang yang mengisi galaksi Bima Sakti. Galaksi Bima Sakti memiliki diameter 100.000 tahun-cahaya. Jadi, jika ingin terbang secepat cahaya maka kamu perlu waktu 100.000 tahun untuk menjelajahi ujung Galaksi Bima Sakti yang satu menuju ujung lainnya.
Galaksi Bima Sakti (Potret langit malam)
Selain Bima Sakti, ada tiga galaksi lain yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Galaksi-galaksi itu adalah Andromeda, Awan Magellan Besar, dan Awn Magellan Kecil. Galaksi Andromeda berbentuk spiral, sedangkan Galaksi Awan Magellan Besar dan Kecil bentuknya tidak teratur. Galaksi Andromeda berada di langit sebelah utara garis khatulistiwa dan dapat dilihat dengan mudah dari Inggris ketika malam hari yang cerah. Sebaliknya Galaksi Awan Magellan berada di langit sebelah selatan sehingga tidak dapat dilihat dari Inggris.
Galaksi Awan Magellan merupakan galaksi yang terdekat dari bumi, yakni sejauh 150.000 tahun-cahaya. Galaksi Andromeda berjarak 2.000.000 tahun-cahaya dari bumi. Ketiga Galaksi ini, termasuk juga kedalam galaksi Bima Sakti, merupakan anggota dari kelompok galaksi yang yang bertetangga yang dinamakan “kelompok Lokal”. Terdapat 18 atau lebih galaksi dalam kelompok Lokal. Beberapa tidak dapat dilhat menggunakan mata telanjang karena jaraknya yang jauh dan ukurannya yang kecil. Kelompok Lokal memiliki ukuran melintang sejauh 4 juta Tahun-cahaya. Di dalam kelompok Lokal Galaksi Andromeda merupakan galaksi yang paling besar. Ukurannya kira-kira dua kali lebih besar dibandingkan dengan Galaksi Bima Sakti.
C. Bintang
Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri.
Menurut ilmu astronomi, definisi bintang “Semua bintang massif (Bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkit energy melalui fusi nuklir”.
Oleh karena itu, bintang kartai putih dan bintang neutron yang tsudah tidak memancarkan cahaya dan energy tetap disebut sebagai bintang . bintang terdekat dengan Bumi adalah Matahari pada jarak sekitar 148, 680,000 kilometer, diikuti oleh Proxima Centauri dalam rasi bintang Centaurus berjarrak sekitar empat tahun-cahaya.
D. Rasi Bintang
`Rasi bintang merupakan sekelompok bintang yang saling berhubungan kalau dilihat dari Bumi. Padahal sebenarnya bintang-bintang yang berada di sebuah rasi bisa jadi jaraknya berjauhan, namun karena kita melihat dari Bumi, bintang-bintang itu kalau ditarik garis bisa membentuk gambaran tertentu. Maka itu, bentuk rasi bintang bisa berubah dalam beberapa ratus juta tahun.
Fungsi Rasi Bintang
Orang-orang dimasa lalu menggunakan informasi ini sebagai bagian dari rencana mereka untuk megetahui kapan musim akan berubah kapan harus menananm tanaman mereka dan ketikan musim dingin akan berubah menjadi musim semi. Rasi bintang digunakan sebagai semacam peta dan membangun struktur di seluruh dunia untuk mengamati pergerakan rasi bintang. Ketika kita mlai menjelajahi lautan rasi bintang yang digunakan sebagi pedoman untuk membantu kapal dari satu lokasi ke lokasi lain. Orang-orang kapal tahu bagaimana untuk membaca sehingga mereka bisa mengubah arah berdasarkan pola bntang dan dimana mreka berada di langit.
Bintang-bintang telah menjadi bagian dari setiap kebudayaan. Bintang-bintang digunakan dalam praktik-praktik keagamaan dalam navigasi dan bercocok tanam. Astronom-astronom awal seperti Tycho Brahe mengenali bintang-bintang baru dilangi (kemudian dinamakan novae) menunjukkan bahwa langit tidaklah kekal Pada tahun 1584 Giordano Bruno mengusulkan bahwa bintang-bintang sebenarnya adalah matahari-matahari lain, dan mungkin saja memiliki planet-planet seperti Bumi di dalam orbitnya, ide yang telah diusulkan sebelumnya oleh filsuf-filsuf Yunani kuno seperti Democritus dan Epicurus.
Pada abad berikutnya, ide bahwa bintang adalah matahari yang jauh mencapai konsensus di antara para astronom. Untuk menjelaskan mengapa bintang-bintang ini tidak memberikan tarikan gravitasi pada tata surya, Isaac Newton mengusulkan bahwa bintang- bintang terdistribusi secara merata di seluruh langit, sebuah ide yang berasal dari teolog Richard Bentley. Astronom Italia Geminiano Montanari merekam adanya perubahan luminositas pada bintang Algol pada tahun 1667.
Bintang-bintang anggota galaksi Bima Sakti tersebar dengan jarak dari satu bintang ke bintang lain berkisar antara 4 sampai 10 tahun cahaya. Bintang terdekat dengan amtahari adalah Proxima Centauri (anggota dari sistem 3 bintang Alpha Centauri), yang berjarak 4,23 tahun cahaya. Semakin kearah pusat galaksi, jarak antarbintang semakin dekat, atau dangan kalta lain kerapatan galaksi kearah pusat semkin besar.
Bintang adalah benda angkasa yang memiliki ahaya sendiri. Salah satu bintang adalah matahari atau disebut bintang matahari (The Sun Star). Kelompok bintang-bintang yang membentuk polatertentu dan letaknya berdekatan disebut rasi bintang atau Kortelasi bintang. Contohnya, bintang pari (Crux) yang merupakan kumpulan dari empat bintang yang letaknya berdekatan, yakni bintang Alfa, Bet, Gamma, dan Delta. Selain rasi bintang Crux, nama-nama bintang lainnya, antara lain rasi bintang Orio, Centauri, Ursa mayor, Lyra, dan Aquila. Disekitar ekliptika yang seolaholah melingkari bola langit yang terdapat 12 rasi bintang yang disebbut Zodiak. 12 rasii bintang yang terdapat disekitar ekliptika adalah Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitaurus, Capricornus, Aquarius, dan Pisces.
MITOS DAN MONSTER
Ribuan tahun lalu, para astronom kumo menamai ras bintang sesuai gambar yang terbentuk olaeh pola-pola bintang. Sekarang, kita menggunakan nama-nama rasi bintang yang diberikan oleh bangsa Yunani kuno, tetapi dalam bahasa laitinnya. Bangsa Yunani menamai rasi bintang berdasarka dewa dan dewi, pahlawan, hewan, dan monster yang terdapat dala mitologi mereka. Namun meramu dongeng-dongeng yang berkesan mengenai bagaimanan tokoh yang trebentuk dari ras bintang dapat berada di angkasa. Hanya sebagian kecil rasi bintang yang terlihat sama dengan tokoh yag diwakilinya. Sebagai contoh, cukup mudag melihat pola bintang Scorpio seperti kalajengking berekor melengkung yag siap menggigit. Dan pola bintang Cygnus yang seperti angsa terbang dengan sayapnya yang terntang dan leher pajangnya yang menjulur ke depan.
Karena rasi bintang tidak berubah seiring waktu, kita menganggap tempat mereka tetap sama di langit (seperit juga anggapan nenek moyang kita), atau setidaknya bergerak bersamaan di ruang angkasa dalam satu kelompok. Tidak satupun yag benar dengan dugaan-dugaan ini. Dengan beberapa pengecualian, bintang-bintang pada pola rasi bintang tidak salaing berhubungan sdan sebenarnya berada jauh sekali antara yag satu dnegn lainnya. Alasan mengapa kita dapat amelihanya bersama-sama di dalan satu rasi bintang hanyalah karena mereka kebetulan berada dalam arah yang sama diruang angkasa
DARI KUTUB KE KUTUB
Bumi berputar seperti gasing mengelilingi sumbu khayal melewati kutub utara dan selatan. Bola langit juga berputar mengelilingi sumbu yang sama, yang menyentuh bola pada titik yang kita sebut dengan KUTUB LANGIT UTRA DAN SELATAN. Semua bintang dilangit malam terlihat berputar mengelilingi kutub-kutub langit. Diantara kutub utara dan selatan, di bagian tengah terdapat garis khayal sepanjang keliling bumi yang kita sebut dengan khatulistiwa.
a. Langit Utara
Peta bintang ini menunjukkan rasi bintag yang menempati belahan utara bola langit. Jika kamu megamati bitang di belahan bumi utara, kamu akan melihat semua rasi bintang ini pada suatu waktu selama setahun. Garis lintang merupakan garis tak terlihat yang melingkri bumi. Garis ini sejajar dengan khatulistiwa sehingga garis lintang mengartikan sejauh apa kamu berada di utara atau selatan khatulistiwa. JIka kamu tinggal di daerah pertengahan hingga puncak atas lintang utara di Eropa utara atau Amerika Serikat, kamu akan melihat beberapa rasi bintang di langit utara setiap malam, ketika merea mengelilingi kutub langit utara( yang ditandai oleh bintang kutub). Rasi bintang Circumpolar ini mencakup Ursa major( beruang besar), Ursa minor(beruang kecil), dan Cassiopeia.
WAKTU PENGAMATAN
Waktu dan tanggal pengamatan akan menentkan rasi bintang apa yang terlihat dilangit malam. Waktu menjadi penting karen rasi bintang berbeda akan muncul pada saat bumi berputar. Tanggal juga menjadi penting dikarenakan adanya pengaruh bumi negelilingi matahari selama setahun. Misalanya setiap tahun, sekitar 17 November, bintang-bintang terlihat turun seperti hujan dari Leo. Perisitiwa ini merupakan hujan meteor tahunan yang dikenal sebagai Leonid.
b. Langit Selatan
Peta bintang ini menunjukkan rasi bintang yang menempati belhan selatan boa langit. Jika kamu mengamati bintang dibelahan bumi selatan, maka kamu akan melihat rasi bintang ni pada suatu waktu selama setahun. Kamu juga akan meliat beberapa rasi bintang dari belahan bumi utara tergantung tempatmu melakukan pengamatan. Jika kamu tinggal di daerah pertengahan hingga punck lintang selatan (di Australia, Selandia Bru, atau bagian selatan dari Amerika Selatan atau Afrika
Selatan), kamu akan menemukan beberapa rasi bintang yang dapat kamu lihat setiap malam di langt selatan, keran mereka bergerak mengitari kutub bumi selatan. Tetapi di belahan bumi selatan tidak terdpat bintang kutub yang manandainya, seperti yang terdapat pada belahan bumi utara, Rasi bintang circumpolar ini mencakup Crux (palang salib selatan), Centarurus (seekor kuda berkepala manusia) dan Carina (belut).
PERUBAHAN MUSIM
Rasi bintnag yang kamu lihat di langit malam berubah setiap jam karena berputarnya bumi. Rasi bintang juga berubah bersmaan dengan musim. Hal ini adalah konsekuensi dari perputaran tahunana bumi terhadap matahari.
Langit januari
Langit ini didomisili oleh Orion, yang menjadi tanda berguna untuk rasi bintang lainnya. Dua bintang orion yang paling terang, Betelgeuse (di bahu) dan Rigel (dikaki), sangat mudah dibedakan, karena satu bintang berwarna jingga dan bintang lainnya putih cemerlang. Di satu arah, bintang yang paling terang di langit, Sirius (di Canis major), yang aling terang dilangit, Pada aarh lain, Alderan (di taurus) juga dekat. Lagi-lagi keduanya dapat dengan mudah diidentifikasi. Sirius dengan warna putih cemerlangnya, dan Alderan dengn warna corak kemerahannnya.
Langit Juli
Langit juli memperlihatkan segitiga musim panas dan dan memamerkan daerah terkaya dari bimasakti. Hal yang menyedihkan bagi pengamat di bagian utara adalah bahwa langit musim panas tidak pernah dapat benar-benar gelap. Pada waktu ini, pengamat di bagian selatan sangat beruntung karena mereka mendapatkan langit musim dingain yang gelap.
Pemanah dan Kalajengking
Musim panas adalah waktu disaat pengamat di utara dapat sekilas memandang dua rasi bintang terindah yang berada di belahan bumi selatan, yaitu segitarius (pemanah) dan Scorpio (Kalajengking). Tatpi sayangnya, mereka muncul di bawah cakrawala , dengan malam yang masih terang serta langit yang berpolusi, sehingga mereka tidak terlihat dalam bentuk yang terbaik. Dalam mitologi Yunani, sagitarius adalah seorang centaurus, yaitu separuh manusia dan separuh kuda. Walaupun ia merupakan putra dari dewa pemusik yng memainkan seruling, ia menjadi centaur yang suka perang (ada juga centaur yang lembut). Diangkasa, ia terlihat dengan busur panah mengarahkan anak panahnya yang mematikan ke jantung scorpio (kalajengking), yang ditandai dengan bintang berwarna jingga ynag terang, Antares.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Galaksi adalah sekelompok bintang yang membentuk suatu sistem terdiri atas lebih dari satu benda angkasa yang berukuran besar dan dikelilingi oleh benda-benda angkasa lainnya sebagai anggota galaksi yang beredar mengelilingi secara teratur. Galaksi dibedakan menjadi galaksi spiral dan galaksi Ellips.
Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri.
Rasi bintang merupakan sekelompok bintang yang saling berhubungan kalau dilihat dari Bumi. Padahal sebenarnya bintang-bintang yang berada di sebuah rasi bisa jadi jaraknya berjauhan, namun karena kita melihat dari Bumi, bintang-bintang itu kalau ditarik garis bisa membentuk gambaran tertentu. Maka itu, bentuk rasi bintang bisa berubah dalam beberapa ratus juta tahun.
3.2 Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih focus dan details dalam menjelaskan tentang isi dari makalah ini dengan sumber-sumber yang lebih banyak dan tentunya dapat dipertanggungjawabkan. Sangat diperlukan kritik dan saran-saran dari para pembaca, agar penulis dapat mengetahui macam-macam kekurangan yang ada dalam makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Hartono. 2007. Gerografi jelajah Bumi dan Alam semesta. Bandung: PT Citra Praya
Kerrod, Robbin. 2005. Bengkel Ilmu Astronomi. Jakarta : Erlangga
Ritaelfianis.com Sejarah Asal usul Galaksi. 2017
Setyaningsih, Yualind. 2007. Cerdas Sains. Yogyakarta: PT Pustaka Widyatama
Komentar
Posting Komentar